مُشْتَمَلاَتُ
الْمَوْسُوعَةِ
Isi dan Cakupan Ensiklopedia
مَوْضُوعُ
الْمَوْسُوعَةِ
Pokok
Bahasan Ensiklopedia
٥٢ - تَشْتَمِل
هَذِهِ الْمَوْسُوعَةُ الْفِقْهِيَّةُ عَلَى صِيَاغَةٍ عَصْرِيَّةٍ لِتُرَاثِ
الْفِقْهِ الإِْسْلاَمِيِّ (لِغَايَةِ الْقَرْنِ الثَّالِثِ عَشَرَ الْهِجْرِيِّ)
مُرَاعًى فِيهَا خُطَّةٌ مُوَحَّدَةٌ لِلْكِتَابَةِ سَيَأْتِي الْحَدِيثُ عَنْهَا،
عَلَى أَنَّ هُنَاكَ أَقْسَامًا ذَاتَ صِلَةٍ بِالْفِقْهِ اقْتَضَتْ طَبِيعَتُهَا
وَالاِلْتِزَامُ بِالْخُطَّةِ، أَنْ تُكْتَبَ مُنْفَصِلَةً عَنْ صَمِيمِ
الْمَوْسُوعَةِ، مَعَ أَنَّهَا صَالِحَةٌ لِلدُّخُول فِي شُمُولِهَا الْعَامِّ
لَوْلاَ تَحَرِّي الدِّقَّةِ فِي الْمَوْقِعِ الْمُنَاسِبِ، وَتَوَقِّي اللَّبْسِ
مِنْ النَّظَرِ إِلَى كُل مَا فِي الْمَوْسُوعَةِ - إِنْ أُدْرِجَتْ فِيهَا تِلْكَ
الأَْقْسَامُ - عَلَى أَنَّهُ مَحْكُومٌ بِخُطَّةٍ وَاحِدَةٍ، وَمُسْتَمَدٌّ مِنْ
الْمَرَاجِعِ الْقَدِيمَةِ، لِذَا اخْتِيرَ لِهَذِهِ الأَْقْسَامِ صُورَةُ
الْمَلاَحِقِ بَعْدَ إِجْمَال الْكَلاَمِ عَنْ الضَّرُورِيِّ مِنْهَا بَيْنَ
مُصْطَلَحَاتِ الْمَوْسُوعَةِ. وَلَيْسَ إِطْلاَقُ اسْمِ الْمُلْحَقِ هُنَا
مَانِعًا مِنْ ظُهُورِ بَعْضِهَا عِنْدَ مُوَاتَاةِ الْفُرْصَةِ وَلَوْ قَبْل اسْتِكْمَال
مُشْتَمَلاَتِ الْمَوْسُوعَةِ الأَْسَاسِيَّةِ. كَمَا أَنَّ هُنَاكَ أَقْسَامًا
أُخْرَى مِنْ الْفِقْهِ لَيْسَتْ مِنْ شَأْنِ الْمَوْسُوعَةِ بَل تُطْلَبُ فِي
الْمَرَاجِعِ أَوِ الْكُتُبِ الْمُخَصَّصَةِ لَهَا، كَمُفْرَدَاتِ الأَْئِمَّةِ
أَصْحَابِ الْمَذَاهِبِ، وَرَسْمِ الْمُفْتِي (أُصُول الإِْفْتَاءِ
وَالتَّرْجِيحِ) وَالإِْجْمَاعَاتِ، وَالأَْلْغَازِ الْفِقْهِيَّةِ، وَالْحِيَل،
وَالشُّرُوطِ (الْمَحَاضِرِ وَالتَّوْثِيقَاتِ) إِلَخْ.
52 – Ensiklopedia Fikih ini memuat penyajian dengan gaya
modern terhadap khazanah fikih Islam hingga akhir abad ke-13 Hijriah.
Dalam penyusunannya diterapkan suatu rencana penulisan yang seragam,
yang akan dijelaskan lebih lanjut.
Namun, terdapat beberapa bagian yang berkaitan dengan fikih yang, karena
karakteristiknya dan demi mengikuti rencana penyusunan tersebut, perlu ditulis
secara terpisah dari inti ensiklopedia. Sebenarnya bagian-bagian tersebut dapat
dimasukkan dalam cakupan umum ensiklopedia, tetapi demi menjaga ketepatan
penempatannya serta menghindari kesalahpahaman—seolah-olah seluruh isi
ensiklopedia, apabila bagian-bagian tersebut dimasukkan, tunduk pada satu
rencana yang sama dan seluruhnya bersumber dari referensi klasik—maka
bagian-bagian tersebut dipilih untuk disajikan dalam bentuk lampiran
(mulḥaqāt), setelah terlebih dahulu disampaikan secara ringkas hal-hal
yang dianggap penting di antaranya dalam pembahasan istilah-istilah
ensiklopedia.
