Keutamaan Berpuasa
روى عن النبى صلى الله عليه وسلم أنه قال: إذا كان يوم القيامة يجيء قوم لهم أجنحة كأجنحة الطير فيطيرون بها على حيطان الجنة، فيقول لهم خازن الجنة: من أنتم؟ فيقولون: نحن من أمة محمد صلى الله عليه وسلم، فيقول: هل رأيتم الحساب؟ فيقولون: لا، ثم يقول ثلنيا: هل رأيتم الصراط؟ فيقولون: لا، ثم يقول: بم وجدتم هذه الدرجات؟ فيقولون: عبدنا الله تعالى سرا فى دار الدنيا وأدخلنا الجنة سرا فى الآخرة (زبدة الواعظين) ولك لأن الصوم سر ليس فيه عمل يشاهد له بخلاف سائر الطاعات ولأنه سر لا يراه أحد إلا الله تعالى فالتزم جزاءه.
Diriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda: “Apabila hari kiamat tiba, datanglah sekelompok orang yang memiliki sayap seperti sayap burung, lalu mereka terbang dengan sayap itu di atas tembok-tembok surga.”
Maka penjaga surga bertanya kepada mereka: “Siapakah kalian?”
Mereka menjawab: “Kami dari umat Nabi Muhammad ﷺ.”
Kemudian penjaga surga bertanya: “Apakah kalian telah melihat hisab (perhitungan amal)?”
Mereka menjawab: “Tidak.”
Kemudian ia bertanya: “Apakah kalian telah melihat sirath (jembatan di atas neraka)?”
Mereka menjawab: “Tidak.”
Lalu ia bertanya lagi: “Dengan apa kalian mendapatkan derajat-derajat ini?”
Mereka menjawab: “Kami menyembah Allah secara rahasia di dunia, dan Kami dimasukkan ke surga secara rahasia di akhirat.”
وروى فى مشرعية الصوم أن الله تعالى خلق العقل، فقال: أقبل فأقبل، ثم قال: أدبر فأدبر، ثم قال: من أنت ومن أنا؟ قال العقل: أنت ربى وأنا عبدك الضعيف، فقال الله تعالى: يا عقل ما خلقت خلقا أعز منك، ثم خلق الله تعالى النفس فقال لها: أقبلى فلم تجب، ثم قال لها: من أنت ومن أنا؟ فقالت: أنا أنا وأنت أنت، فعذبها بنار جهنم مائة سنة ثم أخرجها فقال: من أنت ومن أنا؟ فأجابته كالأول ثم جعلها فى نار الجوع مائة سنة فسألها فأقرت بأنها العبد وأنه الرب، فأوجب الله تعالى عليها الصوم بسبب ذلك (مشكاة)
Diriwayatkan bahwa Allah Ta‘ala menciptakan akal, lalu Dia berfirman: “Maju!” Maka akal pun maju.
Kemudian Allah berfirman: “Mundur!” Maka akal pun mundur.
Lalu Allah bertanya: “Siapakah kamu dan siapakah Aku?”
Akal menjawab: “Engkau adalah Tuhanku, dan aku adalah hamba-Mu yang lemah.”
Allah berfirman: “Wahai akal, Aku tidak menciptakan makhluk yang lebih mulia darimu.”
Kemudian Allah menciptakan nafsu dan berfirman kepadanya: “Maju!” namun nafsu itu tidak menjawab.
Kemudian Allah bertanya: “Siapakah kamu dan siapakah Aku?”
Nafsu menjawab: “Aku adalah aku, dan Engkau adalah Engkau.”
Karena itu, Allah menghukumnya dengan api neraka selama seratus tahun, kemudian mengeluarkannya dan bertanya lagi: “Siapakah kamu dan siapakah Aku?”
Nafsu menjawab seperti jawaban pertama, lalu Allah menempatkannya di dalam api lapar (seratus tahun).
Kemudian nafsu itu mengakui bahwa ia adalah hamba dan Allah adalah Rabb.
Karena itu, Allah mewajibkan sebab hal tersebut.
حكى أن مجوسيا رأى ابنه فى رمضان يأكل فى السوق فضربه وقال: لم لم تحفظ حرمة المسلمين فى رمضان؟ فمات المجوسى فرآه عالم فى المنام على سرير العزة فى الجنة فقال: ألست مجوسيا؟ فقال: بلى ولكن سمعت وقت الموت نداء من فوق: يا ملائكتى لا تتركوه مجوسيا فأكرموه بالإسلام بحرمته لرمضان، فالإشاوة أن المجوسى لما احترم رمضان وجد الإيمان فكيف بمن صامه واحرمه (زبدة المجالس)
Dikisahkan bahwa seorang Majusi melihat anaknya makan di pasar pada bulan Ramadan, lalu memukulnya dan berkata: “Mengapa kamu tidak menjaga kesucian umat Muslim di bulan Ramadan?”
Kemudian Majusi itu meninggal, lalu seorang ulama melihatnya dalam mimpi di atas ranjang kehormatan di surga.
Ulama bertanya: “Bukankah engkau seorang Majusi?”
Ia menjawab: “Ya, tetapi saat meninggal aku mendengar seruan dari atas: “Wahai malaikat-Ku, jangan biarkan dia tetap Majusi, muliakan dia dengan Islam karena ia menghormati Ramadan.”
Baca juga: Keutamaan Bulan Ramadhan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar