Rencana Penulisan Ensiklopedia Fikih : Penyusunan Ensiklopedia Berdasarkan Urutan Alfabetis

خُطَّةُ كِتَابَةِ الْمَوْسُوعَةِ

Rencana Penulisan Ensiklopedia

٦٠ - لاَ بُدَّ لأَِيِّ مَوْسُوعَةٍ مِنْ خُطَّةٍ تَتَرَسَّمُهَا فِي تَحْقِيقِ أَهْدَافِهَا وَالْحِفَاظِ عَلَى أَهَمِّ خَصَائِصِهَا، وَهِيَ الْوَحْدَةُ وَالتَّنَاسُقُ. وَبَيَانُ الْخُطَّةِ الْمُسْتَهْدَى بِهَا فِي الْكِتَابَةِ أَمْرٌ فِي غَايَةِ الأَْهَمِّيَّةِ، لأَِنَّهُ يُنِيرُ السَّبِيل لِلاِسْتِفَادَةِ الصَّحِيحَةِ مِنْ الْمَوْسُوعَةِ، كَمَا يُعِينُ عَلَى التَّعَرُّفِ إِلَى طَابَعِهَا الْعَامِّ.

60 Setiap ensiklopedia pasti memerlukan sebuah rencana yang menjadi pedoman dalam mencapai tujuan-tujuannya dan menjaga karakteristik terpentingnya, yaitu kesatuan dan keselarasan.

Penjelasan mengenai rencana yang dijadikan pedoman dalam penulisan merupakan perkara yang sangat penting, karena hal tersebut memberikan petunjuk bagi pemanfaatan ensiklopedia secara tepat, sekaligus membantu mengenali karakter umum ensiklopedia tersebut.

وَتَجْدُرُ الإِْشَارَةُ إِلَى أَنَّ هُنَاكَ خُطَطًا أُخْرَى ثَانَوِيَّةً نَدَعُ الْحَدِيثَ عَنْهَا لأَِنَّهَا لاَ تَعْدُو أَنْ تَكُونَ مِنْ قَبِيل النَّهْجِ الْمَسْلُوكِ فِي إِعْدَادِ الْمَوْسُوعَةِ، وَهِيَ وَسَائِل تَتَعَدَّدُ وَتَتَطَوَّرُ. كَمَا نَتْرُكُ الْحَدِيثَ عَنْ الْخُطَّةِ الشَّكْلِيَّةِ لِلإِْخْرَاجِ الْمَوْسُوعِيِّ لأَِنَّهَا مَشْهُودَةٌ بِالنَّظَرِ، وَجَارِيَةٌ عَلَى السَّنَنِ الْمَعْهُودِ فِي تَحْقِيقِ النُّصُوصِ وَأُصُول الإِْخْرَاجِ.

Perlu disampaikan bahwa terdapat rencana-rencana lain yang bersifat sekunder, tetapi pembahasannya kami tinggalkan karena hal tersebut tidak lebih dari sekadar metode yang ditempuh dalam mempersiapkan ensiklopedia, berupa sarana-sarana yang dapat beragam dan berkembang.

Demikian pula, kami tidak membahas rencana teknis dalam penyajian ensiklopedia, karena hal itu dapat diketahui secara langsung melalui pengamatan dan mengikuti metode yang telah lazim digunakan dalam verifikasi teks serta kaidah-kaidah penyajiannya.

وَنُورِدُ هُنَا إِيضَاحًا لِلْخُطَّةِ الْمُلْتَزَمَةِ فِي كِتَابَةِ هَذِهِ الْمَوْسُوعَةِ - فَضْلاً عَمَّا سَبَقَ بَيَانُهُ قَرِيبًا - تَبَعًا لِعَنَاصِرِهَا التَّالِيَةِ: تَرْتِيبُ الْمَوْسُوعَةِ، تَصْنِيفُ الْمُصْطَلَحَاتِ، عَرْضُ الاِتِّجَاهَاتِ، الأُْسْلُوبُ وَالْمَرَاجِعُ، الأَْدِلَّةُ وَالتَّخْرِيجُ.

