Metode Pemaparan Berbagai Pendapat Atau Aliran Dalam Fikih

عَرْضُ الاِتِّجَاهَاتِ الْفِقْهِيَّةِ:

Metode Pemaparan Berbagai Pendapat Atau Aliran Dalam Fikih:

٦٦ - إِنَّ الطَّرِيقَةَ الَّتِي اخْتِيرَتْ لِبَيَانِ الْمَسَائِل وَأَحْكَامِهَا هِيَ طَرِيقَةُ (الاِتِّجَاهَاتِ الْفِقْهِيَّةِ) وَهِيَ تَخْتَلِفُ عَنْ فَصْل الْمَذَاهِبِ وَتَكْرَارِ الْمَسْأَلَةِ.

66 - Sesungguhnya metode yang dipilih untuk menjelaskan berbagai persoalan dan hukum-hukumnya adalah metode “berbagai kecenderungan fikih” (الاِتِّجَاهَاتِ الْفِقْهِيَّةِ). Metode ini berbeda dengan memisahkan pembahasan berdasarkan madzhab-madzhab dan mengulang-ulang pembahasan suatu masalah.

فَفِي الطَّرِيقَةِ الْمُخْتَارَةِ تُحْصَرُ الآْرَاءُ الْمُتَعَدِّدَةُ فِي الْمَسْأَلَةِ، مَتْبُوعَةً بِمَا يَنْدَرِجُ تَحْتَ كُل اتِّجَاهٍ مِنْ مَذْهَبٍ أَوْ أَكْثَرَ، وَإِذَا كَانَ فِي الْمَذْهَبِ الْوَاحِدِ أَكْثَرُ مِنْ رَأْيٍ فَإِنَّهُ يَتَكَرَّرُ ذِكْرُهُ بِحَسَبِ تِلْكَ الرِّوَايَاتِ مَعَ الاِتِّجَاهَاتِ الْمُنَاسِبَةِ لَهَا.

Dalam metode yang dipilih, berbagai pendapat dalam suatu masalah dihimpun, kemudian diikuti dengan penyebutan satu madzhab atau lebih yang termasuk di bawah setiap pendapat tersebut.

Apabila dalam satu mazhab terdapat lebih dari satu pendapat, maka madzhab tersebut disebutkan kembali sesuai dengan riwayat-riwayat tersebut, bersama dengan pendapat-pendapat yang sesuai dengannya.

وَيُقَدَّمُ الاِتِّجَاهُ الَّذِي ذَهَبَ إِلَيْهِ أَكْثَرُ الْفُقَهَاءِ (الْجُمْهُورُ) إِلاَّ حَيْثُ تَقْضِي مَنْطِقِيَّةُ الْبَيَانِ بِمُخَالَفَةِ ذَلِكَ لِتَقْدِيمِ الْبَسِيطِ عَلَى مَا فِيهِ تَرْكِيبٌ أَوْ تَفْصِيلٌ، وَكَالْبَدْءِ بِمَا يَتَوَقَّفُ عَلَيْهِ فَهْمُ مَا بَعْدَهُ.

Pendapat yang dipegang oleh mayoritas fuqaha (jumhur) didahulukan, kecuali apabila logika penyajian mengharuskan sebaliknya, seperti untuk mendahulukan pembahasan yang sederhana daripada pembahasan yang mengandung susunan atau perincian, atau memulai dengan sesuatu yang pemahamannya diperlukan untuk memahami pembahasan setelahnya.

وَالْبَاعِثُ عَلَى سُلُوكِ هَذِهِ الطَّرِيقَةِ - الْمَعْرُوفَةِ صُعُوبَتُهَا عَلَى الْكُتَّابِ - كِفَايَةُ الْمُسْتَفِيدِ مِنْ الْمَوْسُوعَةِ مُهِمَّةَ اسْتِخْلاَصِ مَوَاطِنِ الْوِفَاقِ وَالْخِلاَفِ بِدِقَّةٍ، وَإِعْطَاءُ التَّصَوُّرِ التَّامِّ لِمَنَاحِي الاِجْتِهَادَاتِ الْفِقْهِيَّةِ، وَهُوَ مِمَّا يَتَيَسَّرُ مَعَهُ الاِسْتِمْدَادُ مِنْهَا فِي الدِّرَاسَاتِ وَالتَّشْرِيعَاتِ بَعْدَ أَنْ غَلَبَ عَلَيْهَا الْبَحْثُ غَيْرُ الْمُقْتَصِرِ عَلَى مَذْهَبٍ وَاحِدٍ بِخُصُوصِهِ، وَلاَ يَخْفَى مَا فِي هَذِهِ الطَّرِيقَةِ مِنْ تَحَاشِي التَّكْرَارِ فِي ذِكْرِ كُل مَذْهَبٍ عَلَى حِدَةٍ وَتَكْرَارُ الْمَسْأَلَةِ وَأَدِلَّتِهَا تَبَعًا لِذَلِكَ.