Penyebutan bagian-bagian tersebut sebagai lampiran tidak
berarti menghalangi sebagian darinya untuk diterbitkan apabila kesempatan
memungkinkan, meskipun sebelum seluruh isi pokok ensiklopedia selesai.
Selain itu, terdapat pula beberapa bagian lain dari fikih yang bukan
merupakan cakupan ensiklopedia ini. Bagian-bagian tersebut dapat ditemukan
dalam referensi atau buku-buku khusus yang membahasnya, seperti fatwa-fatwa
para imam mazhab, Rasm al-Muftī (kaidah-kaidah berfatwa dan
tarjih), ijmak, teka-teki fikih, ḥiyal
(rekayasa hukum), serta syarat-syarat fikih (surat-surat
perjanjian dan dokumen-dokumen hukum), dan lain sebagainya.
مَا يَخْرُجُ عَنْ
الْمَوْسُوعَةِ:
Apa yang berada di luar cakupan
ensiklopedia
وَعَلَى الأَْخَصِّ لاَ
تَشْتَمِل الْمَوْسُوعَةُ عَلَى (الْمُنَاقَشَاتِ الْمَذْهَبِيَّةِ،
وَالتَّرْجِيحِ الشَّخْصِيِّ، وَالتَّقْنِينَاتِ) وَإِنْ كَانَ النَّوْعَانِ
الأَْوَّلاَنِ يُذْكَرَانِ فِي الْمَرَاجِعِ الْفِقْهِيَّةِ، وَالأَْخِيرُ
تَتَعَرَّضُ لَهُ بَعْضُ الْكُتُبِ الْفِقْهِيَّةِ الْحَدِيثَةِ. وَذَلِكَ
لِلأَْسْبَابِ التَّالِيَةِ:
Secara khusus, ensiklopedia ini tidak mencakup perdebatan
antarmazhab, tarjih pribadi, dan kodifikasi hukum (taqnīn), meskipun
dua jenis yang pertama dibahas dalam berbagai referensi fikih, sedangkan jenis
yang terakhir dibahas oleh sebagian kitab fikih modern.
Hal tersebut didasarkan pada alasan-alasan berikut:
أ - التَّقْنِينَاتُ:
a.
Kodifikasi hukum (fikih)
٥٣ - وَضْعِيَّةً كَانَتْ
أَوْ شَرْعِيَّةً، أَمَّا الْوَضْعِيَّةُ فَلِعَدَمِ اعْتِبَارِهَا فِقْهًا
إِسْلاَمِيًّا، وَأَمَّا الشَّرْعِيَّةُ فَلاِعْتِمَادِهَا غَالِبًا عَلَى
اجْتِهَادٍ حَدِيثٍ أَوْ تَخْرِيجَاتٍ مُعَاصِرَةٍ، وَهِيَ بِهَذَا ذَاتُ مَصَادِرَ
خَارِجَةٍ عَنْ الإِْطَارِ الزَّمَنِيِّ لِلْمَوْسُوعَةِ الأَْسَاسِيَّةِ، فَضْلاً
عَنْ اخْتِلاَفِ التَّقْنِينَاتِ بِحَسَبِ الْبِلاَدِ الإِْسْلاَمِيَّةِ،
وَتَعَرُّضِهَا لِلتَّعْدِيلاَتِ الْكَثِيرَةِ بِحَيْثُ يَغْدُو الْقَدِيمُ
مِنْهَا قَلِيل الأَْهَمِّيَّةِ بَعْدَ زَوَال أَهَمِّ مَا يَمْتَازُ بِهِ وَهِيَ
صِفَةُ الإِْلْزَامِ النَّاشِئَةُ مِنْ تَخْصِيصِهِ لِلْحُكْمِ بِهِ.
53
– Baik yang bersifat buatan manusia (wad‘ī) maupun
yang bersifat syar‘i. Adapun yang bersifat wad‘ī, karena tidak
dianggap sebagai fikih Islam. Sedangkan yang bersifat syar‘i, karena pada
umumnya bersandar pada ijtihad yang baru atau hasil-hasil istinbat kontemporer.