Di sini kami akan memberikan penjelasan mengenai rencana yang dijadikan pedoman dalam penulisan ensiklopedia ini, selain dari apa yang telah dijelaskan sebelumnya, sesuai dengan unsur-unsurnya berikut:

  1. Susunan ensiklopedia
  2. Klasifikasi istilah-istilah
  3. Penyajian berbagai pendapat
  4. Gaya penulisan dan referensi
  5. Dalil-dalil dan takhrij

تَرْتِيبُ الْمَوْسُوعَةِ الأَْلِفْبَائِيِّ

Penyusunan Ensiklopedia Berdasarkan Urutan Alfabetis

٦١ - إِنَّ اخْتِيَارَ تَقْدِيمِ الْمَعْلُومَاتِ فِي الْمَوْسُوعَةِ مِنْ خِلاَل مُصْطَلَحَاتٍ (أَلْفَاظٍ عُنْوَانِيَّةٍ مُتَعَارَفٍ عَلَى ارْتِبَاطِهَا بِمَدْلُولاَتٍ عِلْمِيَّةٍ خَاصَّةٍ) ثُمَّ تَرْتِيبَهَا أَلِفْبَائِيًّا (عَلَى حُرُوفِ الْهِجَاءِ) يُحَقِّقُ أَهَمَّ خَصَائِصِ الْمَوْسُوعَةِ، وَهُوَ سُهُولَةُ التَّرْتِيبِ وَاسْتِقْرَارُهُ، بِحَيْثُ يَزُول الاِضْطِرَابُ النَّاشِئُ عَنْ اخْتِلاَفِ أَنْظَارِ الْمُؤَلِّفِينَ الْقُدَامَى فِي تَحْدِيدِ الْمَوْقِعِ الْمُنَاسِبِ لِلْمَسَائِل الْفِقْهِيَّةِ الَّتِي تَتَجَاذَبُهَا أَبْوَابٌ شَتَّى، بَل امْتَدَّ الاِخْتِلاَفُ إِلَى تَرْتِيبِ الأَْبْوَابِ نَفْسِهَا مَا بَيْنَ مَذْهَبٍ وَآخَرَ وَفِي الْمَذْهَبِ الْوَاحِدِ. وَالْتِزَامُ التَّرْتِيبِ الأَْلِفْبَائِيِّ يُزِيل الاِضْطِرَابَ وَيُيَسِّرُ الْبَحْثَ لِغَيْرِ الْمُخْتَصِّ.

61 Pemilihan untuk menyajikan informasi dalam ensiklopedia melalui istilah-istilah—yaitu kata-kata judul yang telah dikenal memiliki keterkaitan dengan makna-makna ilmiah tertentu—kemudian menyusunnya berdasarkan urutan alfabetis (sesuai huruf-huruf hijaiyah) akan mewujudkan salah satu karakteristik terpenting ensiklopedia, yaitu kemudahan dan konsistensi dalam penyusunan.

Dengan demikian, hilanglah kerancuan yang muncul akibat perbedaan pandangan para penulis terdahulu dalam menentukan tempat yang tepat bagi persoalan-persoalan fikih yang dapat dikaitkan dengan berbagai bab yang berbeda. Bahkan, perbedaan tersebut juga meluas hingga pada urutan bab itu sendiri, baik antara satu mazhab dengan mazhab lainnya maupun bahkan di dalam satu mazhab yang sama.

Dengan berpegang pada urutan alfabetis, kerancuan tersebut dapat dihilangkan dan pencarian informasi menjadi lebih mudah, termasuk bagi orang yang bukan ahli.

