Tidak Bermanfaat Bagimu Akal Yang Diperoleh (Melalui Belajar, Pengalaman, Pendidikan) Tanpa Akal Bawaan

 

لا ينفعك العقل المكتسب عن الغريزى

Tidak Bermanfaat Bagimu Akal Yang Diperoleh (Melalui Belajar, Pengalaman, Pendidikan) Tanpa Akal Bawaan


وَاعْلَمْ أَنَّ الْعَقْلَ الْمُكْتَسَبَ لَا يَنْفَكُّ عَنْ الْعَقْلِ الْغَرِيزِيِّ ؛ لِأَنَّهُ نَتِيجَةٌ مِنْهُ .

وَقَدْ يَنْفَكُّ الْعَقْلُ الْغَرِيزِيُّ عَنْ الْعَقْلِ الْمُكْتَسَبِ فَيَكُونَ صَاحِبُهُ مَسْلُوبَ الْفَضَائِلِ ، مَوْفُورَ الرَّذَائِلِ ، كَالْأَنْوَكِ الَّذِي لَا يَجِدُ لَهُ فَضِيلَةً ، وَالْأَحْمَقُ الَّذِي قَلَّ مَا يَخْلُو مِنْ رَذِيلَةٍ .

Ketahuilah bahwa akal yang diperoleh (melalui belajar dan pengalaman) tidak terlepas dari akal bawaan (fitri), karena ia merupakan hasil darinya.

Namun akal bawaan bisa saja terlepas dari akal yang diperoleh; sehingga pemiliknya menjadi orang yang tercabut dari keutamaan-keutamaan dan dipenuhi dengan kehinaan-kehinaan, seperti orang yang dungu (bodoh lemah pikirannya) yang tidak memiliki satu pun keutamaan, dan orang yang sangat bodoh yang jarang sekali kosong dari sifat tercela.


وَقَدْ رُوِيَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : { الْأَحْمَقُ كَالْفَخَّارِ لَا يُرَقَّعُ وَلَا يُشَعَّبُ } .

Telah diriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda: ‘Orang yang sangat bodoh itu seperti tembikar; tidak dapat ditambal dan tidak dapat disambung (jika pecah).’


وَرُوِيَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : { الْأَحْمَقُ أَبْغَضُ خَلْقِ اللَّهِ إلَيْهِ ، إذْ حَرَمَهُ أَعَزَّ الْأَشْيَاءِ عَلَيْهِ } .

Dan diriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda: ‘Orang yang sangat bodoh adalah makhluk yang paling dibenci Allah, karena Allah telah mengharamkannya (tidak memberinya) sesuatu yang paling mulia di sisi-Nya.’


وَقَالَ بَعْضُ الْحُكَمَاءِ : الْحَاجَةُ إلَى الْعَقْلِ أَقْبَحُ مِنْ الْحَاجَةِ إلَى الْمَالِ ، 

Sebagian orang bijak berkata: “Kebutuhan (kekurangan) akan akal itu lebih buruk daripada kebutuhan (kekurangan) akan harta.”


وَقَالَ بَعْضُ الْبُلَغَاءِ : دَوْلَةُ الْجَاهِلِ عِبْرَةُ الْعَاقِلِ ،

Dan sebagian ahli sastra berkata: Kekuasaan (atau masa kejayaan) orang bodoh adalah pelajaran bagi orang berakal.”


وَقَالَ أَنُوشِرْوَانَ لِبَزَرْجَمْهَرَ :

أَيُّ الْأَشْيَاءِ خَيْرٌ لِلْمَرْءِ ؟

قَالَ : عَقْلٌ يَعِيشُ بِهِ .

قَالَ : فَإِنْ لَمْ يَكُنْ ؟

قَالَ : فَإِخْوَانٌ يَسْتُرُونَ عَيْبَهُ .

قَالَ : فَإِنْ لَمْ يَكُنْ ؟

قَالَ : فَمَالٌ يَتَحَبَّبُ بِهِ إلَى النَّاسِ .

قَالَ : فَإِنْ لَمْ يَكُنْ ؟

قَالَ : فَعِيٌّ صَامِتٌ .

قَالَ : فَإِنْ لَمْ يَكُنْ ؟

قَالَ : فَمَوْتٌ جَارِفٌ .

Anusyirwan bertanya kepada Bazarjamhar: “Apakah sesuatu yang paling baik bagi seseorang?”

Ia menjawab: “Akal yang dengannya ia dapat hidup.”

Anusyirwan bertanya: “Jika tidak ada?”

Bazarjamhar menjawab: “Saudara-saudara (teman-teman) yang menutupi aibnya.”

Anusyirwan bertanya: “Jika tidak ada?”

Bazarjamhar menjawab: “Harta yang dengannya ia mengambil hati manusia.”

Anusyirwan bertanya: “Jika tidak ada?”

Bazarjamhar menjawab: “Kebisuan (bodoh) tetapi diam.”

Raja bertanya: “Jika tidak ada?”

Bazarjamhar menjawab: “Maka kematian yang menyapu.”

(Maksudnya: Jika seseorang tidak punya akal, tidak punya teman, tidak punya harta, dan tidak bisa menjaga diri dengan diam, maka hidupnya penuh kerusakan—hingga kematian dianggap lebih ringan daripada kerusakan yang ia timbulkan).


وَقَالَ سَابُورُ بْنُ أَرْدَشِيرَ : الْعَقْلُ نَوْعَانِ : أَحَدُهُمَا مَطْبُوعٌ ، وَالْآخَرُ مَسْمُوعٌ .

وَلَا يَصْلُحُ وَاحِدٌ مِنْهُمَا إلَّا بِصَاحِبِهِ ،

فَأَخَذَ ذَلِكَ بَعْضُ الشُّعَرَاءِ فَقَالَ :

رَأَيْتُ الْعَقْلَ نَوْعَيْنِ # فَمَسْمُوعٌ وَمَطْبُوعُ

وَلَا يَنْفَعُ مَسْمُوعٌ # إذَا لَمْ يَكُ مَطْبُوعُ

كَمَا لَا تَنْفَعُ الشَّمْسُ # وَضَوْءُ الْعَيْنِ مَمْنُوعُ

Sabur bin Ardashir berkata: “Akal itu ada dua macam: yang pertama adalah bawaan (fitri), dan yang kedua adalah yang didengar (dipelajari). Dan masing-masing tidak akan sempurna kecuali dengan yang lainnya.”

Lalu sebagian penyair mengambil makna itu dan berkata:

Aku melihat akal itu dua macam: yang dipelajari dan yang bawaan

Tidak bermanfaat akal yang dipelajari jika tidak ada akal bawaan

Sebagaimana matahari tidak bermanfaat jika cahaya mata tertutup


Baca juga: Sifat / Ciri-ciri Orang Yang Berakal Dan Orang Yang Bodoh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesungguhan, Kegigihan Dan Cita-Cita Luhur

Mengagungkan Ilmu Dan Ahli Ilmu

الا لا تنال العلم الا بستة

KEUTAMAAN BULAN RAJAB YANG DI AGUNGKAN KITAB DURRATUN NASHIHIN MAJIS 11

KEUTAMAAN ILMU KITAB DURRATUN NASHIHIN MAJLIS 03