Dengan demikian, sumber-sumbernya berada di luar batas waktu yang ditetapkan
bagi ensiklopedia fikih utama.
Selain itu, peraturan-peraturan tersebut berbeda-beda sesuai dengan
negara-negara Islam, dan mengalami banyak perubahan, sehingga peraturan yang
lama menjadi kurang penting setelah hilangnya keistimewaan utamanya, yaitu
sifat mengikat, yang timbul karena adanya penetapan aturan
tersebut secara khusus sebagai hukum yang harus diberlakukan.
وَلاَ يَنْطَبِقُ هَذَا عَلَى
الإِْشَارَةِ إِلَى بَعْضِ الْمُصْطَلَحَاتِ الْقَانُونِيَّةِ الَّتِي اشْتُهِرَتْ
بِحَيْثُ يُفِيدُ بَيَانُهَا فِي تَمْيِيزِ الْمُصْطَلَحِ الْفِقْهِيِّ (الْمُوَافِقِ
لَهَا فِي اللَّفْظِ) عَنْ الْمَعَانِي الْقَانُونِيَّةِ أَوِ الْعُرْفِيَّةِ
غَيْرِ الْمُرَادَةِ لِلْفُقَهَاءِ.
Hal ini tidak berlaku terhadap penyebutan sebagian istilah-istilah
hukum yang telah dikenal luas, karena penjelasan mengenai
istilah-istilah tersebut dapat membantu membedakan istilah fikih
yang memiliki kesamaan lafaz dengannya dari makna-makna hukum atau makna-makna
yang berlaku secara umum (secara kebiasaan), yang tidak dimaksudkan oleh para
fuqaha.
ب - التَّرْجِيحُ
الشَّخْصِيُّ:
b. Tarjih pribadi
(pemilihan pendapat berdasarkan penilaian pribadi)
٥٤ - يُقْصَدُ
بِهَذَا التَّرْجِيحِ الْخَارِجِ عَنْ شُمُول الْمَوْسُوعَةِ كُل مَا لَمْ يُنْقَل
عَنْ فُقَهَاءِ الْمَذَاهِبِ خِلاَل الْقُرُونِ الثَّلاَثَةَ عَشَرَ
الْهِجْرِيَّةِ، وَمَحَل ذَلِكَ مُلْحَقُ الْمَسَائِل الْمُسْتَحْدَثَةِ.
وَيَدْخُل فِي الْمَنْعِ بِالأَْوْلَوِيَّةِ رَأْيُ الْكَاتِبِ الشَّخْصِيِّ فَلاَ
يُثْبِتُ مِنْهُ شَيْئًا إِلاَّ حِينَ تَمَسُّ الْحَاجَةُ لإِِبْدَاءِ مَا
فَهِمَهُ مِنْ الْمَنْقُول حَسَبَ أُصُول الْمَذَاهِبِ، وَبِعِبَارَةٍ تُشْعِرُ
بِذَلِكَ.
54
– Yang dimaksud dengan tarjih yang berada di luar cakupan
ensiklopedia ini adalah setiap pendapat yang tidak dinukil dari para
fuqaha mazhab selama tiga belas abad Hijriah. Tempat pembahasannya adalah lampiran
mengenai masalah-masalah kontemporer yang baru muncul.
Pendapat pribadi penulis lebih utama lagi untuk tidak dimasukkan. Oleh
karena itu, pendapat pribadi tidak dicantumkan, kecuali apabila terdapat
kebutuhan untuk mengemukakan apa yang dipahami penulis dari pendapat-pendapat
yang dinukil, berdasarkan prinsip-prinsip mazhab. Dalam hal demikian, pendapat
tersebut harus disampaikan dengan ungkapan yang menunjukkan bahwa itu
merupakan hasil pemahaman penulis, bukan pendapat yang dinukil secara
langsung dari para fuqaha.
وَهُنَاكَ بَدِيلٌ عَنْ
التَّرْجِيحِ الَّذِي يَرْكَنُ إِلَيْهِ الْبَعْضُ فِي مَوَاطِنِ الْخِلاَفِ هُوَ
الاِتِّجَاهُ الْمُوَافِقُ لِلْجُمْهُورِ، وَالْمُقَدَّمُ غَالِبًا عَلَى غَيْرِهِ
عِنْدَ عَرْضِ الاِتِّجَاهَاتِ.
Sebagai alternatif dari tarjih yang cenderung dipilih oleh
sebagian ulama dalam masalah-masalah yang diperselisihkan, adalah pendapat
yang sejalan dengan mayoritas ulama (jumhur), yang pada umumnya
didahulukan daripada pendapat lainnya ketika berbagai pandangan disajikan.