وَيُنْظَرُ إِلَى الْمُصْطَلَحَاتِ عِنْدَ تَرْتِيبِهَا إِلَى حَالَتِهَا الرَّاهِنَةِ، وَلَوْ كَانَ بَعْضُهَا - بِحَسَبِ الاِشْتِقَاقِ - قَدْ دَخَلَتْ حُرُوفٌ زَائِدَةٌ عَلَى لَفْظِهِ الأَْصْلِيِّ الْمُجَرَّدِ؛ لأَِنَّ اعْتِبَارَهَا كَذَلِكَ أَيْسَرُ لِلْكَشْفِ عَنْهَا، وَلأَِنَّ كُل لَفْظٍ مِنْ تِلْكَ الأَْلْفَاظِ صَارَ لَقَبًا مُلاَزِمًا لِلْمَسْأَلَةِ الْمَدْلُول عَلَيْهَا بِهِ، وَقَدْ لُوحِظَ مَا فِي الطُّرُقِ الْمُخْتَلِفَةِ لِتَرْتِيبِ بَعْضِ الْحُرُوفِ، فَرُوعِيَ تَغْلِيبُ جَانِبِ النُّطْقِ فِي اعْتِبَارِهَا، لأَِنَّهُ الأَْصْل الَّذِي تَسْتَنِدُ إِلَيْهِ الْكِتَابَةُ فِي الْعَرَبِيَّةِ، كَمَا رُوعِيَ فِي الأَْلْفَاظِ الْمُرَكَّبَةِ تَرْتِيبُ الأَْجْزَاءِ الأُْولَى ثُمَّ الاِلْتِفَاتُ لِتَرْتِيبِ مَا بَعْدَهَا أَيْضًا (كَمَا فِي لَفْظِ " صَلاَةٍ " وَمَا أُضِيفَ إِلَيْهِ) . وَهُوَ مَا يُدْعَى: " النِّظَامَ الْكَلِمِيَّ لاَ الْحَرْفِيَّ "، وَقُدِّمَ اللَّفْظُ " الْخَالِي أَوَّلاً " حِينَ تَزِيدُ حُرُوفُ أَحَدِ اللَّفْظَيْنِ عَنْ الآْخَرِ بَعْدَ التَّمَاثُل.

Dalam menyusun istilah-istilah tersebut, yang diperhatikan adalah bentuknya sebagaimana yang digunakan saat ini, meskipun menurut asal pembentukannya sebagian istilah itu telah mengalami penambahan beberapa huruf dari bentuk dasarnya yang asli. Hal ini karena memperlakukannya dalam bentuk tersebut lebih mudah untuk ditemukan, dan karena setiap lafaz dari istilah-istilah itu telah menjadi nama khusus yang melekat pada persoalan yang ditunjukkannya.

Dalam hal ini juga diperhatikan berbagai metode yang berbeda dalam mengurutkan sebagian huruf. Oleh karena itu, lebih diutamakan aspek pengucapan dalam menentukan urutannya, karena pengucapan merupakan dasar yang menjadi landasan penulisan dalam bahasa Arab.

Demikian pula, pada istilah-istilah yang tersusun dari beberapa kata, urutan bagian pertama diperhatikan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan memperhatikan urutan bagian-bagian setelahnya, sebagaimana pada kata «صلاة» dan kata-kata yang disandarkan atau ditambahkan kepadanya.

Metode ini disebut “sistem berdasarkan kata, bukan berdasarkan huruf” (an-niẓām al-kalimī lā al-ḥarfī).

Apabila setelah terdapat kesamaan pada bagian awal ternyata salah satu kata memiliki huruf tambahan dibandingkan kata lainnya, maka kata yang tidak memiliki tambahan tersebut didahulukan.

Baca juga :

Lampiran-Lampiran Ensiklopedia : Biografi Tokoh Terkemuka : Ushul fikih : Masalah-Masalah Kontemporer : Kosakata Asing atau Istilah-Istilah Sulit Dalam Bahasa Fikih

Isi dan Cakupan EnsiklopediaFikih : Pokok Bahasan Ensiklopedia Fikih

Klasifikasi Istilah-Istilah Fikih: Istilah Pokok : Istilah Cabang (rujukan silang) : Istilah Penunjuk (petunjuksilang)

