Gaya Penulisan Dan Sumber-Sumber Rujukan

الأُسْلُوبُ وَالْمَرَاجِعُ:

Gaya Penulisan Dan Sumber-Sumber Rujukan

٦٧ - الْتُزِمَ فِي الْمَوْسُوعَةِ أَنْ يَكُونَ أُسْلُوبُهَا وَاضِحًا، وَهَذَا غَالِبًا مَا يَتَطَلَّبُ التَّصَرُّفَ فِي الْعِبَارَاتِ الْمُقْتَبَسَةِ مِنْ الْمَرَاجِعِ الْفِقْهِيَّةِ لإِِزَالَةِ غُمُوضِهَا أَوْ تَعْقِيدِهَا، وَاخْتِيَارَ الْقَصْدِ بَيْنَ الإِْسْهَابِ الْمُمِل وَالإِْيجَازِ الْمُخِل. وَسُلُوكُ طَرِيقَةِ الاِتِّجَاهَاتِ أَعَانَتْ عَلَى ذَلِكَ لأَِنَّهَا لاَ تَتَحَقَّقُ إِلاَّ بِاخْتِيَارِ الْعِبَارَةِ الْمُثْلَى مِمَّا يَقِفُ عَلَيْهِ الْكَاتِبُ فِي الْمَرَاجِعِ الْمَذْهَبِيَّةِ الْمُخْتَلِفَةِ.

67 Dalam ensiklopedia ini menetapkan bahwa gaya penulisannya harus jelas. Hal ini pada umumnya menuntut adanya penyesuaian terhadap ungkapan-ungkapan yang dikutip dari sumber-sumber fikih, guna menghilangkan kesamaran atau kerumitannya, serta memilih jalan tengah antara uraian yang bertele-tele dan membosankan dengan ringkasan yang dapat mengurangi kelengkapan makna.

Penggunaan metode berbagai pendapat fikih (الاتجاهات الفقهية) turut membantu mewujudkan hal tersebut, karena metode ini hanya dapat terlaksana dengan memilih ungkapan yang paling tepat dari berbagai redaksi yang ditemukan penulis dalam sumber-sumber rujukan mazhab yang berbeda-beda.

وَبِالرَّغْمِ مِنْ إِتَاحَةِ التَّصَرُّفِ فِي الْعِبَارَاتِ الْمَنْقُولَةِ بِمَا لاَ يُحِيل مَعْنَاهَا، فَقَدْ الْتُزِمَ أَلاَّ يُنْسَبَ رَأْيٌ لِمَذْهَبٍ إِلاَّ بِالاِسْتِنَادِ إِلَى كُتُبِهِ الأَْصْلِيَّةِ الْمُعْتَمَدَةِ، وَقَدْ يُسْتَعَانُ فِي تَصْوِيرِ الاِتِّجَاهَاتِ بِالْكُتُبِ الْمَعْنِيَّةِ بِالْفِقْهِ الْمُقَارَنِ مِنْ مَذْهَبٍ وَاحِدٍ مَعَ الْعَزْوِ إِلَى بَقِيَّةِ الْكُتُبِ الْمُتَنَوِّعَةِ.

Meskipun diperbolehkan melakukan penyesuaian terhadap ungkapan-ungkapan yang dikutip selama tidak mengubah maknanya, tetap ditetapkan bahwa suatu pendapat tidak boleh dinisbatkan kepada suatu mazhab kecuali dengan bersandar pada kitab-kitab pokoknya yang terpercaya.

Dalam menggambarkan berbagai pendapat fikih, terkadang dapat digunakan kitab-kitab yang membahas fikih perbandingan dari salah satu mazhab, disertai dengan penyandaran rujukan kepada kitab-kitab lain yang beragam.

