فصل
Pasal
الأسماء:
معارف ونكرات
Isim-isim itu ada yang ma‘rifah (dikenal/tertentu) dan ada yang nakirah
(umum/tidak dikenal).
Dalam nahwu:
- معرفة =
kata yang jelas/tertentu, dikenal identitasnya.
- نكرة =
kata yang umum, belum tertentu, tidak dikenal secara spesifik.
Lalu masuk makna isyarat:
وكذلك
العباد
Demikian pula para hamba (manusia).
Yakni: sebagaimana kata terbagi dua, manusia pun
terbagi dua secara ruhani.
منهم
معروف
Di antara mereka ada yang “ma‘rūf” (dikenal).
Maksud:
bukan terkenal di mata manusia, tetapi dikenal di
langit, dikenal di sisi Allah.
Sebagaimana hadis tentang hamba yang tersembunyi
namun dikenal di sisi-Nya.
له نصيب
مع القوم هو به معروف
Ia memiliki bagian bersama “al-qawm” (golongan orang-orang dekat kepada
Allah), dan karena bagian itulah ia dikenal.
القوم dalam istilah sufi biasanya berarti:
- أهل الله,
- orang-orang saleh,
- para arif billah,
- golongan ruhani yang dekat kepada Allah.
Maknanya:
dia punya jatah:
- dzikir,
- ilmu,
- ikhlas,
- mujahadah,
- kedekatan dengan Allah.
Karena itu ia dikenal.
ومقام
في الصدق هو به موصوف
Dan ia memiliki maqam kejujuran (ṣidq) yang dengannya ia disifati.
صدق = benar lahir batin:
- niat benar,
- ucapan benar,
- amal benar,
- istiqamah benar.
Ini sifat para wali dan shalihin.
ومنهم
منكر
Dan di antara mereka ada yang “munkar” (tak dikenal / asing dari jalan ini).
Maksud:
asing dari jalan Allah,
tidak dikenal di kalangan ruhani,
tak punya jejak ibadah yang hidup di hati.
لا نصيب
له مع القوم
Ia tidak memiliki bagian bersama golongan itu.
Yakni:
tak punya bagian dari:
- dzikir,
- ma‘rifat,
- ikhlas,
- mujahadah,
- kedekatan dengan Allah.
ولا حظ
له سوى الأكل والنوم
Dan tidak ada bagiannya selain makan dan tidur.
Ini kalimat sangat keras maknanya.
Artinya:
hidup hanya untuk:
- makan,
- tidur,
- syahwat,
- rutinitas dunia,
- kebutuhan jasad.
Tanpa kehidupan ruh.
Seakan hidupnya biologis, bukan ruhani.
Maksud
keseluruhan:
Penulis membagi manusia menjadi dua:
1) معروف — yang dikenal
Cirinya:
✅ punya
bagian dengan Allah
✅ dekat dengan orang saleh
✅ maqam ṣidq
✅ hidupnya bermakna ruhani
Ini ma‘rifah hati.
2) منكر — yang asing
Cirinya:
❌ tak punya bagian ruhani
❌ tak dekat kepada Allah
❌ hidup sebatas jasad
❌ makan, tidur, rutinitas
Ini nakirah ruhani—ada secara fisik, tetapi
kosong secara makna.
Kesimpulan
Inti fasal:
Tidak semua manusia “dikenal” di sisi Allah.
Yang dikenal adalah yang punya bagian dari kejujuran, ibadah, dan kedekatan
kepada-Nya.
Yang tak punya bagian itu hidupnya hanya berputar pada makan dan tidur.
Kalimat ringkasnya:
Jadilah معروفًا في
السماء، ولو كنت مجهولًا في الأرض
Jadilah orang yang dikenal di langit, meski tidak dikenal di bumi.
Sumber:
الكتاب: نحو القلوب
المؤلف: الامام عبد الكريم بن هوزان بن عبد الملك
القشيرى (المتوفى: 465 ه)
Baca juga:
Melepaskan Ketergantungan
Kepada Selain Allahs Dan Keterikatan Hati Kepada Hakikat Ilahi - نحو القلوب

Tidak ada komentar:
Posting Komentar