خُطَّةُ كِتَابَةِ الْمَوْسُوعَةِ

Rencana Penulisan Ensiklopedia

٦٠ - لاَ بُدَّ لأَِيِّ مَوْسُوعَةٍ مِنْ خُطَّةٍ تَتَرَسَّمُهَا فِي تَحْقِيقِ أَهْدَافِهَا وَالْحِفَاظِ عَلَى أَهَمِّ خَصَائِصِهَا، وَهِيَ الْوَحْدَةُ وَالتَّنَاسُقُ. وَبَيَانُ الْخُطَّةِ الْمُسْتَهْدَى بِهَا فِي الْكِتَابَةِ أَمْرٌ فِي غَايَةِ الأَْهَمِّيَّةِ، لأَِنَّهُ يُنِيرُ السَّبِيل لِلاِسْتِفَادَةِ الصَّحِيحَةِ مِنْ الْمَوْسُوعَةِ، كَمَا يُعِينُ عَلَى التَّعَرُّفِ إِلَى طَابَعِهَا الْعَامِّ.

60 Setiap ensiklopedia pasti memerlukan sebuah rencana yang menjadi pedoman dalam mencapai tujuan-tujuannya dan menjaga karakteristik terpentingnya, yaitu kesatuan dan keselarasan.

Penjelasan mengenai rencana yang dijadikan pedoman dalam penulisan merupakan perkara yang sangat penting, karena hal tersebut memberikan petunjuk bagi pemanfaatan ensiklopedia secara tepat, sekaligus membantu mengenali karakter umum ensiklopedia tersebut.

وَتَجْدُرُ الإِْشَارَةُ إِلَى أَنَّ هُنَاكَ خُطَطًا أُخْرَى ثَانَوِيَّةً نَدَعُ الْحَدِيثَ عَنْهَا لأَِنَّهَا لاَ تَعْدُو أَنْ تَكُونَ مِنْ قَبِيل النَّهْجِ الْمَسْلُوكِ فِي إِعْدَادِ الْمَوْسُوعَةِ، وَهِيَ وَسَائِل تَتَعَدَّدُ وَتَتَطَوَّرُ. كَمَا نَتْرُكُ الْحَدِيثَ عَنْ الْخُطَّةِ الشَّكْلِيَّةِ لِلإِْخْرَاجِ الْمَوْسُوعِيِّ لأَِنَّهَا مَشْهُودَةٌ بِالنَّظَرِ، وَجَارِيَةٌ عَلَى السَّنَنِ الْمَعْهُودِ فِي تَحْقِيقِ النُّصُوصِ وَأُصُول الإِْخْرَاجِ.

Perlu disampaikan bahwa terdapat rencana-rencana lain yang bersifat sekunder, tetapi pembahasannya kami tinggalkan karena hal tersebut tidak lebih dari sekadar metode yang ditempuh dalam mempersiapkan ensiklopedia, berupa sarana-sarana yang dapat beragam dan berkembang.

Demikian pula, kami tidak membahas rencana teknis dalam penyajian ensiklopedia, karena hal itu dapat diketahui secara langsung melalui pengamatan dan mengikuti metode yang telah lazim digunakan dalam verifikasi teks serta kaidah-kaidah penyajiannya.

وَنُورِدُ هُنَا إِيضَاحًا لِلْخُطَّةِ الْمُلْتَزَمَةِ فِي كِتَابَةِ هَذِهِ الْمَوْسُوعَةِ - فَضْلاً عَمَّا سَبَقَ بَيَانُهُ قَرِيبًا - تَبَعًا لِعَنَاصِرِهَا التَّالِيَةِ: تَرْتِيبُ الْمَوْسُوعَةِ، تَصْنِيفُ الْمُصْطَلَحَاتِ، عَرْضُ الاِتِّجَاهَاتِ، الأُْسْلُوبُ وَالْمَرَاجِعُ، الأَْدِلَّةُ وَالتَّخْرِيجُ.