ج - الْمُنَاقَشَاتُ
الْمَذْهَبِيَّةُ:
C. Perdebatan
atau diskusi antarmazhab
٥٥ - يُقْتَصَرُ فِي
الاِسْتِدْلاَل لِكُل اتِّجَاهٍ بِمَذَاهِبِهِ عَلَى مَا يَحْتَجُّ بِهِ
أَصْحَابُهُ مِنْ أَدِلَّةِ الْمَنْقُول وَالْمَعْقُول إِذَا جَاءَ بِطَرِيقِ
الدَّلاَلَةِ الْمُبَاشِرَةِ، أَمَّا الاِسْتِدْلاَل الْقَائِمُ عَلَى مُنَاقَشَةِ
أَدِلَّةِ الآْخَرِينَ وَالإِْيرَادِ عَلَيْهَا عَلَى طَرِيقَةِ (النَّقَائِضِ
الْمَذْهَبِيَّةِ) فَمَوْطِنُهُ الشُّرُوحُ وَكُتُبُ اخْتِلاَفِ الْفُقَهَاءِ
وَمَا يُكْتَبُ مِنْ دِرَاسَاتٍ حَدِيثَةٍ مُخَصَّصَةٍ لِذَلِكَ. وَلاَ شَأْنَ لِلْمَوْسُوعَةِ
بِهَذَا لِصِلَتِهِ بِالتَّرْجِيحِ الشَّخْصِيِّ وَلأَِنَّهُ لَيْسَ لَهُ فِي
الْغَالِبِ حَدٌّ يَنْتَهِي إِلَيْهِ.
٥٥ – Dalam
menyajikan dalil bagi setiap pendapat mazhab, cukup dikemukakan dalil-dalil
yang digunakan oleh para pendukungnya, baik berupa dalil naqli maupun
dalil aqli, apabila penyampaiannya dilakukan secara langsung dan
menunjukkan pendapat tersebut.
Adapun metode argumentasi yang didasarkan pada pembahasan dan
sanggahan terhadap dalil-dalil pihak lain, dengan cara yang dikenal
sebagai naqā’iḍ madhhabiyyah (sanggahan-sanggahan antarmahzab),
tempatnya adalah dalam kitab-kitab syarah, karya-karya tentang perbedaan
pendapat para fuqaha, serta kajian-kajian modern yang secara khusus membahas
persoalan tersebut.
Ensiklopedia tidak membahas hal semacam ini karena berkaitan erat dengan tarjih
pribadi, dan karena pembahasan semacam itu pada umumnya tidak memiliki
batas akhir yang jelas.
Baca juga :
Sejarah Ensiklopedia Fikih : Rekomendasi Konferensi Pekan Fikih Islam di Paris tahun1370 H (1951 M)
مُشْتَمَلاَتُ
الْمَوْسُوعَةِ
Isi dan Cakupan Ensiklopedia
مَوْضُوعُ
الْمَوْسُوعَةِ
Pokok
Bahasan Ensiklopedia
٥٢ - تَشْتَمِل
هَذِهِ الْمَوْسُوعَةُ الْفِقْهِيَّةُ عَلَى صِيَاغَةٍ عَصْرِيَّةٍ لِتُرَاثِ
الْفِقْهِ الإِْسْلاَمِيِّ (لِغَايَةِ الْقَرْنِ الثَّالِثِ عَشَرَ الْهِجْرِيِّ)
مُرَاعًى فِيهَا خُطَّةٌ مُوَحَّدَةٌ لِلْكِتَابَةِ سَيَأْتِي الْحَدِيثُ عَنْهَا،
عَلَى أَنَّ هُنَاكَ أَقْسَامًا ذَاتَ صِلَةٍ بِالْفِقْهِ اقْتَضَتْ طَبِيعَتُهَا
وَالاِلْتِزَامُ بِالْخُطَّةِ، أَنْ تُكْتَبَ مُنْفَصِلَةً عَنْ صَمِيمِ
الْمَوْسُوعَةِ، مَعَ أَنَّهَا صَالِحَةٌ لِلدُّخُول فِي شُمُولِهَا الْعَامِّ
لَوْلاَ تَحَرِّي الدِّقَّةِ فِي الْمَوْقِعِ الْمُنَاسِبِ، وَتَوَقِّي اللَّبْسِ
مِنْ النَّظَرِ إِلَى كُل مَا فِي الْمَوْسُوعَةِ - إِنْ أُدْرِجَتْ فِيهَا تِلْكَ
الأَْقْسَامُ - عَلَى أَنَّهُ مَحْكُومٌ بِخُطَّةٍ وَاحِدَةٍ، وَمُسْتَمَدٌّ مِنْ
الْمَرَاجِعِ الْقَدِيمَةِ، لِذَا اخْتِيرَ لِهَذِهِ الأَْقْسَامِ صُورَةُ
