Langsung ke konten utama

Pendorong Seseorang Untuk Menuntut Ilmu Adalah Karena Harapan Atau Karena Rasa Takut

 


الباعث على طلب العلم رغبة أو رهبة

Pendorong Seseorang Untuk Menuntut Ilmu Adalah Karena Harapan Atau Karena Rasa Takut


وَاعْلَمْ أَنَّ لِكُلِّ مَطْلُوبٍ بَاعِثًا .

وَالْبَاعِثُ عَلَى الْمَطْلُوبِ شَيْئَانِ : رَغْبَةٌ أَوْ رَهْبَةٌ ، فَلْيَكُنْ طَالِبُ الْعِلْمِ رَاغِبًا رَاهِبًا .

Ketahuilah bahwa setiap sesuatu yang dicari pasti memiliki pendorong. Dan pendorong untuk mencari sesuatu itu ada dua: keinginan (harapan) atau rasa takut. Maka hendaklah orang yang menuntut ilmu memiliki harapan sekaligus rasa takut.


أَمَّا الرَّغْبَةُ فَفِي ثَوَابِ اللَّهِ تَعَالَى لِطَالِبِي مَرْضَاتِهِ ، وَحَافِظِي مُفْتَرَضَاتِهِ .

وَأَمَّا الرَّهْبَةُ فَمِنْ عِقَابِ اللَّهِ تَعَالَى لِتَارِكِي أَوَامِرِهِ ، وَمُهْمَلِي زَوَاجِرِهِ .

Adapun harapan (raghbah) itu adalah terhadap pahala dari Allah Ta‘ala bagi orang-orang yang mencari keridaan-Nya dan menjaga kewajiban-kewajiban-Nya.

Sedangkan rasa takut (rahbah) adalah terhadap siksa Allah Ta‘ala bagi orang-orang yang meninggalkan perintah-perintah-Nya dan mengabaikan larangan-larangan-Nya.


فَإِذَا اجْتَمَعَتْ الرَّغْبَةُ وَالرَّهْبَةُ أَدَّيَا إلَى كُنْهِ الْعِلْمِ وَحَقِيقَةِ الزُّهْدِ ؛ لِأَنَّ الرَّغْبَةَ أَقْوَى الْبَاعِثَيْنِ عَلَى الْعِلْمِ ، وَالرَّهْبَةَ أَقْوَى السَّبَبَيْنِ فِي الزُّهْدِ .

Apabila harapan (raghbah) dan rasa takut (rahbah) berkumpul, maka keduanya akan mengantarkan kepada hakikat ilmu dan hakikat zuhud. Karena harapan adalah pendorong yang paling kuat untuk menuntut ilmu, sedangkan rasa takut adalah sebab yang paling kuat untuk bersikap zuhud.


وَقَدْ قَالَتْ الْحُكَمَاءُ : أَصْلُ الْعِلْمِ الرَّغْبَةُ وَثَمَرَتُهُ السَّعَادَةُ ، وَأَصْلُ الزُّهْدِ الرَّهْبَةُ وَثَمَرَتُهُ الْعِبَادَةُ فَإِذَا اقْتَرَنَ الزُّهْدُ وَالْعِلْمُ فَقَدْ تَمَّتْ السَّعَادَةُ وَعَمَّتْ الْفَضِيلَةُ ، وَإِنْ افْتَرَقَا فَيَا وَيْحَ مُفْتَرَقَيْنِ مَا أَضَرَّ افْتِرَاقَهُمَا ، وَأَقْبَحَ انْفِرَادَهُمَا .

Para ahli hikmah berkata: “Pokok (asal) dari ilmu adalah keinginan (hasrat kuat untuk mendapatkannya), dan buahnya adalah kebahagiaan.

Pokok dari zuhud adalah rasa takut (kepada Allah), dan buahnya adalah ibadah.

Apabila zuhud dan ilmu bersatu, maka sempurnalah kebahagiaan dan meratalah keutamaan.

Namun jika keduanya berpisah, maka sungguh celakalah dua hal yang terpisah itu; betapa berbahayanya perpisahan keduanya dan betapa buruknya ketika masing-masing berdiri sendiri.”


