Perkembangan Akal Yang Diperoleh Melalui Pengalaman Dan Penjelasan
نمو العقل المكتسب بالتجارب وحسنكة الشرح
“Perkembangan Akal Yang Diperoleh Melalui Pengalaman Dan Penjelasan”
وَأَمَّا الْعَقْلُ الْمُكْتَسَبُ فَهُوَ نَتِيجَةُ الْعَقْلِ الْغَرِيزِيِّ وَهُوَ نِهَايَةُ الْمَعْرِفَةِ ، وَصِحَّةُ السِّيَاسَةِ ، وَإِصَابَةُ الْفِكْرَةِ .
Adapun akal yang diperoleh (العقل المكتسب) (hasil usaha/latihan), maka ia adalah hasil dari akal bawaan (العقل الغريزي). Ia merupakan puncak pengetahuan, ketepatan dalam mengatur (kebijakan), dan kebenaran dalam gagasan.
وَلَيْسَ لِهَذَا حَدٌّ ؛ لِأَنَّهُ يَنْمُو إنْ اُسْتُعْمِلَ وَيَنْقُصُ إنْ أُهْمِلَ .
وَنَمَاؤُهُ يَكُونُ بِأَحَدِ وَجْهَيْنِ : إمَّا بِكَثْرَةِ الِاسْتِعْمَالِ إذَا لَمْ يُعَارِضْهُ مَانِعٌ مِنْ هَوًى وَلَا صَادٌّ مِنْ شَهْوَةٍ ، كَاَلَّذِي يَحْصُلُ لِذَوِي الْأَسْنَانِ مِنْ الْحُنْكَةِ وَصِحَّةِ الرَّوِيَّةِ بِكَثْرَةِ التَّجَارِبِ وَمُمَارَسَةِ الْأُمُورِ .
Akal ini tidak memiliki batas; karena ia berkembang jika digunakan dan berkurang jika diabaikan.
Perkembangannya terjadi melalui dua cara:
1. Dengan banyak digunakan, selama tidak dihalangi oleh penghalang berupa hawa nafsu dan tidak dicegah oleh syahwat.
Seperti yang terjadi pada orang-orang yang telah berusia lanjut, berupa kematangan pengalaman dan ketepatan pertimbangan karena banyaknya pengalaman dan praktik dalam berbagai urusan.”
وَلِذَلِكَ حَمِدَتْ الْعَرَبُ آرَاءَ الشُّيُوخِ حَتَّى قَالَ بَعْضُهُمْ : الْمَشَايِخُ أَشْجَارُ الْوَقَارِ ، وَمَنَاجِعُ الْأَخْبَارِ ، لَا يَطِيشُ لَهُمْ سَهْمٌ ، وَلَا يَسْقُطُ لَهُمْ وَهْمٌ ، إنْ رَأَوْك فِي قَبِيحٍ صَدُّوك ، وَإِنْ أَبْصَرُوك عَلَى جَمِيلٍ أَمَدُّوك .
Oleh karena itu, orang-orang Arab memuji pendapat para sesepuh (orang tua bijak), sehingga sebagian dari mereka berkata: ‘Para sesepuh itu ibarat pohon-pohon wibawa (melambangkan keteguhan, kematangan, dan kewibawaan), dan (Mereka adalah) sumber-sumber pengetahuan, tidak ada anak panah yang meleset dari mereka, dan tidak ada keraguan yang jatuh pada mereka. Jika mereka melihatmu melakukan keburukan, mereka menahanmu; dan jika mereka melihatmu melakukan kebaikan, mereka menolongmu.
وَقِيلَ : عَلَيْكُمْ بِآرَاءِ الشُّيُوخِ فَإِنَّهُمْ إنْ فَقَدُوا ذَكَاءَ الطَّبْعِ فَقَدْ مَرَّتْ عَلَى عُيُونِهِمْ وُجُوهُ الْعِبْرِ ، وَتَصَدَّتْ لِأَسْمَاعِهِمْ آثَارُ الْغَيْرِ .
Dikatakan: ‘Berpeganglah pada pendapat para sesepuh, karena meskipun mereka kehilangan kecerdasan bawaan, mata mereka telah menyaksikan berbagai wajah pengalaman, dan pada telinga mereka telah terdengar bekas-bekas pengaruh orang lain.
وَقِيلَ فِي مَنْثُورِ الْحِكَمِ : مَنْ طَالَ عُمُرُهُ نَقَصَتْ قُوَّةُ بَدَنِهِ وَزَادَتْ قُوَّةُ عَقْلِهِ .
Dikatakan dalam Manthur al-Hikam: “Barang siapa yang panjang umurnya, maka kekuatan tubuhnya berkurang, tetapi kekuatan akalnya bertambah.”
وَقِيلَ فِيهِ : لَا تَدَعُ الْأَيَّامُ جَاهِلًا إلَّا أَدَّبَتْهُ .
Dikatakan didalamnya: “Tidak ada hari yang lewat tanpa mendidik orang yang bodoh (atau orang yang belum beradab).”
وَقَالَ بَعْضُ الْحُكَمَاءِ : كَفَى بِالتَّجَارِبِ تَأَدُّبًا وَبِتَقَلُّبِ الْأَيَّامِ عِظَةً .
Dan sebagian orang bijak berkata: “Cukuplah pengalaman sebagai sarana pendidikan, dan pergantian hari-hari sebagai pelajaran.”
وَقَالَ بَعْضُ الْبُلَغَاءِ : التَّجْرِبَةُ مِرْآةُ الْعَقْلِ ، وَالْغِرَّةُ ثَمَرَةُ الْجَهْلِ .
Dan sebagian Ahli retorika, orator, atau penutur yang bijaksana berkata: Pengalaman adalah cermin akal, dan kesombongan adalah buah kebodohan.
وَقَالَ بَعْضُ الْأُدَبَاءِ : كَفَى مُخَبِّرًا عَمَّا بَقِيَ مَا مَضَى وَكَفَى عِبَرًا لِأُولِي الْأَلْبَابِ مَا جَرَّبُوا .
Dan sebagian orang sastrawan berkata: “Cukuplah masa lalu menjadi pemberi kabar, dan cukuplah pengalaman bagi orang-orang yang berakal sebagai pelajaran.”
وَقَالَ بَعْضُ الشُّعَرَاءِ :
أَلَمْ تَرَ أَنَّ الْعَقْلَ زَيْنٌ لِأَهْلِهِ # وَلَكِنْ تَمَامُ الْعَقْلِ طُولُ التَّجَارِبِ
Dan sebagian penyair berkata:
Bukankah kamu melihat bahwa akal adalah perhiasan bagi pemiliknya, tetapi kesempurnaan akal diperoleh dari panjangnya pengalaman?
وَقَالَ آخَرُ :
إذَا طَالَ عُمْرُ الْمَرْءِ فِي غَيْرِ آفَةٍ # أَفَادَتْ لَهُ الْأَيَّامُ فِي كَرِّهَا عَقْلَا
Dan penyair yang lain berkata:
Jika umur seseorang panjang tanpa terkena musibah, hari-hari itu bermanfaat baginya untuk menguatkan akalnya melalui pengalaman pahit

Komentar
Posting Komentar