Sejarah Ensiklopedia Fikih : Rekomendasi Konferensi Pekan Fikih Islam di Paris tahun 1370 H (1951 M)

تَارِيخُ الْمَوْسُوعَةِ الْفِقْهِيَّةِ

Sejarah Ensiklopedia Fikih

٤٩ - إِصْدَارُ الْمَوْسُوعَةِ الْفِقْهِيَّةِ أَمَلٌ إِسْلاَمِيٌّ قَدِيمٌ وَمُتَجَدِّدٌ، فَقَدْ تَطَلَّعَ إِلَى ذَلِكَ كَثِيرٌ مِنْ الْمُهْتَمِّينَ بِنَهْضَةِ الأُْمَّةِ الإِْسْلاَمِيَّةِ، عَلَى تَفَاوُتٍ فِي وُضُوحِ الْفِكْرَةِ وَالطَّرِيقَةِ الْمُقْتَرَحَةِ. (١)

49 - Penerbitan Ensiklopedia Fikih merupakan sebuah cita-cita Islam yang telah lama ada dan terus diperbarui. Banyak tokoh yang memiliki perhatian terhadap kebangkitan umat Islam telah mengharapkan terwujudnya cita-cita tersebut, meskipun terdapat perbedaan dalam hal kejelasan gagasan maupun metode yang diusulkan.

غَيْرَ أَنَّ أَهَمَّ النِّدَاءَاتِ الَّتِي تَرَدَّدَتْ لإِِنْجَازِ هَذَا الْمَشْرُوعِ الْعِلْمِيِّ الْمُبْتَكَرِ بِالنِّسْبَةِ لِلْفِقْهِ تَمَثَّل فِي النِّدَاءِ الصَّادِرِ عَنْ مُؤْتَمَرِ أُسْبُوعِ الْفِقْهِ الإِْسْلاَمِيِّ فِي بَارِيسَ ١٣٧٠ هـ (١٩٥١ م) وَاشْتَرَكَ فِيهِ ثُلَّةٌ مِنْ فُقَهَاءِ الْعَالَمِ الإِْسْلاَمِيِّ. فَكَانَ بَيْنَ تَوْصِيَاتِهِ الدَّعْوَةُ إِلَى تَأْلِيفِ مَوْسُوعَةٍ فِقْهِيَّةٍ تُعْرَضُ فِيهَا الْمَعْلُومَاتُ الْحُقُوقِيَّةُ الإِْسْلاَمِيَّةُ وَفْقًا لِلأَْسَالِيبِ الْحَدِيثَةِ وَالتَّرْتِيبِ الْمُعْجَمِيِّ.

Seruan terpenting yang muncul untuk merealisasikan proyek ilmiah yang inovatif ini dalam bidang fikih adalah seruan yang dikeluarkan oleh Konferensi Pekan Fikih Islam di Paris pada tahun 1370 H (1951 M), yang diikuti oleh sejumlah ulama fikih terkemuka dari berbagai penjuru dunia Islam. Di antara rekomendasinya adalah seruan untuk menyusun sebuah ensiklopedia fikih yang memuat informasi hukum Islam dengan mengikuti metode-metode modern dan disusun berdasarkan urutan alfabetis.

وَفِي ١٣٧٥ هـ (١٩٥٦ م) كَانَتْ بِدَايَةُ الْمُحَاوَلاَتِ الرَّسْمِيَّةِ (١) لإِِبْرَازِ هَذَا الْقَرَارِ التَّارِيخِيِّ الْعَالَمِيِّ إِلَى حَيِّزِ الْوَاقِعِ مِنْ قِبَل لَجْنَةٍ مُلْحَقَةٍ بِكُلِّيَّةِ الشَّرِيعَةِ فِي جَامِعَةِ دِمَشْقَ (٢) مُكَوَّنَةٍ بِمَرْسُومٍ جُمْهُورِيٍّ، تَمَّ تَعْزِيزُهُ بَعْدَ الْوَحْدَةِ السُّورِيَّةِ الْمِصْرِيَّةِ بِقَرَارٍ جُمْهُورِيٍّ. فَصَدَرَ عَامَ ١٣٨١ هـ (١٩٦١ م) جُزْءٌ يَتَضَمَّنُ نَمَاذِجَ مِنْ بُحُوثِ الْمَوْسُوعَةِ - لِتَلَقِّي الْمُلاَحَظَاتِ - كَتَبَهَا فُقَهَاءُ مِنْ الْبَلَدَيْنِ (٣) ثُمَّ صَدَرَ عَنْ الْمَوْسُوعَةِ بَعْدَئِذٍ فِي سُورِيَّةَ بَعْضُ الأَْعْمَال التَّمْهِيدِيَّةِ كَمُعْجَمِ فِقْهِ ابْنِ حَزْمٍ، وَدَلِيل مَوَاطِنِ الْبَحْثِ عَنْ الْمُصْطَلَحَاتِ الْفِقْهِيَّةِ.

Pada tahun 1375 H (1956 M), dimulailah upaya-upaya resmi untuk merealisasikan keputusan bersejarah dan berskala internasional tersebut. Upaya ini dilakukan oleh sebuah komite yang berada di bawah Fakultas Syariah Universitas Damaskus, yang dibentuk berdasarkan keputusan presiden. Setelah terjadinya persatuan Suriah-Mesir, kedudukan komite tersebut diperkuat melalui sebuah keputusan presiden.

Pada tahun 1381 H (1961 M) diterbitkan sebuah jilid yang memuat contoh-contoh penelitian untuk Ensiklopedia, dengan tujuan memperoleh masukan dan tanggapan. Penelitian-penelitian tersebut ditulis oleh para ahli fikih dari kedua negara.

Setelah itu, di Suriah diterbitkan beberapa karya pendahuluan untuk proyek ensiklopedia tersebut, di antaranya Mu‘jam Fiqh Ibn Ḥazm dan Dalīl Mawāṭin al-Baḥth ‘an al-Muṣṭalaḥāt al-Fiqhiyyah (Panduan Lokasi Pembahasan Istilah-Istilah Fikih).

أَمَّا فِي مِصْرَ، فَإِنَّ فِكْرَةَ الْمَوْسُوعَةِ الَّتِي احْتَضَنَتْهَا وَزَارَةُ الأَْوْقَافِ عَامَ ١٣٨١ هـ (١٩٦١ م) بَيْنَ لِجَانِ الْمَجْلِسِ الأَْعْلَى لِلشُّئُونِ الإِْسْلاَمِيَّةِ صَدَرَ أَوَّل أَجْزَائِهَا ١٣٨٦ هـ وَبَلَغَتْ (١٥) جُزْءًا وَلاَ تَزَال فِي مُصْطَلَحَاتِ الْهَمْزَةِ، وَهِيَ لَيْسَتْ كُل مَا أَنْجَزَتْهُ فَإِنَّ النَّشْرَ يَتَأَخَّرُ فِي مَسِيرَتِهِ عَنْ الإِْنْجَازِ.

Adapun di Mesir, gagasan Ensiklopedia Fikih yang mendapat dukungan dari Kementerian Wakaf pada tahun 1381 H (1961 M) dan dikerjakan melalui berbagai komite di bawah Dewan Tertinggi Urusan Islam, mulai menerbitkan bagian pertamanya pada tahun 1386 H (1966 M).

Ensiklopedia tersebut telah mencapai 15 jilid, dan pembahasannya masih berada pada istilah-istilah yang berawalan hamzah (أ). Namun, jumlah tersebut bukanlah keseluruhan hasil yang telah diselesaikan, karena penerbitan berjalan lebih lambat daripada proses penyelesaiannya.

وَفِي ١٣٨٦ هـ (١٩٦٧ م) - وَمَعَ ظُهُورِ الْحَاجَةِ إِلَى تَكَاتُفِ الْجُهُودِ الإِْسْلاَمِيَّةِ لِضَمَانِ إِنْجَازِ هَذَا الْمَشْرُوعِ فِي أَيِّ قُطْرٍ إِسْلاَمِيٍّ مُقْتَدِرٍ بِالْمَال أَوِ الرِّجَال - احْتَضَنَتْ وَزَارَةُ الأَْوْقَافِ وَالشُّئُونِ الإِْسْلاَمِيَّةِ فِي دَوْلَةِ الْكُوَيْتِ هَذَا الْمَشْرُوعَ، بِاعْتِبَارِهِ مِنْ الْفُرُوضِ الْكِفَائِيَّةِ الَّتِي يَتِمُّ بِهَا وَاجِبُ تَقْدِيمِ الْفِقْهِ بِالصُّورَةِ الْعَصْرِيَّةِ الدَّاعِيَةِ لِتَعَلُّمِهِ وَالْمُيَسِّرَةِ لِلْعَمَل بِهِ، وَمِثْل ذَلِكَ لاَ بُدَّ مِنْ الْمُبَادَرَةِ إِلَى الْقِيَامِ بِهِ لاِغْتِنَامِ الْفَضْل وَالأَْجْرِ، وَإِسْقَاطِ الْمُؤَاخَذَةِ وَالْمَسْئُولِيَّةِ عَنْ الأُْمَّةِ كَافَّةً.

