Mengupas Bab Pertama Surah Al-Fatihah: Keutamaan, Nama, dan 7 Masalahnya bagian 1b

Lanjutan dari bagian 1a: Mengupas Bab Pertama Surah Al-Fatihah: Keutamaan, Nama, dan 7 Masalahnya

الثالثة- روى علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : "فاتحة الكتاب وآية الكرسي وشهد الله أنه لا إله إلا هو وقل اللهم مالك الملك هذه الآيات معلقات بالعرش ليس بينهن وبين الله حجاب" . أسنده أبو عمرو الداني في كتاب "البيان" له.

Masalah ketiga:

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Talib, ia berkata:

Rasulullah Muhammad bersabda:

“Fatihatul Kitab (Al-Fatihah), Ayat Kursi, (ayat) “شهد الله أنه لا إله إلا هو”, dan (ayat) “قل اللهم مالك الملك”—ayat-ayat ini tergantung di ‘Arsy, tidak ada penghalang antara ayat-ayat tersebut dengan Allah.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Amr ad-Dani dalam kitabnya Al-Bayan.

الرابعة- في أسمائها - وهي اثنا عشر اسما :

"الأول" : الصلاة ، قال الله تعالى : "قسمت الصلاة بيني وبين عبد ي نصفين" الحديث. وقد تقدم

"الثاني" : [سورة] الحمد ، لأن فيها ذكر الحمد كما يقال : سورة الأعراف والأنفال والتوبة ونحوها

Masalah keempat:

Tentang nama-namanya—dan (Surah Al-Fatihah) memiliki dua belas nama:

Nama pertama:

1)      Ash-Shalāh (shalat), berdasarkan firman Allah Ta‘ala dalam hadis: ‘Aku membagi shalat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian’, dan hal ini telah disebutkan sebelumnya.

Nama kedua:

2)      Sūratul-Ḥamd (Surah Al-Hamd), karena di dalamnya terdapat penyebutan pujian (al-ḥamd), sebagaimana dikatakan: Surah Al-A‘raf, Al-Anfal, At-Taubah, dan semisalnya.

"الثالث" : فاتحة الكتاب ، من غير خلاف بين العلماء ، وسميت بذلك لأنه تفتتح قراءة القرآن بها لفظا وتفتتح بها الكتابة في المصحف خطاً وتفتتح بها الصلوات.

Nama ketiga:

3)      Fātiḥatul Kitāb (pembuka kitab), tanpa adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama.

Dinamakan demikian karena dengannya dimulai bacaan Al-Qur’an secara lisan, dimulai penulisan dalam mushaf secara tulisan, dan dimulai pula shalat.

"الرابع" : أم الكتاب ، وفي هذا الاسم خلاف جوزه الجمهور وكرهه أنس والحسن وابن سيرين.

قال الحسن : أم الكتاب الحلال والحرام ، قال الله تعالى : {آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ} [آل عمران : 7]. وقال أنس وابن سيرين : أم الكتاب اسم اللوح المحفوظ. قال الله تعالى : {وَإِنَّهُ فِي أُمِّ الْكِتَابِ} [الزخرف : 4].

Nama keempat:

4)      Ummul Kitab.

Dalam penamaan ini terdapat perbedaan pendapat:

Mayoritas ulama membolehkannya, sedangkan Anas bin Malik, Al-Hasan al-Basri, dan Ibn Sirin memakruhkannya.

Al-Hasan berkata:

“Ummul Kitab adalah (ayat-ayat tentang) halal dan haram,’ sebagaimana firman Allah: “Ayat-ayat yang muhkam itulah Ummul Kitab…” (QS. Ali ‘Imran: 7).

Dan Anas bin Malik serta Ibn Sirin berkata:

“Ummul Kitab adalah nama bagi Lauh Mahfuzh,’ sebagaimana firman Allah: “Dan sesungguhnya ia berada dalam Ummul Kitab…” (QS. Az-Zukhruf: 4).

"الخامس" : أم القرآن ، واختلف فيه أيضا فجوزه الجمهور وكرهه أنس وابن سيرين والأحاديث الثابتة ترد هذين القولين. روى الترمذي عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : "الحمد لله أم القران وأم الكتاب والسبع المثاني" قال : هذا حديث حسن صحيح.

Nama kelima:

5)      Ummul Qur’an.