Yang menjadi alasan dipilihnya metode ini—yang diketahui memiliki tingkat kesulitan bagi para penulis—adalah agar pengguna ensiklopedia dapat memperoleh kemudahan dalam mengetahui secara tepat tempat-tempat terjadinya kesepakatan dan perselisihan, serta memperoleh gambaran yang utuh mengenai berbagai corak ijtihad fikih.

Dengan demikian, akan lebih mudah memanfaatkan ensiklopedia tersebut dalam kajian dan penyusunan peraturan perundang-undangan, setelah kajian yang tidak terbatas pada satu mazhab tertentu menjadi lebih dominan.

Tidak diragukan lagi bahwa metode ini juga menghindarkan dari pengulangan penyebutan setiap mazhab secara terpisah, serta pengulangan suatu masalah beserta dalil-dalilnya sesuai dengan masing-masing mazhab.

كَمَا أَنَّ هَذِهِ الطَّرِيقَةَ لَيْسَتْ بِدْعًا مِنْ الأَْمْرِ فَهِيَ مَا عَلَيْهِ مُعْظَمُ الْمُؤَلِّفِينَ الْقُدَامَى فِي كُتُبِ اخْتِلاَفِ الْفُقَهَاءِ وَالشُّرُوحِ الْمَعْنِيَّةِ بِالإِْشَارَةِ لِلْمَذَاهِبِ، وَعَلَيْهَا أَيْضًا جَمِيعُ الدِّرَاسَاتِ الْفِقْهِيَّةِ الْحَدِيثَةِ. وَلَمْ تَكُنْ ثَمَّةَ حَاجَةٌ لِلتَّأْكِيدِ عَلَيْهَا لَوْلاَ أَنَّ بَعْضَ الْكِتَابَاتِ اسْتَرْوَحَتْ إِلَى طُرُقٍ أُخْرَى كَإِفْرَادِ الْمَذَاهِبِ تَمَامًا، أَوِ الْبَدْءِ بِمَوَاطِنِ الاِتِّفَاقِ إِجْمَالاً ثُمَّ الْعَوْدَةِ لإِِفْرَادِهَا عِنْدَ التَّفْصِيل وَالاِخْتِلاَفِ.

Selain itu, metode ini bukanlah sesuatu yang baru. Metode inilah yang digunakan oleh mayoritas penulis terdahulu dalam kitab-kitab tentang perbedaan pendapat para fuqaha dan kitab-kitab syarah yang membahas berbagai mazhab.

Metode ini juga digunakan dalam seluruh kajian fikih modern. Sebenarnya tidak diperlukan penegasan mengenai metode ini, seandainya sebagian karya tulis tidak memilih metode lain, seperti memisahkan mazhab secara sepenuhnya, atau memulai dengan menyebutkan secara ringkas persoalan-persoalan yang disepakati, kemudian kembali memisahkannya ketika masuk pada pembahasan secara terperinci dan persoalan-persoalan yang diperselisihkan.

وَيَلْتَزِمُ بَعْدَ حَصْرِ الاِتِّجَاهَاتِ فِي الْمَسْأَلَةِ بِإِتْبَاعِ كُل اتِّجَاهٍ بِمَا وَافَقَهُ مِنْ فِقْهِ الْمَذَاهِبِ الأَْرْبَعَةِ الَّتِي يَتَيَسَّرُ تَوْفِيرُ الْفُقَهَاءِ الْمُشْتَغِلِينَ بِفِقْهِهَا مُجْتَمِعًا، لِلتَّقَارُبِ الشَّدِيدِ بَيْنَ أُصُولِهَا وَتَدَاوُل مَرَاجِعِهَا، كَمَا يُشَارُ إِلَى مَا يَتَيَسَّرُ الْوُقُوفُ عَلَيْهِ مِنْ مَذَاهِبِ السَّلَفِ (الصَّحَابَةِ وَمَنْ بَعْدَهُمْ) مِمَّا تَضَمَّنَتْهُ كُتُبُ الْفِقْهِ الْمَعْرُوفَةُ. وَيَحْصُل بِذَلِكَ الاِجْتِزَاءُ عَمَّا لَمْ يَتَيَسَّرْ أَوْ لَمْ يُطَّلَعْ عَلَيْهِ مِنْ مَذَاهِبَ لِكَوْنِهَا مُمَثَّلَةً فِي أَحَدِ الاِتِّجَاهَاتِ.

Setelah menghimpun berbagai pendapat dalam suatu masalah, ditetapkan untuk mengikuti setiap pendapat tersebut dengan fikih dari mazhab-mazhab yang sesuai dengannya, khususnya empat mazhab yang para ahli fikihnya dapat dihimpun dan tersedia untuk mengkaji fikihnya secara bersama-sama. Hal ini karena adanya kedekatan yang kuat antara dasar-dasar mazhab tersebut serta tersebarnya kitab-kitab rujukan mereka.

Demikian pula, akan ditunjukkan pendapat-pendapat yang dapat diketahui dari mazhab para salaf, yaitu para sahabat dan generasi setelah mereka, sejauh hal tersebut terdapat dalam kitab-kitab fikih yang dikenal.

Dengan demikian, tidak diperlukan untuk memuat mazhab-mazhab yang belum dapat diperoleh atau belum sempat ditelaah, karena pendapat-pendapatnya telah terwakili dalam salah satu dari berbagai corak pendapat fikih (الاتجاهات الفقهية).

Baca juga:

Klasifikasi Istilah-Istilah Fikih : Istilah Pokok : Istilah Cabang(rujukan silang) : Istilah Penunjuk (petunjuk silang)

Rencana Penulisan EnsiklopediaFikih : Penyusunan Ensiklopedia Berdasarkan Urutan Alfabetis

Gaya Penulisan DanSumber-Sumber Rujukan

عَرْضُ الاِتِّجَاهَاتِ الْفِقْهِيَّةِ:

Metode Pemaparan Berbagai Pendapat Atau Aliran Dalam Fikih:

٦٦ - إِنَّ الطَّرِيقَةَ الَّتِي اخْتِيرَتْ لِبَيَانِ الْمَسَائِل وَأَحْكَامِهَا هِيَ طَرِيقَةُ (الاِتِّجَاهَاتِ الْفِقْهِيَّةِ) وَهِيَ تَخْتَلِفُ عَنْ فَصْل الْمَذَاهِبِ وَتَكْرَارِ الْمَسْأَلَةِ.

66 - Sesungguhnya metode yang dipilih untuk menjelaskan berbagai persoalan dan hukum-hukumnya adalah metode “berbagai kecenderungan fikih” (الاِتِّجَاهَاتِ الْفِقْهِيَّةِ). Metode ini berbeda dengan memisahkan pembahasan berdasarkan madzhab-madzhab dan mengulang-ulang pembahasan suatu masalah.

فَفِي الطَّرِيقَةِ الْمُخْتَارَةِ تُحْصَرُ الآْرَاءُ الْمُتَعَدِّدَةُ فِي الْمَسْأَلَةِ، مَتْبُوعَةً بِمَا يَنْدَرِجُ تَحْتَ كُل اتِّجَاهٍ مِنْ مَذْهَبٍ أَوْ أَكْثَرَ، وَإِذَا كَانَ فِي الْمَذْهَبِ الْوَاحِدِ أَكْثَرُ مِنْ رَأْيٍ فَإِنَّهُ يَتَكَرَّرُ ذِكْرُهُ بِحَسَبِ تِلْكَ الرِّوَايَاتِ مَعَ الاِتِّجَاهَاتِ الْمُنَاسِبَةِ لَهَا.

Dalam metode yang dipilih, berbagai pendapat dalam suatu masalah dihimpun, kemudian diikuti dengan penyebutan satu madzhab atau lebih yang termasuk di bawah setiap pendapat tersebut.

Apabila dalam satu mazhab terdapat lebih dari satu pendapat, maka madzhab tersebut disebutkan kembali sesuai dengan riwayat-riwayat tersebut, bersama dengan pendapat-pendapat yang sesuai dengannya.