Di sini kami akan memberikan penjelasan mengenai rencana yang dijadikan pedoman dalam penulisan ensiklopedia ini, selain dari apa yang telah dijelaskan sebelumnya, sesuai dengan unsur-unsurnya berikut:

  1. Susunan ensiklopedia
  2. Klasifikasi istilah-istilah
  3. Penyajian berbagai pendapat
  4. Gaya penulisan dan referensi
  5. Dalil-dalil dan takhrij

تَرْتِيبُ الْمَوْسُوعَةِ الأَْلِفْبَائِيِّ

Penyusunan Ensiklopedia Berdasarkan Urutan Alfabetis

٦١ - إِنَّ اخْتِيَارَ تَقْدِيمِ الْمَعْلُومَاتِ فِي الْمَوْسُوعَةِ مِنْ خِلاَل مُصْطَلَحَاتٍ (أَلْفَاظٍ عُنْوَانِيَّةٍ مُتَعَارَفٍ عَلَى ارْتِبَاطِهَا بِمَدْلُولاَتٍ عِلْمِيَّةٍ خَاصَّةٍ) ثُمَّ تَرْتِيبَهَا أَلِفْبَائِيًّا (عَلَى حُرُوفِ الْهِجَاءِ) يُحَقِّقُ أَهَمَّ خَصَائِصِ الْمَوْسُوعَةِ، وَهُوَ سُهُولَةُ التَّرْتِيبِ وَاسْتِقْرَارُهُ، بِحَيْثُ يَزُول الاِضْطِرَابُ النَّاشِئُ عَنْ اخْتِلاَفِ أَنْظَارِ الْمُؤَلِّفِينَ الْقُدَامَى فِي تَحْدِيدِ الْمَوْقِعِ الْمُنَاسِبِ لِلْمَسَائِل الْفِقْهِيَّةِ الَّتِي تَتَجَاذَبُهَا أَبْوَابٌ شَتَّى، بَل امْتَدَّ الاِخْتِلاَفُ إِلَى تَرْتِيبِ الأَْبْوَابِ نَفْسِهَا مَا بَيْنَ مَذْهَبٍ وَآخَرَ وَفِي الْمَذْهَبِ الْوَاحِدِ. وَالْتِزَامُ التَّرْتِيبِ الأَْلِفْبَائِيِّ يُزِيل الاِضْطِرَابَ وَيُيَسِّرُ الْبَحْثَ لِغَيْرِ الْمُخْتَصِّ.

61 Pemilihan untuk menyajikan informasi dalam ensiklopedia melalui istilah-istilah—yaitu kata-kata judul yang telah dikenal memiliki keterkaitan dengan makna-makna ilmiah tertentu—kemudian menyusunnya berdasarkan urutan alfabetis (sesuai huruf-huruf hijaiyah) akan mewujudkan salah satu karakteristik terpenting ensiklopedia, yaitu kemudahan dan konsistensi dalam penyusunan.

Dengan demikian, hilanglah kerancuan yang muncul akibat perbedaan pandangan para penulis terdahulu dalam menentukan tempat yang tepat bagi persoalan-persoalan fikih yang dapat dikaitkan dengan berbagai bab yang berbeda. Bahkan, perbedaan tersebut juga meluas hingga pada urutan bab itu sendiri, baik antara satu mazhab dengan mazhab lainnya maupun bahkan di dalam satu mazhab yang sama.

Dengan berpegang pada urutan alfabetis, kerancuan tersebut dapat dihilangkan dan pencarian informasi menjadi lebih mudah, termasuk bagi orang yang bukan ahli.