Dalam hal ini juga terdapat perbedaan pendapat:

Mayoritas ulama membolehkannya, sedangkan Anas bin Malik dan Ibn Sirin memakruhkannya.

Namun hadis-hadis yang sahih menolak kedua pendapat tersebut (yang memakruhkannya).

Sunan At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah Muhammad saw. bersabda:

“Al-ḥamdu lillāh (Surah Al-Fatihah) adalah Ummul Qur’an, Ummul Kitab, dan As-Sab‘ul Matsānī.”

Ia (At-Tirmidzi) berkata: “Hadis ini hasan sahih.”

وفي البخاري قال : وسميت أم الكتاب لأنه يبتدأ بكتابتها في المصاحف ويبدأ بقراءتها في الصلاة.

Dan dalam Sahih al-Bukhari disebutkan: dinamakan Ummul Kitab karena penulisan mushaf dimulai dengannya, dan bacaan dalam shalat juga dimulai dengannya.

وقال يحيى بن يعمر : أم القرى : مكة ، وأم خراسان : مرو ، وأم القرآن : سورة الحمد.

Dan berkata Yahya bin Ya'mar:

“Ummul Qurā adalah Mekkah, Ummu Khurasan adalah Merv, dan Ummul Qur’an adalah Surah Al-Ḥamd (Al-Fatihah).”

وقيل : سميت أم القرآن لأنها أوله ومتضمنة لجميع علومه ، وبه سميت مكة أم القرى لأنها أول الأرض ومنها دحيت ، ومنه سميت الأم أما لأنها أصل النسل ، والأرض أما في قول أمية بن أبي الصلت :

فالأرض معقلنا وكانت أمنا # فيها مقابرنا وفيها نولد

Dan dikatakan: dinamakan Ummul Qur’an karena ia adalah permulaannya dan mengandung seluruh ilmu Al-Qur’an.

Dengan makna ini pula Mekkah dinamakan Ummul Qurā (induk negeri), karena ia adalah permulaan bumi dan darinya bumi dihamparkan.

Dan dari makna itu pula dinamakan ‘ibu’ (umm) sebagai ‘ibu’, karena ia adalah asal keturunan.

Dan bumi juga disebut sebagai ‘ibu’ dalam perkataan Umayyah bin Abi as-Salt:

Maka bumi adalah tempat perlindungan kami dan dahulu ia adalah ibu kami,

di dalamnya kubur-kubur kami dan di dalamnya kami dilahirkan

ويقال لراية الحرب : أم ، لتقدمها واتباع الجيش لها. وأصل أم أمهة ، ولذلك تجمع على أمهات قال الله تعالى : {أُمَّهَاتُكُمْ} . ويقال أمات بغير هاء. قال :

فَرَجْتَ الظلام بأمّاتكا

Dan bendera perang juga disebut ‘umm’ (induk), karena ia berada di depan dan pasukan mengikutinya.

*Asal kata umm adalah ummahah, karena itu bentuk jamaknya adalah ummahāt (ibu-ibu), sebagaimana firman Allah:  أُمَّهَاتُكُمْ” (ibu-ibu kalian).

Dan juga dikatakan ummāt tanpa huruf ‘hā’. Sebagaimana dalam syair:

فَرَجْتَ الظلام بأمّاتكا

Engkau telah menyingkap kegelapan dengan ibu-ibumu (panji-panji/bendera-benderamu)

وقيل : إن أمهات في الناس ، وأمّات في البهائم ، حكاه ابن فارس في المجمل.

Dan dikatakan:

Bentuk jamak ummahāt digunakan untuk manusia, sedangkan ummāt digunakan untuk hewan ternak.

Hal ini disebutkan oleh Ibn Faris dalam kitab Al-Mujmal.

"السادس" : المثاني ، سميت بذلك لأنها تثنى في كل ركعة ، وقيل : سميت بذلك لأنها استثنيت لهذه الأمة فلم تنزل على أحد قبلها ذخرا لها.

Nama keenam:

6)      Al-Matsānī.

Dinamakan demikian karena ia diulang-ulang pada setiap rakaat (shalat).

Dan ada pula yang mengatakan:

Dinamakan demikian karena ia dikhususkan (diistimewakan) untuk umat ini, tidak diturunkan kepada seorang pun sebelum mereka, sebagai simpanan (karunia) bagi mereka.