٦٨ - وَالْمَرَاجِعُ الْمُعْتَمَدُ عَلَيْهَا هِيَ الْقَدِيمَةُ الَّتِي تَدَاوَلَهَا أَصْحَابُ الْمَذَاهِبِ وَخَدَمُوهَا بِالشُّرُوحِ وَالْحَوَاشِي وَتَعَقَّبُوهَا بِالإِْنْكَارِ وَالتَّقْيِيدِ أَوِ الإِْقْرَارِ وَالتَّسْلِيمِ، وَالَّتِي تُعْتَبَرُ تُرَاثًا فِقْهِيًّا يَتَمَيَّزُ فِي أُسْلُوبِهِ وَتَأْلِيفِهِ عَمَّا بَعْدَهُ مِنْ دِرَاسَاتٍ حَدِيثَةٍ. وَالْحَدُّ الْفَاصِل بَيْنَهُمَا نِهَايَةُ الْقَرْنِ الثَّالِثَ عَشَرَ الْهِجْرِيِّ، وَقَدْ اخْتِيرَ عَدَدٌ مِنْ الْمَرَاجِعِ الأَْسَاسِيَّةِ يَتَحَقَّقُ بِهَا التَّمْثِيل الْجَيِّدُ لِفِقْهِ كُل مَذْهَبٍ، لِجَمْعِهَا بَيْنَ مَا هُوَ مِنْ كِتَابَاتِ الْمَذْهَبِ الأُْولَى وَالْمُتَأَخِّرَةِ، وَمَا يَهْتَمُّ بِالأَْدِلَّةِ النَّقْلِيَّةِ وَالتَّوْجِيهَاتِ الْمَعْقُولَةِ، فَضْلاً عَمَّا هُوَ مُعْتَمَدٌ لِلْفَتْوَى بِهِ.

68 Referensi-referensi yang dijadikan pegangan adalah kitab-kitab klasik yang telah digunakan oleh para pengikut mazhab, kemudian mereka mengembangkannya melalui syarah dan hasyiah, serta memberikan tanggapan terhadapnya dengan menyatakan penolakan, memberikan pembatasan, atau justru menetapkan dan menerimanya. Kitab-kitab tersebut dianggap sebagai warisan fikih yang memiliki ciri khas dalam gaya dan metode penyusunannya, berbeda dari kajian-kajian modern setelahnya.

Batas pemisah antara keduanya adalah akhir abad ke-13 Hijriah. Sejumlah referensi pokok telah dipilih sehingga dapat memberikan gambaran yang baik mengenai fikih setiap mazhab, karena referensi tersebut memadukan karya-karya awal dan karya-karya belakangan dalam suatu mazhab, serta mencakup pembahasan yang memperhatikan dalil-dalil naqli dan argumentasi rasional, di samping pendapat-pendapat yang dijadikan pegangan dalam fatwa.

(وَهَذِهِ الْمَرَاجِعُ - الْمُوصَى بِالاِسْتِمْدَادِ مِنْهَا فَضْلاً عَنْ غَيْرِهَا - يَجْرِي الْعَمَل لِوَضْعِ فَهَارِسَ تَحْلِيلِيَّةٍ لَهَا، لِتَسْهِيل الإِْفَادَةِ مِنْهَا فِي كِتَابَةِ الْمَوْسُوعَةِ) (١) .

“Referensi-referensi ini—yang dianjurkan untuk dijadikan sumber rujukan, di samping referensi-referensi lainnya—sedang diupayakan untuk dibuatkan indeks-indeks analitis, guna memudahkan pemanfaatannya dalam penulisan ensiklopedia.”

وَيُرْجَعُ إِلَى غَيْرِ كُتُبِ الْفِقْهِ مِنْ كُتُبِ الشَّرِيعَةِ عِنْدَ الْحَاجَةِ، وَلاَ سِيَّمَا بِالنِّسْبَةِ لِفِقْهِ السَّلَفِ، إِلَى كُتُبِ التَّفْسِيرِ وَأَحْكَامِ الْقُرْآنِ، وَكُتُبِ شُرُوحِ السُّنَّةِ وَأَحَادِيثِ الأَْحْكَامِ.

Dan akan dirujuk pula kitab-kitab syariat selain kitab-kitab fikih apabila diperlukan, khususnya dalam kaitannya dengan fikih salaf, yaitu kitab-kitab tafsir dan kitab-kitab Aḥkām al-Qur’ān, serta kitab-kitab syarah hadis dan kitab-kitab hadis-hadis hukum.