وَيُنْظَرُ إِلَى الْمُصْطَلَحَاتِ عِنْدَ تَرْتِيبِهَا إِلَى حَالَتِهَا الرَّاهِنَةِ، وَلَوْ كَانَ بَعْضُهَا - بِحَسَبِ الاِشْتِقَاقِ - قَدْ دَخَلَتْ حُرُوفٌ زَائِدَةٌ عَلَى لَفْظِهِ الأَْصْلِيِّ الْمُجَرَّدِ؛ لأَِنَّ اعْتِبَارَهَا كَذَلِكَ أَيْسَرُ لِلْكَشْفِ عَنْهَا، وَلأَِنَّ كُل لَفْظٍ مِنْ تِلْكَ الأَْلْفَاظِ صَارَ لَقَبًا مُلاَزِمًا لِلْمَسْأَلَةِ الْمَدْلُول عَلَيْهَا بِهِ، وَقَدْ لُوحِظَ مَا فِي الطُّرُقِ الْمُخْتَلِفَةِ لِتَرْتِيبِ بَعْضِ الْحُرُوفِ، فَرُوعِيَ تَغْلِيبُ جَانِبِ النُّطْقِ فِي اعْتِبَارِهَا، لأَِنَّهُ الأَْصْل الَّذِي تَسْتَنِدُ إِلَيْهِ الْكِتَابَةُ فِي الْعَرَبِيَّةِ، كَمَا رُوعِيَ فِي الأَْلْفَاظِ الْمُرَكَّبَةِ تَرْتِيبُ الأَْجْزَاءِ الأُْولَى ثُمَّ الاِلْتِفَاتُ لِتَرْتِيبِ مَا بَعْدَهَا أَيْضًا (كَمَا فِي لَفْظِ " صَلاَةٍ " وَمَا أُضِيفَ إِلَيْهِ) . وَهُوَ مَا يُدْعَى: " النِّظَامَ الْكَلِمِيَّ لاَ الْحَرْفِيَّ "، وَقُدِّمَ اللَّفْظُ " الْخَالِي أَوَّلاً " حِينَ تَزِيدُ حُرُوفُ أَحَدِ اللَّفْظَيْنِ عَنْ الآْخَرِ بَعْدَ التَّمَاثُل.

Dalam menyusun istilah-istilah tersebut, yang diperhatikan adalah bentuknya sebagaimana yang digunakan saat ini, meskipun menurut asal pembentukannya sebagian istilah itu telah mengalami penambahan beberapa huruf dari bentuk dasarnya yang asli. Hal ini karena memperlakukannya dalam bentuk tersebut lebih mudah untuk ditemukan, dan karena setiap lafaz dari istilah-istilah itu telah menjadi nama khusus yang melekat pada persoalan yang ditunjukkannya.

Dalam hal ini juga diperhatikan berbagai metode yang berbeda dalam mengurutkan sebagian huruf. Oleh karena itu, lebih diutamakan aspek pengucapan dalam menentukan urutannya, karena pengucapan merupakan dasar yang menjadi landasan penulisan dalam bahasa Arab.

Demikian pula, pada istilah-istilah yang tersusun dari beberapa kata, urutan bagian pertama diperhatikan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan memperhatikan urutan bagian-bagian setelahnya, sebagaimana pada kata «صلاة» dan kata-kata yang disandarkan atau ditambahkan kepadanya.

Metode ini disebut “sistem berdasarkan kata, bukan berdasarkan huruf” (an-niẓām al-kalimī lā al-ḥarfī).

Apabila setelah terdapat kesamaan pada bagian awal ternyata salah satu kata memiliki huruf tambahan dibandingkan kata lainnya, maka kata yang tidak memiliki tambahan tersebut didahulukan.

Baca juga :

Lampiran-Lampiran Ensiklopedia : Biografi Tokoh Terkemuka : Ushul fikih : Masalah-Masalah Kontemporer : Kosakata Asing atau Istilah-Istilah Sulit Dalam Bahasa Fikih

Isi dan Cakupan EnsiklopediaFikih : Pokok Bahasan Ensiklopedia Fikih

Klasifikasi Istilah-Istilah Fikih: Istilah Pokok : Istilah Cabang (rujukan silang) : Istilah Penunjuk (petunjuksilang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Imam dalam Islam: Hukum Mengikuti Ijtihad Madzhab, Imamah, Talfiq, dan Hadits Mursal

الْحُكْمُ الإِجْمَالِيُّ : Hukum Secara Global: ٣ - اجْتِهَادَاتُ أَحَدِ أَئِمَّةِ الْمَذَاهِبِ الْفِقْهِيَّةِ الْمُعْتَبَرَةِ (الَّت...