"السابع" : القرآن العظيم ، سميت بذلك لتضمنها جميع علوم القرآن وذلك أنها تشتمل على الثناء على الله عز وجل بأوصاف كماله وجلاله وعلى الأمر بالعبادات والإخلاص فيها والاعتراف بالعجز عن القيام بشيء منها إلا بإعانته تعالى وعلى الابتهال إليه في الهداية إلى الصراط المستقيم وكفاية أحوال الناكثين وعلى بيانه عاقبة الجاحدين.

Nama ketujuh:

7)      Al-Qur’an Al-‘Aẓīm.

Dinamakan demikian karena mengandung seluruh ilmu Al-Qur’an.

Hal itu karena di dalamnya mencakup pujian kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan sifat-sifat kesempurnaan dan keagungan-Nya, serta perintah untuk beribadah dan ikhlas di dalamnya, juga pengakuan akan ketidakmampuan (manusia) untuk melaksanakan sesuatu darinya kecuali dengan pertolongan Allah Ta‘ala.

Selain itu, di dalamnya terdapat permohonan (doa) kepada-Nya untuk mendapatkan petunjuk ke jalan yang lurus, serta kecukupan dari keadaan orang-orang yang menyimpang, dan penjelasan tentang akibat orang-orang yang ingkar.

"الثامن" : الشفاء ، روى الدارمي عن أبي سعيد الخدري قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " فاتحة الكتاب شفاء من كل سم" .

Nama kedelapan:

8)      Asy-Syifā’ (penyembuh).

Ad-Darimi meriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri, ia berkata: Rasulullah Muhammad bersabda:

“Fatihatul Kitab adalah penyembuh dari setiap racun.”

"التاسع" : الرقية ، ثبت ذلك من حديث أبى سعيد الخدري وفيه : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال للرجل الذي رقى سيد الحي : "ما أدراك أنها رقية" فقال : يا رسول الله شيء ألقى في روعي... الحديث. خرّجه الأئمة وسيأتي بتمامه.

Nama kesembilan:

9)      Ar-Ruqyah (bacaan untuk pengobatan).

Hal ini telah tetap dalam hadis Abu Sa'id al-Khudri, di dalamnya disebutkan bahwa Rasulullah Muhammad saw. bersabda kepada orang yang meruqyah (mengobati) pemimpin suatu kaum:

“Dari mana engkau tahu bahwa itu adalah ruqyah?”

Ia menjawab:

“Wahai Rasulullah, sesuatu yang terlintas dalam hatiku…” (dan seterusnya dalam hadis).

Hadis ini diriwayatkan oleh para imam (ahli hadis), dan akan disebutkan secara lengkap nanti.

"العاشر" : الأساس ، شكا رجل إلى الشعبي وجع الخاصرة ، فقال : عليك بأساس القرآن فاتحة الكتاب ، سمعت ابن عباس يقول : لكل شيء أساس وأساس الدنيا مكة لأنها منها دحيت ، وأساس السماوات عَريباً وهي السماء السابعة ، وأساس الأرض عجيباً وهي الأرض السابعة السفلى ، وأساس الجنان جنة عدن وهي سرة الجنان عليها أسست الجنة ، وأساس النار جهنم وهي الدركة السابعة السفلى عليها أسست الدركات ، وأساس الخلق آدم وأساس الأنبياء نوح وأساس بني إسرائيل يعقوب وأساس الكتب القرآن وأساس القرآن الفاتحة وأساس الفاتحة بسم الله الرحمن الرحيم فإذا اعتللت أو اشتكيت فعليك بالفاتحة تشفى.

Nama kesepuluh:

10)  Al-Asās (dasar/fondasi).

Seorang laki-laki mengadu kepada Ash-Sha'bi tentang sakit di bagian pinggangnya, maka ia berkata:

“Hendaklah engkau berpegang pada dasar Al-Qur’an, yaitu Fatihatul Kitab.”

