Langsung ke konten utama

Keistimewaan Suami Takut Istri Dan Balasan Istiri Yang Berani Kepada Suami


 Suami Takut Istri

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Sahl, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ahmad bin al-Barra’, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Abdul Mun‘im bin Idris bin Sinan, ia berkata: telah menceritakan kepadaku ayahku, dari kakeknya Wahb, ia berkata: Abu Hurairah berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

«كل الأعاجيب كانت في بني إسرائيل، حدثوا عنهم ولا حرج، فلو حدثتكم حديث العجوزين لعجبتم»

“Segala kisah yang menakjubkan pernah terjadi pada Bani Israil. Maka ceritakanlah tentang mereka dan tidak mengapa. Seandainya aku menceritakan kepada kalian kisah dua orang perempuan tua, niscaya kalian akan merasa heran.”

Para sahabat bertanya:

“Wahai Rasulullah, siapakah dua perempuan tua itu?”

Beliau bersabda:

“Pada zaman Bani Israil ada seorang laki-laki yang mempunyai seorang istri yang sangat ia cintai.

Bersama istrinya itu ada ibunya (ibu si istri) yang sudah tua dan berperangai buruk.

Ibu itu selalu menghasut putrinya agar menyakiti (atau memusuhi) ibu dari suaminya.

Suaminya mendengar perkataan istrinya dan ia sangat mencintainya.

Lalu istrinya berkata kepada suaminya:

“Aku tidak akan pernah rela kepadamu sampai engkau mengusir ibumu dari sisiku.”

Padahal kedua perempuan tua itu sudah sama-sama buta penglihatannya.

Istrinya tidak berhenti mendesaknya hingga akhirnya ia membawa ibunya keluar.

Lalu ia menempatkan ibunya itu di tanah yang sepi (padang tandus) tanpa makanan dan tanpa minuman, agar binatang-binatang buas memakannya.

Kemudian ia meninggalkannya dan pergi.

Ketika malam tiba, binatang-binatang buas mulai mendatanginya. Lalu datanglah seorang malaikat dari para malaikat, dan berkata kepadanya:

“Suara-suara apakah ini yang aku dengar di sekelilingmu?”

Wanita tua itu berkata:

“Baik, ini hanyalah suara unta, sapi, dan domba.”

Malaikat itu berkata:

“Baiklah, biarlah begitu.”

Kemudian malaikat itu pergi meninggalkannya.

Ketika pagi tiba, lembah itu telah dipenuhi dengan unta, sapi, dan domba.

Lalu putranya berkata:

“Seandainya aku pergi menemui ibuku dan melihat apa yang telah terjadi.”

Kemudian ia datang, dan ternyata lembah itu sudah dipenuhi dengan unta, sapi, dan domba.

Ia berkata:

“Wahai ibuku, apa ini?”

Wanita tua itu berkata:

“Wahai anakku, rezeki dan karunia Allah ini diberikan kepadaku, padahal engkau telah durhaka kepadaku dan menuruti perintah istrimu dalam hal itu.”

Lalu ia berkata kepadanya untuk mengambil ibunya, dan ia membawa serta semua hewan ternak (unta dan sapi) yang diberikan kepadanya.

Setelah itu, ketika ia kembali, ia membawa ibunya bersama harta yang diperolehnya itu kepada istrinya.

Istrinya berkata kepadanya:

“Demi Allah, aku tidak akan rela kepadamu sampai engkau membawa ibuku dan menempatkannya di tempat yang sama seperti ibumu dulu diletakkan, sehingga ia mengalami hal yang sama seperti ibumu.”

Kemudian ia pergi membawa wanita tua itu (ibu istrinya), dan menempatkannya di tempat yang sama seperti ibunya sendiri sebelumnya.

Setelah itu, ia meninggalkannya.

Ketika malam tiba, wanita tua itu dihampiri binatang buas.

Kemudian datang malaikat yang dikirim Allah kepada wanita tua pada tempat yang ditempati wanita sebelumnya, dan berkata:

“Wahai wanita tua, suara-suara apakah ini yang aku dengar di sekelilingmu?”