وَيُقَدَّمُ الاِتِّجَاهُ الَّذِي ذَهَبَ إِلَيْهِ أَكْثَرُ الْفُقَهَاءِ (الْجُمْهُورُ) إِلاَّ حَيْثُ تَقْضِي مَنْطِقِيَّةُ الْبَيَانِ بِمُخَالَفَةِ ذَلِكَ لِتَقْدِيمِ الْبَسِيطِ عَلَى مَا فِيهِ تَرْكِيبٌ أَوْ تَفْصِيلٌ، وَكَالْبَدْءِ بِمَا يَتَوَقَّفُ عَلَيْهِ فَهْمُ مَا بَعْدَهُ.

Pendapat yang dipegang oleh mayoritas fuqaha (jumhur) didahulukan, kecuali apabila logika penyajian mengharuskan sebaliknya, seperti untuk mendahulukan pembahasan yang sederhana daripada pembahasan yang mengandung susunan atau perincian, atau memulai dengan sesuatu yang pemahamannya diperlukan untuk memahami pembahasan setelahnya.

وَالْبَاعِثُ عَلَى سُلُوكِ هَذِهِ الطَّرِيقَةِ - الْمَعْرُوفَةِ صُعُوبَتُهَا عَلَى الْكُتَّابِ - كِفَايَةُ الْمُسْتَفِيدِ مِنْ الْمَوْسُوعَةِ مُهِمَّةَ اسْتِخْلاَصِ مَوَاطِنِ الْوِفَاقِ وَالْخِلاَفِ بِدِقَّةٍ، وَإِعْطَاءُ التَّصَوُّرِ التَّامِّ لِمَنَاحِي الاِجْتِهَادَاتِ الْفِقْهِيَّةِ، وَهُوَ مِمَّا يَتَيَسَّرُ مَعَهُ الاِسْتِمْدَادُ مِنْهَا فِي الدِّرَاسَاتِ وَالتَّشْرِيعَاتِ بَعْدَ أَنْ غَلَبَ عَلَيْهَا الْبَحْثُ غَيْرُ الْمُقْتَصِرِ عَلَى مَذْهَبٍ وَاحِدٍ بِخُصُوصِهِ، وَلاَ يَخْفَى مَا فِي هَذِهِ الطَّرِيقَةِ مِنْ تَحَاشِي التَّكْرَارِ فِي ذِكْرِ كُل مَذْهَبٍ عَلَى حِدَةٍ وَتَكْرَارُ الْمَسْأَلَةِ وَأَدِلَّتِهَا تَبَعًا لِذَلِكَ.

Yang menjadi alasan dipilihnya metode ini—yang diketahui memiliki tingkat kesulitan bagi para penulis—adalah agar pengguna ensiklopedia dapat memperoleh kemudahan dalam mengetahui secara tepat tempat-tempat terjadinya kesepakatan dan perselisihan, serta memperoleh gambaran yang utuh mengenai berbagai corak ijtihad fikih.

Dengan demikian, akan lebih mudah memanfaatkan ensiklopedia tersebut dalam kajian dan penyusunan peraturan perundang-undangan, setelah kajian yang tidak terbatas pada satu mazhab tertentu menjadi lebih dominan.

Tidak diragukan lagi bahwa metode ini juga menghindarkan dari pengulangan penyebutan setiap mazhab secara terpisah, serta pengulangan suatu masalah beserta dalil-dalilnya sesuai dengan masing-masing mazhab.

كَمَا أَنَّ هَذِهِ الطَّرِيقَةَ لَيْسَتْ بِدْعًا مِنْ الأَْمْرِ فَهِيَ مَا عَلَيْهِ مُعْظَمُ الْمُؤَلِّفِينَ الْقُدَامَى فِي كُتُبِ اخْتِلاَفِ الْفُقَهَاءِ وَالشُّرُوحِ الْمَعْنِيَّةِ بِالإِْشَارَةِ لِلْمَذَاهِبِ، وَعَلَيْهَا أَيْضًا جَمِيعُ الدِّرَاسَاتِ الْفِقْهِيَّةِ الْحَدِيثَةِ. وَلَمْ تَكُنْ ثَمَّةَ حَاجَةٌ لِلتَّأْكِيدِ عَلَيْهَا لَوْلاَ أَنَّ بَعْضَ الْكِتَابَاتِ اسْتَرْوَحَتْ إِلَى طُرُقٍ أُخْرَى كَإِفْرَادِ الْمَذَاهِبِ تَمَامًا، أَوِ الْبَدْءِ بِمَوَاطِنِ الاِتِّفَاقِ إِجْمَالاً ثُمَّ الْعَوْدَةِ لإِِفْرَادِهَا عِنْدَ التَّفْصِيل وَالاِخْتِلاَفِ.