Aku mendengar Ibn Abbas berkata:

“Setiap sesuatu memiliki dasar:

  • Dasar bumi adalah Mekkah, karena darinya bumi dihamparkan;
  • Dasar langit adalah langit ketujuh;
  • Dasar bumi (lapisan bawah) adalah bumi ketujuh yang paling bawah;
  • Dasar surga adalah Jannatu ‘Adn, yaitu pusat surga, darinya surga dibangun;
  • Dasar neraka adalah Jahannam, yaitu lapisan ketujuh paling bawah, darinya tingkatan-tingkatan neraka dibangun;

ü  Dasar makhluk adalah Nabi Adam;

ü  Dasar para nabi adalah Nabi Nuh;

ü  Dasar Bani Israil adalah Nabi Ya'qub;

ü  Dasar kitab-kitab adalah Al-Qur’an;

ü  Dasar Al-Qur’an adalah Al-Fatihah;

ü  Dan dasar Al-Fatihah adalah Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm.

Maka jika engkau sakit atau mengeluh, hendaklah engkau membaca Al-Fatihah, niscaya engkau akan sembuh.”

"الحادي عشر" : الوافية ، قاله سفيان بن عيينة ، لأنها لا تتنصف ولا تحتمل الاختزال ، ولو قرأ من سائر السور نصفها في ركعة ونصفها الآخر في ركعة لأجزأ ولو نصفت الفاتحة في ركعتين لم يجز.

Nama kesebelas:

11)  Al-Wāfiyah (yang sempurna/utuh), sebagaimana dikatakan oleh Sufyan bin 'Uyaynah,

Karena ia tidak dapat dibagi dua dan tidak menerima pengurangan.

Seandainya seseorang membaca dari surah lain setengahnya dalam satu rakaat dan setengah lainnya di rakaat lain, maka itu sah.

Namun jika Al-Fatihah dibagi dua dalam dua rakaat, maka tidak sah.

"الثاني عشر" : الكافية ، قال يحيى بن أبي كثير : لأنها تكفي عن سواها ولا يكفي سواها عنها. يدل عليه ما روى محمد بن خلاد الإسكندراني قال : قال النبي صلى الله عليه وسلم : "أم القرآن عوض من غيرها وليس غيرها منها عوضا" .

Nama kedua belas:

12)  Al-Kāfiyah (yang mencukupi).

Yahya bin Abi Kathir berkata:

Dinamakan demikian karena ia mencukupi dari selainnya, dan selainnya tidak dapat mencukupi darinya.

Hal ini ditunjukkan oleh riwayat Muhammad bin Khallad al-Iskandarani, ia berkata: Rasulullah Muhammad saw. bersabda:

“Ummul Qur’an (Al-Fatihah) dapat menggantikan selainnya, namun tidak ada sesuatu pun yang dapat menggantikannya.”

الخامسة- قال المهلب : إن موضع الرقية منها إنما هو {إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ} [الفاتحة : الآية 5]. وقيل : السورة كلها رقية لقول عليه السلام للرجل لما أخبره : "وما أدراك أنها رقية" ولم يقل : أن فيها رقية ، فدل هذا على أن السورة بأجمعها رقية لأنها فاتحة الكتاب ومبدؤه ومتضمنة لجميع علومه كما تقدم والله أعلم.

Masalah kelima:

Berkata Al-Muhallab:

Bagian dari Al-Fatihah yang menjadi tempat ruqyah adalah firman Allah: ‘Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn’ (hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan) (QS. Al-Fatihah: 5).

Dan ada pula yang berpendapat:

Seluruh surah merupakan ruqyah, berdasarkan sabda Nabi kepada orang tersebut ketika ia mengabarkan (bahwa ia meruqyah): “Dari mana engkau tahu bahwa itu adalah ruqyah?”

Dan beliau tidak mengatakan:

Bahwa di dalamnya ada ruqyah”.

Maka hal ini menunjukkan bahwa seluruh surah adalah ruqyah, karena ia adalah pembuka Al-Kitab, permulaannya, dan mengandung seluruh ilmunya sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. والله أعلم.

السادسة- ليس في تسميتها بالمثاني وأم الكتاب ما يمنع من تسمية غيرها بذلك ، قال الله عز وجل : {كِتَاباً مُتَشَابِهاً مَثَانِيَ} [الزمر : 23] فأطلق على كتابه : مثاني لأن الأخبار تثنى فيه.

وقد سميت السبع الطول أيضا مثاني لأن الفرائض والقصص تثنى فيها.

Masalah keenam:

Tidak ada dalam penamaan Al-Fatihah sebagai Al-Matsānī dan Ummul Kitab sesuatu yang menghalangi penamaan selainnya dengan nama tersebut.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: ‘(Al-Qur’an adalah) kitab yang serupa lagi berulang-ulang (matsānī)’ (QS. Az-Zumar: 23).

