Kesempurnaan Dan Kematangan Akal

 

اكتمال العقل

Kesempurnaan Dan Kematangan Akal

فَأَمَّا إذَا اجْتَمَعَ هَذَانِ الْوَجْهَانِ فِي الْعَقْلِ الْمُكْتَسَبِ وَهُوَ مَا يُنَمِّيهِ فَرْطُ الذَّكَاءِ بِجَوْدَةِ الْحَدْسِ وَصِحَّةِ الْقَرِيحَةِ بِحُسْنِ الْبَدِيهَةِ ، مَعَ مَا يُنَمِّيه الِاسْتِعْمَالُ بِطُولِ التَّجَارِبِ وَمُرُورِ الزَّمَانِ بِكَثْرَةِ الِاخْتِبَارِ ، فَهُوَ الْعَقْلُ الْكَامِلُ عَلَى الْإِطْلَاقِ فِي الرَّجُلِ الْفَاضِلِ الِاسْتِحْقَاقِ .

Adapun jika kedua sisi ini berkumpul dalam akal yang diperoleh (العقل المكتسب) — yaitu yang dibentuk oleh kombinasi kecerdasan luar biasa dengan kualitas intuisi dan ketajaman akal —

bersama dengan apa yang dikembangkan oleh penggunaan pengalaman, lamanya waktu, dan banyaknya ujian, maka itulah akal sempurna secara mutlak pada seorang manusia mulia yang memang layak memilikinya.


رَوَى أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ { : أُثْنِيَ عَلَى رَجُلٍ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِخَيْرٍ فَقَالَ : كَيْفَ عَقْلُهُ ؟ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ إنَّ مِنْ عِبَادَتِهِ ... ، إنَّ مِنْ خُلُقِهِ ... ، إنَّ مِنْ فَضْلِهِ ... ، إنَّ مِنْ أَدَبِهِ ... .

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik (radhiyallahu ‘anhu) ia berkata:

‘Seorang pria dipuji di hadapan Rasulullah ﷺ karena kebaikannya. Maka beliau bertanya: “Bagaimana akalnya?”

Mereka menjawab: “Wahai Rasulullah, sebagian dari ibadahnya..., sebagian dari akhlaknya..., sebagian dari keutamaannya..., sebagian dari adab dan sopannya...”


فَقَالَ : كَيْفَ عَقْلُهُ ؟ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ نُثْنِي عَلَيْهِ بِالْعِبَادَةِ ، وَأَصْنَافِ الْخَيْرِ وَتَسْأَلُنَا عَنْ عَقْلِهِ ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إنَّ الْأَحْمَقَ الْعَابِدَ يُصِيبُ بِجَهْلِهِ أَعْظَمَ مِنْ فُجُورِ الْفَاجِرِ وَإِنَّمَا يَقْرَبُ النَّاسُ مِنْ رَبِّهِمْ بِالزُّلَفِ عَلَى قَدْرِ عُقُولِهِمْ } .

Maka beliau bertanya: ‘Bagaimana akalnya?’

Mereka menjawab: ‘Wahai Rasulullah, kami memuji dia karena ibadahnya dan berbagai macam kebaikannya, dan Engkau menanyakan akalnya kepada kami?’

Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Sesungguhnya orang bodoh yang beribadah, karena kebodohannya ia bisa melakukan dosa yang lebih besar daripada kejahatan orang fasik.

Dan sesungguhnya manusia hanya mendekat kepada Rabb mereka sejauh akal mereka.’


Baca juga: Penambahan / Peningkatan Akal Yang Diperoleh (Melalui Pembelajaran Dan Usaha)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Apakah Dalam Al-Qur’an Terdapat Kata-kata Yang Berasal Dari Luar Bahasa Arab?

باب هل ورد في القرآن كلمات خارجة عن لغات العرب أولا Apakah Dalam Al-Qur’an Terdapat Kata-Kata Yang Berasal Dari Luar Bahasa Arab? لا خلاف بي...