Wanita tua itu berkata:

“Celaka, demi Allah, ini sulit! Binatang-binatang buas ini ingin memakan aku.”

Malaikat itu berkata:

“Baiklah, biarlah ia mendapat kesulitan dan bencana itu.”

Kemudian malaikat itu pergi meninggalkannya.

Binatang-binatang buas datang kepadanya dan memakannya.

Ketika pagi tiba.

Istrinya berkata kepadanya:

“Pergilah, lihat apa yang telah terjadi pada ibuku.”

Ia pun pergi untuk melihat, tetapi ia hanya menemukan sisa-sisa tulang ibunya yang tersisa dari binatang-binatang buas.

Ia kembali kepada istrinya dan memberitahukannya.

Istrinya bersedih sangat atas ibunya, lalu ia mengambil tulang-tulang ibunya, membungkusnya dengan kain, dan meletakkannya di hadapan putrinya, hingga akhirnya ia meninggal karena sedih yang mendalam.


Baca juga: Siapa Sajakah Orang-orang Yang Pernah Menguasai Dunia Sepenuhnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

الا لا تنال العلم الا بستة Bahasa Jawa dan Indonesia

الا لا تنال العلم الا بستة TERJEMAH ALAA LAA TANULUL ILMA ILLA BISITTATIN (Bahasa Jawa dan Indonesia) SYARAT-SYARAT MENCARI ILMU  اَلاَ لاَتَنَــــالُ الْعِـــلْمَ اِلاَّ بِســــــِتَّةٍ ۞ سَأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانٍ ELINGO DAK HASIL ILMU ANGING NEM PERKORO # BAKAL TAK CERITAKKE KUMPULE KANTI PERTELO  ذُكَاءٍ وَحِرْصٍ وَاصْطِبَارٍوَبُلْغَةٍ ۞ وَاِرْشَادُ اُسْتَاذٍ وَطُوْلِ زَمَانٍ  RUPANE LIMPAT LUBO SOBAR ONO SANGUNE # LAN PIWULANGE GURU LAN SING SUWE MANGSANE Ingatlah..... kalian tidak akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat kecuali dengan 6[enam] syarat, yaitu cerdas, semangat, sabar, biaya, petunjuk ustadz dan lama waktunya. MENCARI TEMAN  عَنِ الْـمَرْءِ لاَ تَسْأَلْ وَسَلْ عَنْ قَرِيْنِهِ ۞ فَإِنَّ القَرِيْنَ بِالْـمُقَـــــارِنِ يَقْتَــــــــــدِيْ JO TAKON SONGKO WONG SIJI TAKONO KANCANE # KRONO SAKTEMENE KONCO MANUT KANG NGANCANI فَاِنْ كَانَ ذَا شَرٍّ فَجَنِّبْـــــهُ سُــرْعَةً ۞ فَاِنْ كَانَ ذَاخَي...

Kesungguhan, Kegigihan Dan Cita-Cita Luhur

KUNCI SUKSES MENUNTUT ILMU FASAL 5 فصل فى الجد والمواظبة والهمة FASAL V Kesungguhan, Kegigihan Dan Cita-Cita Luhur ثم لا بد من الجد والمواظبة والملازمة لطالب العلم، وإليه الإشارة فى القرآن بقوله تعالى: يا يحيى خذ الكتاب بقوة. وقوله تعالى: والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا Kemudian bagi para pelajar harus bersungguh-sungguh, tekun dan gigih dalam belajar. Hal ini telah diisyaratkan dalam Al-Qur’an sebagaimana firman Allah Ta’ala; “ Wahai Yahya! Ambillah (pelajarilah) kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sunggu h”. (Qs. Maryam; 12). Dan firman Allah Ta’ala; “ Dan Orang-orang yang berjihad (mencari keridhaan) Kami, Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami ”. (Qs. Ankabut; 69). وقيل: من طلب شيئا وجد وجد، ومن قرع الباب ولج ولج. Dikatakan; Barangsiapa bersungguh-sungguh dalam mencari sesuatu ia pasti mendapatkan, dan barangsiapa yang mengetuk pintu dan maju pantang mundur, ia pasti dapat masuk. وقيل: بقدرما تتعنى تنال ما تتمنى . Dan dikatakan;...