هَذَا، وَإِنَّ الاِسْتِمْدَادَ مِنْ الْمَرَاجِعِ الْفِقْهِيَّةِ لاَ يَقْتَصِرُ عَلَى الْمَطْبُوعِ مِنْهَا بَل يَشْمَل الْمَخْطُوطَاتِ الَّتِي يَتِمُّ الْحُصُول عَلَى صُوَرٍ (مِيكْرُوفِيلْمٍ) لَهَا مِنْ خَزَائِنِهَا فِي الْعَالَمِ، كَمَا اسْتُحْضِرَتْ أَجْهِزَةٌ فَنِيَّةٌ لِقِرَاءَتِهَا وَإِرْسَال صُوَرٍ عَنْهَا كَمَرَاجِعَ إِضَافِيَّةٍ لِلأَْبْحَاثِ الَّتِي يُكَلَّفُ بِهَا الْمُسْتَكْتَبُونَ مِنْ الْخَارِجِ. . وَالنِّيَّةُ مُتَّجِهَةٌ لإِِخْرَاجِ بَعْضِ ذَلِكَ التُّرَاثِ الْفِقْهِيِّ، بَدْءًا بِكِتَابِ " الذَّخِيرَةِ " لِلإِْمَامِ الْقَرَافِيِّ الْمَالِكِيِّ.

Selain itu, pemanfaatan referensi-referensi fikih tidak hanya terbatas pada kitab-kitab yang telah dicetak, tetapi juga mencakup manuskrip-manuskrip yang diperoleh dalam bentuk salinan (mikrofilm) dari berbagai tempat penyimpanannya di seluruh dunia. Perangkat-perangkat teknis juga telah disiapkan untuk membaca manuskrip-manuskrip tersebut dan mengirimkan salinannya sebagai referensi tambahan bagi penelitian-penelitian yang ditugaskan kepada para penulis dari luar.

Selain itu, telah diarahkan pula niat untuk menerbitkan sebagian dari warisan fikih tersebut, dimulai dengan kitab al-Dhakhīrah karya Imam al-Qarāfī al-Mālikī.

Baca juga:

Metode Pemaparan Berbagai Pendapat Atau Aliran Dalam Fikih

Klasifikasi Istilah-Istilah Fikih : Istilah Pokok : Istilah Cabang(rujukan silang) : Istilah Penunjuk (petunjuk silang)

Dalil-Dalil dan Penelusuran/Penyandaran Sumbernya

الأُسْلُوبُ وَالْمَرَاجِعُ:

Gaya Penulisan Dan Sumber-Sumber Rujukan

٦٧ - الْتُزِمَ فِي الْمَوْسُوعَةِ أَنْ يَكُونَ أُسْلُوبُهَا وَاضِحًا، وَهَذَا غَالِبًا مَا يَتَطَلَّبُ التَّصَرُّفَ فِي الْعِبَارَاتِ الْمُقْتَبَسَةِ مِنْ الْمَرَاجِعِ الْفِقْهِيَّةِ لإِِزَالَةِ غُمُوضِهَا أَوْ تَعْقِيدِهَا، وَاخْتِيَارَ الْقَصْدِ بَيْنَ الإِْسْهَابِ الْمُمِل وَالإِْيجَازِ الْمُخِل. وَسُلُوكُ طَرِيقَةِ الاِتِّجَاهَاتِ أَعَانَتْ عَلَى ذَلِكَ لأَِنَّهَا لاَ تَتَحَقَّقُ إِلاَّ بِاخْتِيَارِ الْعِبَارَةِ الْمُثْلَى مِمَّا يَقِفُ عَلَيْهِ الْكَاتِبُ فِي الْمَرَاجِعِ الْمَذْهَبِيَّةِ الْمُخْتَلِفَةِ.

67 Dalam ensiklopedia ini menetapkan bahwa gaya penulisannya harus jelas. Hal ini pada umumnya menuntut adanya penyesuaian terhadap ungkapan-ungkapan yang dikutip dari sumber-sumber fikih, guna menghilangkan kesamaran atau kerumitannya, serta memilih jalan tengah antara uraian yang bertele-tele dan membosankan dengan ringkasan yang dapat mengurangi kelengkapan makna.

Penggunaan metode berbagai pendapat fikih (الاتجاهات الفقهية) turut membantu mewujudkan hal tersebut, karena metode ini hanya dapat terlaksana dengan memilih ungkapan yang paling tepat dari berbagai redaksi yang ditemukan penulis dalam sumber-sumber rujukan mazhab yang berbeda-beda.

وَبِالرَّغْمِ مِنْ إِتَاحَةِ التَّصَرُّفِ فِي الْعِبَارَاتِ الْمَنْقُولَةِ بِمَا لاَ يُحِيل مَعْنَاهَا، فَقَدْ الْتُزِمَ أَلاَّ يُنْسَبَ رَأْيٌ لِمَذْهَبٍ إِلاَّ بِالاِسْتِنَادِ إِلَى كُتُبِهِ الأَْصْلِيَّةِ الْمُعْتَمَدَةِ، وَقَدْ يُسْتَعَانُ فِي تَصْوِيرِ الاِتِّجَاهَاتِ بِالْكُتُبِ الْمَعْنِيَّةِ بِالْفِقْهِ الْمُقَارَنِ مِنْ مَذْهَبٍ وَاحِدٍ مَعَ الْعَزْوِ إِلَى بَقِيَّةِ الْكُتُبِ الْمُتَنَوِّعَةِ.

Meskipun diperbolehkan melakukan penyesuaian terhadap ungkapan-ungkapan yang dikutip selama tidak mengubah maknanya, tetap ditetapkan bahwa suatu pendapat tidak boleh dinisbatkan kepada suatu mazhab kecuali dengan bersandar pada kitab-kitab pokoknya yang terpercaya.

Dalam menggambarkan berbagai pendapat fikih, terkadang dapat digunakan kitab-kitab yang membahas fikih perbandingan dari salah satu mazhab, disertai dengan penyandaran rujukan kepada kitab-kitab lain yang beragam.

٦٨ - وَالْمَرَاجِعُ الْمُعْتَمَدُ عَلَيْهَا هِيَ الْقَدِيمَةُ الَّتِي تَدَاوَلَهَا أَصْحَابُ الْمَذَاهِبِ وَخَدَمُوهَا بِالشُّرُوحِ وَالْحَوَاشِي وَتَعَقَّبُوهَا بِالإِْنْكَارِ وَالتَّقْيِيدِ أَوِ الإِْقْرَارِ وَالتَّسْلِيمِ، وَالَّتِي تُعْتَبَرُ تُرَاثًا فِقْهِيًّا يَتَمَيَّزُ فِي أُسْلُوبِهِ وَتَأْلِيفِهِ عَمَّا بَعْدَهُ مِنْ دِرَاسَاتٍ حَدِيثَةٍ. وَالْحَدُّ الْفَاصِل بَيْنَهُمَا نِهَايَةُ الْقَرْنِ الثَّالِثَ عَشَرَ الْهِجْرِيِّ، وَقَدْ اخْتِيرَ عَدَدٌ مِنْ الْمَرَاجِعِ الأَْسَاسِيَّةِ يَتَحَقَّقُ بِهَا التَّمْثِيل الْجَيِّدُ لِفِقْهِ كُل مَذْهَبٍ، لِجَمْعِهَا بَيْنَ مَا هُوَ مِنْ كِتَابَاتِ الْمَذْهَبِ الأُْولَى وَالْمُتَأَخِّرَةِ، وَمَا يَهْتَمُّ بِالأَْدِلَّةِ النَّقْلِيَّةِ وَالتَّوْجِيهَاتِ الْمَعْقُولَةِ، فَضْلاً عَمَّا هُوَ مُعْتَمَدٌ لِلْفَتْوَى بِهِ.

68 Referensi-referensi yang dijadikan pegangan adalah kitab-kitab klasik yang telah digunakan oleh para pengikut mazhab, kemudian mereka mengembangkannya melalui syarah dan hasyiah, serta memberikan tanggapan terhadapnya dengan menyatakan penolakan, memberikan pembatasan, atau justru menetapkan dan menerimanya. Kitab-kitab tersebut dianggap sebagai warisan fikih yang memiliki ciri khas dalam gaya dan metode penyusunannya, berbeda dari kajian-kajian modern setelahnya.

Batas pemisah antara keduanya adalah akhir abad ke-13 Hijriah. Sejumlah referensi pokok telah dipilih sehingga dapat memberikan gambaran yang baik mengenai fikih setiap mazhab, karena referensi tersebut memadukan karya-karya awal dan karya-karya belakangan dalam suatu mazhab, serta mencakup pembahasan yang memperhatikan dalil-dalil naqli dan argumentasi rasional, di samping pendapat-pendapat yang dijadikan pegangan dalam fatwa.

