Keampuhan Doa Ibu
Keampuhan Doa Ibu
Abu Abdullah al-Husain bin Ahmad al-Saffar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Harun al-Hadrami menceritakan kepada kami, Khalid bin Yusuf menceritakan kepada kami, Abu ‘Awanah menceritakan dari ‘Umar bin Abi Salamah, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ada seorang lelaki dari Bani Israil, seorang pedagang. Pernah sekali ia mengalami kerugian dalam perdagangannya, dan pernah pula mendapat keuntungan lain waktu. Lalu ia berkata: Apa gunanya perdaganganku ini jika ada rugi? Aku akan mencari perdagangan yang tidak ada kerugiannya.
Lalu dia pergi ke sebuah biara untuk bertapa. Namanya Juraij.
Di sana, seorang penggembala domba dan seorang penggembala kambing biasa datang menemuinya.
Suatu hari, ibu Juraij datang menemuinya, lalu dia berteriak kepadanya ketika dia sedang berdiri shalat.
Ibunya memanggil: “Juraij!”
Dalam hatinya Juraij berkata: “Menjawab panggilan Ibu atau meneruskan shalat?”
Ibunya memanggil lagi: “Juraij!”
Dia tidak menjawabnya, dan berkata dalam hatinya: “Menjawab panggilan Ibu atau meneruskan shalat?”
Nabi saw. melanjutkan: “Lalu Ibunya pergi, kemudian datang lagi suatu hari, dan memanggilnya: “Juraij!”
Dia berkata dalam hatinya: “Menjawab panggilan Ibu atau meneruskan shalat?”
Dia tidak menjawabnya, dan berkata: “Menjawab panggilan Ibu atau meneruskan shalat?”
Lalu ibunya pun pergi, lalu berkata: “Ya Allah, jika dia mendengar suaraku, tetapi tidak menjawabku, janganlah Engkau matikan dia sampai dia menatap mata wanita pezina.”
Kemudian, seorang penggembala domba menggauli wanita penggembala kambing dan menghamilinya.
Ketika dia melahirkan, orang-orang bertanya kepadanya: “Celaka kamu! Dari siapa kamu melahirkan?”
Dia menjawab: “Dari Juraij.”
Lalu mereka pergi kepada raja dan memberitahukannya.
Raja berkata: “Turunkan dia, bawa kepadaku.”
Lalu mereka menghancurkan biaranya dan Juraij diturunkan.
Raja berkata:
“Celaka kamu, Juraij! Kami menganggapmu orang terbaik, tetapi wanita ini hamil.”
Bawa dia pergi, dan hukumlah dia.’
Lalu Juraij keluar di hadapan rakyat, dan rakyat pun ikut bersamanya hingga sampai di tempat yang ditetapkan.
Dia berkata:
“Apakah kalian melihat orang yang kalian klaim sebagai anakku ini? Perlihatkan kepadaku agar aku bisa melihatnya.”
Lalu wanita itu dibawa beserta anaknya, yang masih menyusu.
Juraij berkata: “Wahai anak muda, siapakah ayahmu?”
Saat bayi itu melepaskan mulutnya dari payudara ibunya, berkata: “Ayahku adalah penggembala domba.”
Maka semua orang bersyukur dan kagum, lalu Juraij tertawa.
Mereka pergi kepada raja dan memberitahukannya.
Raja berkata: “Kembalikan dia.”
Maka dia dikembalikan, dan raja berkata kepada Juraij:
“Wahai Juraij, kami akan membuatnya seperti yang kau inginkan. Demi Allah, jika kau mau, kami bisa membangunnya untukmu dari emas dan perak.”
Juraij menjawab: “Kembalikan saja seperti semula.”
Mereka pun mengembalikan semuanya, dan Juraij kembali ke biaranya.
Raja bertanya kepadanya: “Demi Allah, apa yang membuatmu tertawa?”
Juraij menjawab: “Aku tidak tertawa kecuali karena doa yang didoakan ibuku untukku.”
Baca juga: Ahlats dengan tinggi delapan belas hasta yang mati dalam pelukan kekasihnya

Komentar
Posting Komentar