Mengagungkan Ilmu Dan Ahli Ilmu

KUNCI SUKSES MENUNTUT ILMU FASAL 4 فصل فى تعظيم العلم وأهله FASAL IV Mengagungkan Ilmu Dan Ahli Ilmu اعلم أن طالب العلم لا ينال العلم ولا ينتفع به إلا بتعظيم العلم وأهله، وتعظيم الأستاذ وتوقيره . Ketahuilah bahwa seorang pelajar tidak akan mendapatpakan ilmu, kalau pun mendapatkan ia tidak akan dapat mengambil manfa’atnya kecuali dengan mengagungkan ilmu dan ahli ilmu (‘ulama’), memuliakan guru dan menghormatinya. قيل: ما وصل من وصل إلا بالحرمة، وما سقط من سقط إلا بترك الحرمة والتعظيم. وقيل: الحرمة خير من الطاعة، ألا ترى أن الإنسان لا يكفر بالمعصية، وإنما يكفر بترك الحرمة. ومن تعظيم العلم تعظيم الأستاذ. Dikatakan; Tidaklah berhasil orang yang berhasil itu melainkan karena ia menghormati ilmu dan ahli ilmu, dan tidaklah gagal orang yang gagal itu melainkan karena ia tidak menghormati dan tidak mengagungkan ilmu dan ahli ilmu. Dan dikatakan; Hormat itu lebih baik daripada ta’at. Apakah kamu tidak mengerti bahwa seorang manusia tidaklah menjadi kufur s...

Memulai Belajar, Ukuran Dan Urut-Urutannya

KUNCI SUKSES MENUNTUT ILMU FASAL 6 فصل فى بداية السبق وقدره وترتيبه FASAL VI Memulai Belajar, Ukuran Dan Urut-Urutannya كان أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين رحمه الله يوقف بداية السبق على يوم الأربعاء، وكان يروى فى ذلك حديثا ويستدل به ويقول: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من شيئ بدئ يوم الأربعاء إلا وقد تم Guru kami Syaikhul Islam Burhanuddin rahimahullahu Ta’ala kebiasaannya memulai belajar pada hari Rabu. Beliau meriwayatkan hadits tentang hal itu dan menjadikan hadits tersebut sebagai landasannya; beliau berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Tiada sesuatu pun yang di mulai pada hari Rabu kecuali akan menjadi sempurna”. وهكذا كان يفعل أبى ابو حنيفة، وكان يروى هذا الحديث عن أستاذه الشيخ الإمام الأجل قوام الدين أحمد بن عبد الرشيد رحمه الله Demikian pula yang dikerjakan Abu Hanifah. Dan beliau meriwayatkan hadits ini dari gurunya Asy-Syaikh Al-Imam Al-Ajall Qawwamuddin Ahmad bin ‘Abdur Rasyid rahimahullahu Ta’ala. وسمعت مم...

KEUTAMAAN BULAN RAJAB YANG DI AGUNGKAN KITAB DURRATUN NASHIHIN MAJIS 11

KEUTAMAAN BULAN RAJAB YANG DI AGUNGKAN KITAB DURRATUN NASHIHIN MAJIS 11 Surat Ali ‘Imran 133 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (آل عمران ١٣٣) “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada sorga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa” .(Qs. Ali ‘Imran 133). وَسَارِعُوا “Dan bersegeralah kamu” , Bersegeralah dan menghadaplah. إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ “ kepada ampunan dari Tuhanmu” , Kepada ‘amal yang berhak mendapatkan ampunan seperti Islam, taubat dan ikhlash. وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ “ dan kepada sorga yang luasnya seluas langit dan bumi” , Disebutkannya bumi karena faidah Mubalaghoh (untuk menunjukkan sesuatu yang berlebih-lebihan), didalam menyifati luas sorga sebagai perumpamaan, karena bumi lebih rendah dibawah panjang. Diriwayatkan dari Ibnu ‘A...