Pada tahun 1386 H (1967 M), seiring dengan semakin kuatnya kebutuhan akan penggabungan berbagai upaya umat Islam untuk menjamin terselesaikannya proyek ini di negara Islam mana pun yang memiliki kemampuan, baik dari segi dana maupun tenaga ahli, Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Negara Kuwait mengambil alih dan mendukung proyek tersebut.

Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa penyusunan ensiklopedia tersebut termasuk fardu kifayah, yang dengannya terlaksana kewajiban untuk menyajikan fikih dalam bentuk yang modern, yang mendorong masyarakat untuk mempelajarinya dan memudahkan mereka untuk mengamalkannya.

Pekerjaan semacam ini harus segera dilaksanakan untuk meraih keutamaan dan pahala, sekaligus menggugurkan tuntutan dan tanggung jawab dari seluruh umat Islam.

وَمِمَّا لاَ بُدَّ مِنْ بَيَانِهِ هُنَا أَنَّهُ لاَ ضَيْرَ مِنْ تَعَدُّدِ الْجُهُودِ فِي خِدْمَةِ الْفِقْهِ الإِْسْلاَمِيِّ؛ لاِفْتِقَارِهِ الشَّدِيدِ فِي مَجَال الْعَرْضِ الْحَدِيثِ وَالإِْخْرَاجِ الْفَنِّيِّ. وَمِنْ الْمَلْحُوظِ فِيمَا ظَهَرَ مِنْ نَتَاجِ الْمَوْسُوعَاتِ الثَّلاَثِ الْقَائِمَةِ (فِي سُورِيَّةَ وَمِصْرَ وَالْكُوَيْتِ) أَنَّ لِكُلٍّ مِنْهَا وُجْهَةً تَسْعَى مِنْ خِلاَلِهَا إِلَى إِغْنَاءِ الْفِقْهِ فِي مَجَالٍ، أَوْ بِطَرِيقَةٍ غَيْرِ مَا تَسْعَى إِلَيْهِ الأُْخْرَى، وَإِنَّ فِي هَذَا التَّنَوُّعِ مَا يَفِي بِالْحَاجَاتِ الْمُخْتَلِفَةِ وَأَلْوَانِ الْعِنَايَةِ بِالْفِقْهِ وَتَقْرِيبِهِ إِلَى طَالِبِيهِ.

Dan di antara hal yang perlu dijelaskan di sini adalah bahwa tidak ada salahnya memperbanyak berbagai usaha dalam rangka memberikan pelayanan kepada fikih Islam, karena fikih Islam sangat membutuhkan pengembangan dalam bidang penyajian dengan metode modern dan penyusunan secara teknis yang baik.

Dan di antara hal yang dapat diperhatikan dari hasil karya tiga ensiklopedia fikih yang telah ada—di Suriah, Mesir, dan Kuwait—adalah bahwa masing-masing memiliki arah dan tujuan yang ditempuh untuk memperkaya khazanah fikih dalam bidang tertentu, atau dengan metode yang berbeda dari apa yang ditempuh oleh yang lainnya.

Sesungguhnya, dalam keberagaman tersebut terdapat upaya untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mengakomodasi beragam bentuk perhatian terhadap fikih, serta mendekatkannya kepada para pencari dan pelajarnya.

Baca juga :

Tujuan-Tujuan Ensiklopedia Fikih: Latar Belakang Munculnya Gagasan tentang Ensiklopedia Fikih

Definisi “Ensiklopedia” (Dā’irat al-Ma‘ārif atau al-Mu‘allamah) :Perbedaan antara Ensiklopedia Fikih dengan Mudawwanāt, Muṭawwalāt, Mabsūṭāt,atau Ummahāt (kitab-kitab induk)

Tahapan-Tahapan Proyek Ensiklopedia Fikih di Kuwait : Tahap Pendahuluan Sebelum Proyek dan Tahap Proyek yang Sedang Berlangsung

تَارِيخُ الْمَوْسُوعَةِ الْفِقْهِيَّةِ

Sejarah Ensiklopedia Fikih

٤٩ - إِصْدَارُ الْمَوْسُوعَةِ الْفِقْهِيَّةِ أَمَلٌ إِسْلاَمِيٌّ قَدِيمٌ وَمُتَجَدِّدٌ، فَقَدْ تَطَلَّعَ إِلَى ذَلِكَ كَثِيرٌ مِنْ الْمُهْتَمِّينَ بِنَهْضَةِ الأُْمَّةِ الإِْسْلاَمِيَّةِ، عَلَى تَفَاوُتٍ فِي وُضُوحِ الْفِكْرَةِ وَالطَّرِيقَةِ الْمُقْتَرَحَةِ. (١)

49 - Penerbitan Ensiklopedia Fikih merupakan sebuah cita-cita Islam yang telah lama ada dan terus diperbarui. Banyak tokoh yang memiliki perhatian terhadap kebangkitan umat Islam telah mengharapkan terwujudnya cita-cita tersebut, meskipun terdapat perbedaan dalam hal kejelasan gagasan maupun metode yang diusulkan.

غَيْرَ أَنَّ أَهَمَّ النِّدَاءَاتِ الَّتِي تَرَدَّدَتْ لإِِنْجَازِ هَذَا الْمَشْرُوعِ الْعِلْمِيِّ الْمُبْتَكَرِ بِالنِّسْبَةِ لِلْفِقْهِ تَمَثَّل فِي النِّدَاءِ الصَّادِرِ عَنْ مُؤْتَمَرِ أُسْبُوعِ الْفِقْهِ الإِْسْلاَمِيِّ فِي بَارِيسَ ١٣٧٠ هـ (١٩٥١ م) وَاشْتَرَكَ فِيهِ ثُلَّةٌ مِنْ فُقَهَاءِ الْعَالَمِ الإِْسْلاَمِيِّ. فَكَانَ بَيْنَ تَوْصِيَاتِهِ الدَّعْوَةُ إِلَى تَأْلِيفِ مَوْسُوعَةٍ فِقْهِيَّةٍ تُعْرَضُ فِيهَا الْمَعْلُومَاتُ الْحُقُوقِيَّةُ الإِْسْلاَمِيَّةُ وَفْقًا لِلأَْسَالِيبِ الْحَدِيثَةِ وَالتَّرْتِيبِ الْمُعْجَمِيِّ.

Seruan terpenting yang muncul untuk merealisasikan proyek ilmiah yang inovatif ini dalam bidang fikih adalah seruan yang dikeluarkan oleh Konferensi Pekan Fikih Islam di Paris pada tahun 1370 H (1951 M), yang diikuti oleh sejumlah ulama fikih terkemuka dari berbagai penjuru dunia Islam. Di antara rekomendasinya adalah seruan untuk menyusun sebuah ensiklopedia fikih yang memuat informasi hukum Islam dengan mengikuti metode-metode modern dan disusun berdasarkan urutan alfabetis.

وَفِي ١٣٧٥ هـ (١٩٥٦ م) كَانَتْ بِدَايَةُ الْمُحَاوَلاَتِ الرَّسْمِيَّةِ (١) لإِِبْرَازِ هَذَا الْقَرَارِ التَّارِيخِيِّ الْعَالَمِيِّ إِلَى حَيِّزِ الْوَاقِعِ مِنْ قِبَل لَجْنَةٍ مُلْحَقَةٍ بِكُلِّيَّةِ الشَّرِيعَةِ فِي جَامِعَةِ دِمَشْقَ (٢) مُكَوَّنَةٍ بِمَرْسُومٍ جُمْهُورِيٍّ، تَمَّ تَعْزِيزُهُ بَعْدَ الْوَحْدَةِ السُّورِيَّةِ الْمِصْرِيَّةِ بِقَرَارٍ جُمْهُورِيٍّ. فَصَدَرَ عَامَ ١٣٨١ هـ (١٩٦١ م) جُزْءٌ يَتَضَمَّنُ نَمَاذِجَ مِنْ بُحُوثِ الْمَوْسُوعَةِ - لِتَلَقِّي الْمُلاَحَظَاتِ - كَتَبَهَا فُقَهَاءُ مِنْ الْبَلَدَيْنِ (٣) ثُمَّ صَدَرَ عَنْ الْمَوْسُوعَةِ بَعْدَئِذٍ فِي سُورِيَّةَ بَعْضُ الأَْعْمَال التَّمْهِيدِيَّةِ كَمُعْجَمِ فِقْهِ ابْنِ حَزْمٍ، وَدَلِيل مَوَاطِنِ الْبَحْثِ عَنْ الْمُصْطَلَحَاتِ الْفِقْهِيَّةِ.

Pada tahun 1375 H (1956 M), dimulailah upaya-upaya resmi untuk merealisasikan keputusan bersejarah dan berskala internasional tersebut. Upaya ini dilakukan oleh sebuah komite yang berada di bawah Fakultas Syariah Universitas Damaskus, yang dibentuk berdasarkan keputusan presiden. Setelah terjadinya persatuan Suriah-Mesir, kedudukan komite tersebut diperkuat melalui sebuah keputusan presiden.

Pada tahun 1381 H (1961 M) diterbitkan sebuah jilid yang memuat contoh-contoh penelitian untuk Ensiklopedia, dengan tujuan memperoleh masukan dan tanggapan. Penelitian-penelitian tersebut ditulis oleh para ahli fikih dari kedua negara.

Setelah itu, di Suriah diterbitkan beberapa karya pendahuluan untuk proyek ensiklopedia tersebut, di antaranya Mu‘jam Fiqh Ibn Ḥazm dan Dalīl Mawāṭin al-Baḥth ‘an al-Muṣṭalaḥāt al-Fiqhiyyah (Panduan Lokasi Pembahasan Istilah-Istilah Fikih).

أَمَّا فِي مِصْرَ، فَإِنَّ فِكْرَةَ الْمَوْسُوعَةِ الَّتِي احْتَضَنَتْهَا وَزَارَةُ الأَْوْقَافِ عَامَ ١٣٨١ هـ (١٩٦١ م) بَيْنَ لِجَانِ الْمَجْلِسِ الأَْعْلَى لِلشُّئُونِ الإِْسْلاَمِيَّةِ صَدَرَ أَوَّل أَجْزَائِهَا ١٣٨٦ هـ وَبَلَغَتْ (١٥) جُزْءًا وَلاَ تَزَال فِي مُصْطَلَحَاتِ الْهَمْزَةِ، وَهِيَ لَيْسَتْ كُل مَا أَنْجَزَتْهُ فَإِنَّ النَّشْرَ يَتَأَخَّرُ فِي مَسِيرَتِهِ عَنْ الإِْنْجَازِ.

Adapun di Mesir, gagasan Ensiklopedia Fikih yang mendapat dukungan dari Kementerian Wakaf pada tahun 1381 H (1961 M) dan dikerjakan melalui berbagai komite di bawah Dewan Tertinggi Urusan Islam, mulai menerbitkan bagian pertamanya pada tahun 1386 H (1966 M).

Ensiklopedia tersebut telah mencapai 15 jilid, dan pembahasannya masih berada pada istilah-istilah yang berawalan hamzah (أ). Namun, jumlah tersebut bukanlah keseluruhan hasil yang telah diselesaikan, karena penerbitan berjalan lebih lambat daripada proses penyelesaiannya.

وَفِي ١٣٨٦ هـ (١٩٦٧ م) - وَمَعَ ظُهُورِ الْحَاجَةِ إِلَى تَكَاتُفِ الْجُهُودِ الإِْسْلاَمِيَّةِ لِضَمَانِ إِنْجَازِ هَذَا الْمَشْرُوعِ فِي أَيِّ قُطْرٍ إِسْلاَمِيٍّ مُقْتَدِرٍ بِالْمَال أَوِ الرِّجَال - احْتَضَنَتْ وَزَارَةُ الأَْوْقَافِ وَالشُّئُونِ الإِْسْلاَمِيَّةِ فِي دَوْلَةِ الْكُوَيْتِ هَذَا الْمَشْرُوعَ، بِاعْتِبَارِهِ مِنْ الْفُرُوضِ الْكِفَائِيَّةِ الَّتِي يَتِمُّ بِهَا وَاجِبُ تَقْدِيمِ الْفِقْهِ بِالصُّورَةِ الْعَصْرِيَّةِ الدَّاعِيَةِ لِتَعَلُّمِهِ وَالْمُيَسِّرَةِ لِلْعَمَل بِهِ، وَمِثْل ذَلِكَ لاَ بُدَّ مِنْ الْمُبَادَرَةِ إِلَى الْقِيَامِ بِهِ لاِغْتِنَامِ الْفَضْل وَالأَْجْرِ، وَإِسْقَاطِ الْمُؤَاخَذَةِ وَالْمَسْئُولِيَّةِ عَنْ الأُْمَّةِ كَافَّةً.

