قد يحسن الرمز فى الروم
Kadang-kadang Simbol Itu Bermanfaat Dalam Penulisan Atau Ungkapan
وَرُبَّمَا اُسْتُعْمِلَ الرَّمْزُ مِنْ الْكَلَامِ فِيمَا يُرَادُ تَفْخِيمُهُ مِنْ الْمَعَانِي ، وَتَعْظِيمُهُ مِنْ الْأَلْفَاظِ ؛ لِيَكُونَ أَحْلَى فِي الْقُلُوبِ مَوْقِعًا ، وَأَجَلَّ فِي النُّفُوسِ مَوْضِعًا ، فَيَصِيرُ بِالرَّمْزِ سَائِرًا وَفِي الصُّحُفِ مُخَلَّدًا .
Kadang-kadang simbol digunakan dalam ucapan untuk mengagungkan suatu makna dan membesarkannya dalam kata-kata, agar lebih manis tempatnya di dalam hati dan lebih mulia kedudukannya dalam jiwa.
Dengan demikian, makna itu menjadi tersebar melalui simbol dan terabadikan dalam tulisan-tulisan (lembaran-lembaran kitab).
كَاَلَّذِي حُكِيَ عَنْ فِيثَاغُورْسَ فِي وَصَايَاهُ الْمَرْمُوزَةِ أَنَّهُ قَالَ : احْفَظْ مِيزَانَك مِنْ الْبَذِيءِ ، وَأَوْزَانَك مِنْ الصَّدِيءِ .
يُرِيدُ بِحِفْظِ الْمِيزَانِ مِنْ الْبَذِيءِ حِفْظَ اللِّسَانِ مِنْ الْخَنَا ، وَحِفْظِ الْأَوْزَانِ مِنْ الصَّدَى حِفْظَ الْعَقْلِ مِنْ الْهَوَى .
فَصَارَ بِهَذَا الرَّمْزِ مُسْتَحْسَنًا وَمُدَوَّنًا وَلَوْ قَالَهُ بِاللَّفْظِ الصَّرِيحِ وَالْمَعْنَى الصَّحِيحِ ، لَمَا سَارَ عَنْهُ ، وَلَا اُسْتُحْسِنَ مِنْهُ .
Seperti yang diriwayatkan dari Pythagoras dalam wasiat-wasiatnya yang bersifat simbolis, bahwa ia berkata:
‘Jagalah timbanganmu dari perkataan keji, dan jagalah ukuran-ukuranmu dari karat.’
Yang ia maksud dengan menjaga timbangan dari yang keji adalah menjaga lisan dari perkataan yang kotor.
Dan yang ia maksud dengan menjaga ukuran-ukuran dari karat adalah menjaga akal dari hawa nafsu.
Maka dengan simbol seperti ini ucapannya menjadi indah dan menarik, serta tercatat dan ditulis.
Seandainya ia mengatakannya dengan lafaz yang langsung dan makna yang jelas, niscaya ucapannya tidak akan tersebar dan tidak dianggap menarik.
وَعِلَّةُ ذَلِكَ أَنَّ الْمَحْجُوبَ عَنْ الْأَفْهَامِ كَالْمَحْجُوبِ عَنْ الْأَبْصَارِ فِيمَا يَحْصُلُ لَهُ فِي النُّفُوسِ مِنْ التَّعْظِيمِ ، وَفِي الْقُلُوبِ مِنْ التَّفْخِيمِ .
وَمَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلَمْ يَحْتَجِبْ هَانَ وَاسْتُرْذِلَ ، وَهَذَا إنَّمَا يَصِحُّ اسْتِحْلَاؤُهُ فِيمَا قَلَّ وَهُوَ بِاللَّفْظِ الصَّرِيحِ مُسْتَقَلٌّ .
Alasan dari hal itu adalah bahwa sesuatu yang tersembunyi dari pemahaman, seperti sesuatu yang tersembunyi dari penglihatan, dalam hal menimbulkan rasa pengagungan dalam jiwa dan membesarkan kedudukannya di dalam hati.
Sedangkan sesuatu yang tampak jelas dan tidak tersembunyi sering menjadi remeh dan dipandang rendah.
Namun hal seperti ini hanya dianggap indah pada perkara yang sedikit (tertentu), yang sebenarnya bisa disampaikan dengan lafadz yang jelas tanpa membutuhkan simbol.
فَأَمَّا الْعُلُومُ الْمُنْتَشِرَةُ الَّتِي تَتَطَلَّعُ النُّفُوسُ إلَيْهَا فَقَدْ اسْتَغْنَتْ بِقُوَّةِ الْبَاعِثِ عَلَيْهَا وَشِدَّةِ الدَّاعِي إلَيْهَا عَنْ الِاسْتِدْعَاءِ إلَيْهَا بِرَمْزٍ مُسْتَحْلٍ وَلَفْظٍ مُسْتَغْرَبٍ .
بَلْ ذَلِكَ مُنَفِّرٌ عَنْهَا ؛ لِمَا فِي التَّشَاغُلِ بِاسْتِخْرَاجِ رُمُوزِهَا مِنْ الْإِبْطَاءِ عَنْ إدْرَاكِهَا ، فَهَذَا حَالُ الرَّمْزِ .
Adapun ilmu-ilmu yang telah tersebar luas, yang jiwa-jiwa manusia tertarik untuk mencarinya, maka ilmu itu tidak membutuhkan simbol yang menarik atau kata-kata yang aneh untuk mengundang orang kepadanya; karena kuatnya dorongan dan besarnya keinginan orang untuk mempelajarinya sudah cukup.
Bahkan penggunaan simbol seperti itu justru dapat menjauhkan orang darinya, karena kesibukan untuk menyingkap simbol-simbolnya menyebabkan keterlambatan dalam memahami ilmu tersebut.
Inilah keadaan (penggunaan) symbol.
Baca juga: Teka-teki Dalam Ucapan

Komentar
Posting Komentar