وَقَدْ رُوِيَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : { مَنْ ازْدَادَ فِي الْعِلْمِ رُشْدًا ، فَلَمْ يَزْدَدْ فِي الدُّنْيَا زُهْدًا ، لَمْ يَزْدَدْ مِنْ اللَّهِ إلَّا بُعْدًا } .

Telah diriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda: “Barang siapa yang bertambah ilmunya dan petunjuknya, tetapi tidak bertambah sikap zuhudnya terhadap dunia, maka ia tidak bertambah dari Allah kecuali semakin jauh.”


وَقَالَ مَالِكُ بْنُ دِينَارٍ : مَنْ لَمْ يُؤْتَ مِنْ الْعِلْمِ مَا يَقْمَعُهُ ، فَمَا أُوتِيَ مِنْهُ لَا يَنْفَعُهُ .

Malik bin Dinar berkata: “Barang siapa tidak diberi ilmu yang dapat mengekang (menundukkan) dirinya, maka ilmu yang telah diberikan kepadanya tidak akan bermanfaat baginya.”


وَقَالَ بَعْضُ الْحُكَمَاءِ : الْفَقِيهُ بِغَيْرِ وَرَعٍ كَالسِّرَاجِ يُضِيءُ الْبَيْتَ وَيُحْرِقُ نَفْسَهُ .

Sebagian para hukama (orang-orang bijak) berkata: “Seorang faqih (orang yang berilmu agama) tanpa sifat wara’ seperti lampu yang menerangi rumah tetapi membakar dirinya sendiri.”


Baca juga: Bertahap Dalam Menuntut Ilmu


Komentar

Postingan populer dari blog ini

الا لا تنال العلم الا بستة Bahasa Jawa dan Indonesia

الا لا تنال العلم الا بستة TERJEMAH ALAA LAA TANULUL ILMA ILLA BISITTATIN (Bahasa Jawa dan Indonesia) SYARAT-SYARAT MENCARI ILMU  اَلاَ لاَتَنَــــالُ الْعِـــلْمَ اِلاَّ بِســــــِتَّةٍ ۞ سَأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانٍ ELINGO DAK HASIL ILMU ANGING NEM PERKORO # BAKAL TAK CERITAKKE KUMPULE KANTI PERTELO  ذُكَاءٍ وَحِرْصٍ وَاصْطِبَارٍوَبُلْغَةٍ ۞ وَاِرْشَادُ اُسْتَاذٍ وَطُوْلِ زَمَانٍ  RUPANE LIMPAT LUBO SOBAR ONO SANGUNE # LAN PIWULANGE GURU LAN SING SUWE MANGSANE Ingatlah..... kalian tidak akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat kecuali dengan 6[enam] syarat, yaitu cerdas, semangat, sabar, biaya, petunjuk ustadz dan lama waktunya. MENCARI TEMAN  عَنِ الْـمَرْءِ لاَ تَسْأَلْ وَسَلْ عَنْ قَرِيْنِهِ ۞ فَإِنَّ القَرِيْنَ بِالْـمُقَـــــارِنِ يَقْتَــــــــــدِيْ JO TAKON SONGKO WONG SIJI TAKONO KANCANE # KRONO SAKTEMENE KONCO MANUT KANG NGANCANI فَاِنْ كَانَ ذَا شَرٍّ فَجَنِّبْـــــهُ سُــرْعَةً ۞ فَاِنْ كَانَ ذَاخَي...

Kesungguhan, Kegigihan Dan Cita-Cita Luhur

KUNCI SUKSES MENUNTUT ILMU FASAL 5 فصل فى الجد والمواظبة والهمة FASAL V Kesungguhan, Kegigihan Dan Cita-Cita Luhur ثم لا بد من الجد والمواظبة والملازمة لطالب العلم، وإليه الإشارة فى القرآن بقوله تعالى: يا يحيى خذ الكتاب بقوة. وقوله تعالى: والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا Kemudian bagi para pelajar harus bersungguh-sungguh, tekun dan gigih dalam belajar. Hal ini telah diisyaratkan dalam Al-Qur’an sebagaimana firman Allah Ta’ala; “ Wahai Yahya! Ambillah (pelajarilah) kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sunggu h”. (Qs. Maryam; 12). Dan firman Allah Ta’ala; “ Dan Orang-orang yang berjihad (mencari keridhaan) Kami, Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami ”. (Qs. Ankabut; 69). وقيل: من طلب شيئا وجد وجد، ومن قرع الباب ولج ولج. Dikatakan; Barangsiapa bersungguh-sungguh dalam mencari sesuatu ia pasti mendapatkan, dan barangsiapa yang mengetuk pintu dan maju pantang mundur, ia pasti dapat masuk. وقيل: بقدرما تتعنى تنال ما تتمنى . Dan dikatakan;...

Mengagungkan Ilmu Dan Ahli Ilmu

KUNCI SUKSES MENUNTUT ILMU FASAL 4 فصل فى تعظيم العلم وأهله FASAL IV Mengagungkan Ilmu Dan Ahli Ilmu اعلم أن طالب العلم لا ينال العلم ولا ينتفع به إلا بتعظيم العلم وأهله، وتعظيم الأستاذ وتوقيره . Ketahuilah bahwa seorang pelajar tidak akan mendapatpakan ilmu, kalau pun mendapatkan ia tidak akan dapat mengambil manfa’atnya kecuali dengan mengagungkan ilmu dan ahli ilmu (‘ulama’), memuliakan guru dan menghormatinya. قيل: ما وصل من وصل إلا بالحرمة، وما سقط من سقط إلا بترك الحرمة والتعظيم. وقيل: الحرمة خير من الطاعة، ألا ترى أن الإنسان لا يكفر بالمعصية، وإنما يكفر بترك الحرمة. ومن تعظيم العلم تعظيم الأستاذ. Dikatakan; Tidaklah berhasil orang yang berhasil itu melainkan karena ia menghormati ilmu dan ahli ilmu, dan tidaklah gagal orang yang gagal itu melainkan karena ia tidak menghormati dan tidak mengagungkan ilmu dan ahli ilmu. Dan dikatakan; Hormat itu lebih baik daripada ta’at. Apakah kamu tidak mengerti bahwa seorang manusia tidaklah menjadi kufur s...

Memulai Belajar, Ukuran Dan Urut-Urutannya

KUNCI SUKSES MENUNTUT ILMU FASAL 6 فصل فى بداية السبق وقدره وترتيبه FASAL VI Memulai Belajar, Ukuran Dan Urut-Urutannya كان أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين رحمه الله يوقف بداية السبق على يوم الأربعاء، وكان يروى فى ذلك حديثا ويستدل به ويقول: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من شيئ بدئ يوم الأربعاء إلا وقد تم Guru kami Syaikhul Islam Burhanuddin rahimahullahu Ta’ala kebiasaannya memulai belajar pada hari Rabu. Beliau meriwayatkan hadits tentang hal itu dan menjadikan hadits tersebut sebagai landasannya; beliau berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Tiada sesuatu pun yang di mulai pada hari Rabu kecuali akan menjadi sempurna”. وهكذا كان يفعل أبى ابو حنيفة، وكان يروى هذا الحديث عن أستاذه الشيخ الإمام الأجل قوام الدين أحمد بن عبد الرشيد رحمه الله Demikian pula yang dikerjakan Abu Hanifah. Dan beliau meriwayatkan hadits ini dari gurunya Asy-Syaikh Al-Imam Al-Ajall Qawwamuddin Ahmad bin ‘Abdur Rasyid rahimahullahu Ta’ala. وسمعت مم...

KEUTAMAAN BULAN RAJAB YANG DI AGUNGKAN KITAB DURRATUN NASHIHIN MAJIS 11

KEUTAMAAN BULAN RAJAB YANG DI AGUNGKAN KITAB DURRATUN NASHIHIN MAJIS 11 Surat Ali ‘Imran 133 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (آل عمران ١٣٣) “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada sorga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa” .(Qs. Ali ‘Imran 133). وَسَارِعُوا “Dan bersegeralah kamu” , Bersegeralah dan menghadaplah. إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ “ kepada ampunan dari Tuhanmu” , Kepada ‘amal yang berhak mendapatkan ampunan seperti Islam, taubat dan ikhlash. وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ “ dan kepada sorga yang luasnya seluas langit dan bumi” , Disebutkannya bumi karena faidah Mubalaghoh (untuk menunjukkan sesuatu yang berlebih-lebihan), didalam menyifati luas sorga sebagai perumpamaan, karena bumi lebih rendah dibawah panjang. Diriwayatkan dari Ibnu ‘A...