Pada tahun 1386 H (1967 M), seiring dengan semakin kuatnya kebutuhan akan penggabungan berbagai upaya umat Islam untuk menjamin terselesaikannya proyek ini di negara Islam mana pun yang memiliki kemampuan, baik dari segi dana maupun tenaga ahli, Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Negara Kuwait mengambil alih dan mendukung proyek tersebut.

Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa penyusunan ensiklopedia tersebut termasuk fardu kifayah, yang dengannya terlaksana kewajiban untuk menyajikan fikih dalam bentuk yang modern, yang mendorong masyarakat untuk mempelajarinya dan memudahkan mereka untuk mengamalkannya.

Pekerjaan semacam ini harus segera dilaksanakan untuk meraih keutamaan dan pahala, sekaligus menggugurkan tuntutan dan tanggung jawab dari seluruh umat Islam.

وَمِمَّا لاَ بُدَّ مِنْ بَيَانِهِ هُنَا أَنَّهُ لاَ ضَيْرَ مِنْ تَعَدُّدِ الْجُهُودِ فِي خِدْمَةِ الْفِقْهِ الإِْسْلاَمِيِّ؛ لاِفْتِقَارِهِ الشَّدِيدِ فِي مَجَال الْعَرْضِ الْحَدِيثِ وَالإِْخْرَاجِ الْفَنِّيِّ. وَمِنْ الْمَلْحُوظِ فِيمَا ظَهَرَ مِنْ نَتَاجِ الْمَوْسُوعَاتِ الثَّلاَثِ الْقَائِمَةِ (فِي سُورِيَّةَ وَمِصْرَ وَالْكُوَيْتِ) أَنَّ لِكُلٍّ مِنْهَا وُجْهَةً تَسْعَى مِنْ خِلاَلِهَا إِلَى إِغْنَاءِ الْفِقْهِ فِي مَجَالٍ، أَوْ بِطَرِيقَةٍ غَيْرِ مَا تَسْعَى إِلَيْهِ الأُْخْرَى، وَإِنَّ فِي هَذَا التَّنَوُّعِ مَا يَفِي بِالْحَاجَاتِ الْمُخْتَلِفَةِ وَأَلْوَانِ الْعِنَايَةِ بِالْفِقْهِ وَتَقْرِيبِهِ إِلَى طَالِبِيهِ.

Dan di antara hal yang perlu dijelaskan di sini adalah bahwa tidak ada salahnya memperbanyak berbagai usaha dalam rangka memberikan pelayanan kepada fikih Islam, karena fikih Islam sangat membutuhkan pengembangan dalam bidang penyajian dengan metode modern dan penyusunan secara teknis yang baik.

Dan di antara hal yang dapat diperhatikan dari hasil karya tiga ensiklopedia fikih yang telah ada—di Suriah, Mesir, dan Kuwait—adalah bahwa masing-masing memiliki arah dan tujuan yang ditempuh untuk memperkaya khazanah fikih dalam bidang tertentu, atau dengan metode yang berbeda dari apa yang ditempuh oleh yang lainnya.

Sesungguhnya, dalam keberagaman tersebut terdapat upaya untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mengakomodasi beragam bentuk perhatian terhadap fikih, serta mendekatkannya kepada para pencari dan pelajarnya.

Baca juga :

Tujuan-Tujuan Ensiklopedia Fikih: Latar Belakang Munculnya Gagasan tentang Ensiklopedia Fikih

Definisi “Ensiklopedia” (Dā’irat al-Ma‘ārif atau al-Mu‘allamah) :Perbedaan antara Ensiklopedia Fikih dengan Mudawwanāt, Muṭawwalāt, Mabsūṭāt,atau Ummahāt (kitab-kitab induk)

Tahapan-Tahapan Proyek Ensiklopedia Fikih di Kuwait : Tahap Pendahuluan Sebelum Proyek dan Tahap Proyek yang Sedang Berlangsung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Imam dalam Islam: Hukum Mengikuti Ijtihad Madzhab, Imamah, Talfiq, dan Hadits Mursal

الْحُكْمُ الإِجْمَالِيُّ : Hukum Secara Global: ٣ - اجْتِهَادَاتُ أَحَدِ أَئِمَّةِ الْمَذَاهِبِ الْفِقْهِيَّةِ الْمُعْتَبَرَةِ (الَّت...