Maka Allah menamai kitab-Nya sebagai matsānī karena kisah-kisah dan berita-berita di dalamnya diulang-ulang.

Dan tujuh surah panjang (as-sab‘u ath-thiwāl) juga dinamakan matsānī, karena hukum-hukum dan kisah-kisah di dalamnya diulang-ulang.

قال ابن عباس : أوتى رسول الله صلى الله عليه وسلم سبعا من المثاني قال : السبع الطول. ذكره النسائي وهي من "البقرة" إلى "الأعراف" ست واختلفوا في السابعة فقيل : يونس وقيل : الأنفال والتوبة وهو قول مجاهد وسعيد بن جبير.

Berkata Ibn Abbas:

Rasulullah Muhammad saw. diberi tujuh dari Al-Matsānī, yaitu tujuh surah panjang.

Hal ini disebutkan oleh An-Nasa'i.

Yaitu dari Surah Al-Baqarah hingga Surah Al-A'raf berjumlah enam surah.

Dan mereka berbeda pendapat tentang yang ketujuh:

Ada yang mengatakan Surah Yunus.

Dan ada pula yang mengatakan Surah Al-Anfal dan Surah At-Tawbah (dihitung satu).

Ini adalah pendapat Mujahid bin Jabr dan Sa'id bin Jubair.

وقال أعشى همدان :

فلجوا المسجد وادعوا ربكم # وادرسوا هذي المثاني والطُّوَل

وسيأتي لهذا مزيد بيان في سورة "الحجر" إن شاء الله تعالى.

Dan berkata Al-A'sha al-Hamdani:

Masuklah kalian ke masjid dan berdoalah kepada Tuhan kalian,

serta pelajarilah ayat-ayat Al-Matsānī dan surah-surah yang panjang

Dan akan datang penjelasan lebih lanjut tentang hal ini dalam Surah Al-Hijr, insya Allah Ta‘ala.

السابعة- المثاني جمع مثنى وهي التي جاءت بعد الأولى والطول جمع أطول. وقد سميت الأنفال من المثاني لأنها تتلو الطول في القدر. وقيل : هي التي تزيد آياتها على المفضل وتنقص عن المئين. والمئون : هي السور التي تزيد كل واحدة منها على مائة آية.

Masalah ketujuh:

Al-Matsānī adalah bentuk jamak dari mathnā, yaitu surah-surah yang datang setelah (kelompok) pertama, sedangkan ath-thiwāl (yang panjang) adalah jamak dari athwal.

Surah Al-Anfal juga disebut termasuk Al-Matsānī karena ia mengikuti (datang setelah) surah-surah panjang dalam ukuran (panjang ayatnya).

Dan ada pula yang mengatakan:

Al-Matsānī adalah surah-surah yang jumlah ayatnya lebih banyak daripada surah al-Mufaṣṣal dan lebih sedikit daripada al-Mi’īn.

Sedangkan al-Mi’īn adalah surah-surah yang masing-masing memiliki lebih dari seratus ayat.

 

Demikianlah pembahasan Bab pertama surat al-Fatihah: Tentang keutamaan dan nama-namanya, dan di dalamnya terdapat tujuh masalah (pembahasan).

Wallahu A’lam...

Semoga bermanfaat.

 

Sumber:

الكتاب : الجامع لأحكام القرآن

المؤلف : أبو عبد الله محمد بن أحمد بن أبي بكر بن فرح الأنصاري الخزرجي شمس الدين القرطبي (المتوفى : 671 هـ)

 

Baca juga:

Kupas Tuntas Surat Al-Fatihah Bab Kedua: Turunnya, Hukum-Hukumnya dan 20 Masalahnya

Kajian Bab Ketiga Surah Al-Fatihah: Ucapan Āmīn Dan 8 Masalah Penting

Pendalaman Al-Fatihah Bab 4: Makna, Qirā’āt, I‘rāb, Keutamaan Orang yang Memuji Allah dan 36 Pembahasan Penting

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Mengupas Bab Pertama Surah Al-Fatihah: Keutamaan, Nama, dan 7 Masalahnya bagian 1b

Lanjutan dari bagian 1a : Mengupas Bab Pertama Surah Al-Fatihah: Keutamaan, Nama, dan 7 Masalahnya الثالثة- روى علي بن أبي طالب رضي الل...