(وَهَذِهِ الْمَرَاجِعُ - الْمُوصَى بِالاِسْتِمْدَادِ مِنْهَا فَضْلاً عَنْ غَيْرِهَا - يَجْرِي الْعَمَل لِوَضْعِ فَهَارِسَ تَحْلِيلِيَّةٍ لَهَا، لِتَسْهِيل الإِْفَادَةِ مِنْهَا فِي كِتَابَةِ الْمَوْسُوعَةِ) (١) .

“Referensi-referensi ini—yang dianjurkan untuk dijadikan sumber rujukan, di samping referensi-referensi lainnya—sedang diupayakan untuk dibuatkan indeks-indeks analitis, guna memudahkan pemanfaatannya dalam penulisan ensiklopedia.”

وَيُرْجَعُ إِلَى غَيْرِ كُتُبِ الْفِقْهِ مِنْ كُتُبِ الشَّرِيعَةِ عِنْدَ الْحَاجَةِ، وَلاَ سِيَّمَا بِالنِّسْبَةِ لِفِقْهِ السَّلَفِ، إِلَى كُتُبِ التَّفْسِيرِ وَأَحْكَامِ الْقُرْآنِ، وَكُتُبِ شُرُوحِ السُّنَّةِ وَأَحَادِيثِ الأَْحْكَامِ.

Dan akan dirujuk pula kitab-kitab syariat selain kitab-kitab fikih apabila diperlukan, khususnya dalam kaitannya dengan fikih salaf, yaitu kitab-kitab tafsir dan kitab-kitab Aḥkām al-Qur’ān, serta kitab-kitab syarah hadis dan kitab-kitab hadis-hadis hukum.

هَذَا، وَإِنَّ الاِسْتِمْدَادَ مِنْ الْمَرَاجِعِ الْفِقْهِيَّةِ لاَ يَقْتَصِرُ عَلَى الْمَطْبُوعِ مِنْهَا بَل يَشْمَل الْمَخْطُوطَاتِ الَّتِي يَتِمُّ الْحُصُول عَلَى صُوَرٍ (مِيكْرُوفِيلْمٍ) لَهَا مِنْ خَزَائِنِهَا فِي الْعَالَمِ، كَمَا اسْتُحْضِرَتْ أَجْهِزَةٌ فَنِيَّةٌ لِقِرَاءَتِهَا وَإِرْسَال صُوَرٍ عَنْهَا كَمَرَاجِعَ إِضَافِيَّةٍ لِلأَْبْحَاثِ الَّتِي يُكَلَّفُ بِهَا الْمُسْتَكْتَبُونَ مِنْ الْخَارِجِ. . وَالنِّيَّةُ مُتَّجِهَةٌ لإِِخْرَاجِ بَعْضِ ذَلِكَ التُّرَاثِ الْفِقْهِيِّ، بَدْءًا بِكِتَابِ " الذَّخِيرَةِ " لِلإِْمَامِ الْقَرَافِيِّ الْمَالِكِيِّ.

Selain itu, pemanfaatan referensi-referensi fikih tidak hanya terbatas pada kitab-kitab yang telah dicetak, tetapi juga mencakup manuskrip-manuskrip yang diperoleh dalam bentuk salinan (mikrofilm) dari berbagai tempat penyimpanannya di seluruh dunia. Perangkat-perangkat teknis juga telah disiapkan untuk membaca manuskrip-manuskrip tersebut dan mengirimkan salinannya sebagai referensi tambahan bagi penelitian-penelitian yang ditugaskan kepada para penulis dari luar.

Selain itu, telah diarahkan pula niat untuk menerbitkan sebagian dari warisan fikih tersebut, dimulai dengan kitab al-Dhakhīrah karya Imam al-Qarāfī al-Mālikī.

Baca juga:

Metode Pemaparan Berbagai Pendapat Atau Aliran Dalam Fikih

Klasifikasi Istilah-Istilah Fikih : Istilah Pokok : Istilah Cabang(rujukan silang) : Istilah Penunjuk (petunjuk silang)

Dalil-Dalil dan Penelusuran/Penyandaran Sumbernya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Imam dalam Islam: Hukum Mengikuti Ijtihad Madzhab, Imamah, Talfiq, dan Hadits Mursal

الْحُكْمُ الإِجْمَالِيُّ : Hukum Secara Global: ٣ - اجْتِهَادَاتُ أَحَدِ أَئِمَّةِ الْمَذَاهِبِ الْفِقْهِيَّةِ الْمُعْتَبَرَةِ (الَّت...