Selain itu, metode ini bukanlah sesuatu yang baru. Metode inilah yang digunakan oleh mayoritas penulis terdahulu dalam kitab-kitab tentang perbedaan pendapat para fuqaha dan kitab-kitab syarah yang membahas berbagai mazhab.

Metode ini juga digunakan dalam seluruh kajian fikih modern. Sebenarnya tidak diperlukan penegasan mengenai metode ini, seandainya sebagian karya tulis tidak memilih metode lain, seperti memisahkan mazhab secara sepenuhnya, atau memulai dengan menyebutkan secara ringkas persoalan-persoalan yang disepakati, kemudian kembali memisahkannya ketika masuk pada pembahasan secara terperinci dan persoalan-persoalan yang diperselisihkan.

وَيَلْتَزِمُ بَعْدَ حَصْرِ الاِتِّجَاهَاتِ فِي الْمَسْأَلَةِ بِإِتْبَاعِ كُل اتِّجَاهٍ بِمَا وَافَقَهُ مِنْ فِقْهِ الْمَذَاهِبِ الأَْرْبَعَةِ الَّتِي يَتَيَسَّرُ تَوْفِيرُ الْفُقَهَاءِ الْمُشْتَغِلِينَ بِفِقْهِهَا مُجْتَمِعًا، لِلتَّقَارُبِ الشَّدِيدِ بَيْنَ أُصُولِهَا وَتَدَاوُل مَرَاجِعِهَا، كَمَا يُشَارُ إِلَى مَا يَتَيَسَّرُ الْوُقُوفُ عَلَيْهِ مِنْ مَذَاهِبِ السَّلَفِ (الصَّحَابَةِ وَمَنْ بَعْدَهُمْ) مِمَّا تَضَمَّنَتْهُ كُتُبُ الْفِقْهِ الْمَعْرُوفَةُ. وَيَحْصُل بِذَلِكَ الاِجْتِزَاءُ عَمَّا لَمْ يَتَيَسَّرْ أَوْ لَمْ يُطَّلَعْ عَلَيْهِ مِنْ مَذَاهِبَ لِكَوْنِهَا مُمَثَّلَةً فِي أَحَدِ الاِتِّجَاهَاتِ.

Setelah menghimpun berbagai pendapat dalam suatu masalah, ditetapkan untuk mengikuti setiap pendapat tersebut dengan fikih dari mazhab-mazhab yang sesuai dengannya, khususnya empat mazhab yang para ahli fikihnya dapat dihimpun dan tersedia untuk mengkaji fikihnya secara bersama-sama. Hal ini karena adanya kedekatan yang kuat antara dasar-dasar mazhab tersebut serta tersebarnya kitab-kitab rujukan mereka.

Demikian pula, akan ditunjukkan pendapat-pendapat yang dapat diketahui dari mazhab para salaf, yaitu para sahabat dan generasi setelah mereka, sejauh hal tersebut terdapat dalam kitab-kitab fikih yang dikenal.

Dengan demikian, tidak diperlukan untuk memuat mazhab-mazhab yang belum dapat diperoleh atau belum sempat ditelaah, karena pendapat-pendapatnya telah terwakili dalam salah satu dari berbagai corak pendapat fikih (الاتجاهات الفقهية).

Baca juga:

Klasifikasi Istilah-Istilah Fikih : Istilah Pokok : Istilah Cabang(rujukan silang) : Istilah Penunjuk (petunjuk silang)

Rencana Penulisan EnsiklopediaFikih : Penyusunan Ensiklopedia Berdasarkan Urutan Alfabetis

Gaya Penulisan DanSumber-Sumber Rujukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Imam dalam Islam: Hukum Mengikuti Ijtihad Madzhab, Imamah, Talfiq, dan Hadits Mursal

الْحُكْمُ الإِجْمَالِيُّ : Hukum Secara Global: ٣ - اجْتِهَادَاتُ أَحَدِ أَئِمَّةِ الْمَذَاهِبِ الْفِقْهِيَّةِ الْمُعْتَبَرَةِ (الَّت...