الْمَلاَحِقِ بَعْدَ إِجْمَال الْكَلاَمِ عَنْ الضَّرُورِيِّ مِنْهَا بَيْنَ
مُصْطَلَحَاتِ الْمَوْسُوعَةِ. وَلَيْسَ إِطْلاَقُ اسْمِ الْمُلْحَقِ هُنَا
مَانِعًا مِنْ ظُهُورِ بَعْضِهَا عِنْدَ مُوَاتَاةِ الْفُرْصَةِ وَلَوْ قَبْل اسْتِكْمَال
مُشْتَمَلاَتِ الْمَوْسُوعَةِ الأَْسَاسِيَّةِ. كَمَا أَنَّ هُنَاكَ أَقْسَامًا
أُخْرَى مِنْ الْفِقْهِ لَيْسَتْ مِنْ شَأْنِ الْمَوْسُوعَةِ بَل تُطْلَبُ فِي
الْمَرَاجِعِ أَوِ الْكُتُبِ الْمُخَصَّصَةِ لَهَا، كَمُفْرَدَاتِ الأَْئِمَّةِ
أَصْحَابِ الْمَذَاهِبِ، وَرَسْمِ الْمُفْتِي (أُصُول الإِْفْتَاءِ
وَالتَّرْجِيحِ) وَالإِْجْمَاعَاتِ، وَالأَْلْغَازِ الْفِقْهِيَّةِ، وَالْحِيَل،
وَالشُّرُوطِ (الْمَحَاضِرِ وَالتَّوْثِيقَاتِ) إِلَخْ.
52 – Ensiklopedia Fikih ini memuat penyajian dengan gaya
modern terhadap khazanah fikih Islam hingga akhir abad ke-13 Hijriah.
Dalam penyusunannya diterapkan suatu rencana penulisan yang seragam,
yang akan dijelaskan lebih lanjut.
Namun, terdapat beberapa bagian yang berkaitan dengan fikih yang, karena
karakteristiknya dan demi mengikuti rencana penyusunan tersebut, perlu ditulis
secara terpisah dari inti ensiklopedia. Sebenarnya bagian-bagian tersebut dapat
dimasukkan dalam cakupan umum ensiklopedia, tetapi demi menjaga ketepatan
penempatannya serta menghindari kesalahpahaman—seolah-olah seluruh isi
ensiklopedia, apabila bagian-bagian tersebut dimasukkan, tunduk pada satu
rencana yang sama dan seluruhnya bersumber dari referensi klasik—maka
bagian-bagian tersebut dipilih untuk disajikan dalam bentuk lampiran
(mulḥaqāt), setelah terlebih dahulu disampaikan secara ringkas hal-hal
yang dianggap penting di antaranya dalam pembahasan istilah-istilah
ensiklopedia.
Penyebutan bagian-bagian tersebut sebagai lampiran tidak
berarti menghalangi sebagian darinya untuk diterbitkan apabila kesempatan
memungkinkan, meskipun sebelum seluruh isi pokok ensiklopedia selesai.
Selain itu, terdapat pula beberapa bagian lain dari fikih yang bukan
merupakan cakupan ensiklopedia ini. Bagian-bagian tersebut dapat ditemukan
dalam referensi atau buku-buku khusus yang membahasnya, seperti fatwa-fatwa
para imam mazhab, Rasm al-Muftī (kaidah-kaidah berfatwa dan
tarjih), ijmak, teka-teki fikih, ḥiyal
(rekayasa hukum), serta syarat-syarat fikih (surat-surat
perjanjian dan dokumen-dokumen hukum), dan lain sebagainya.
مَا يَخْرُجُ عَنْ
الْمَوْسُوعَةِ:
Apa yang berada di luar cakupan
ensiklopedia
وَعَلَى الأَْخَصِّ لاَ
تَشْتَمِل الْمَوْسُوعَةُ عَلَى (الْمُنَاقَشَاتِ الْمَذْهَبِيَّةِ،
وَالتَّرْجِيحِ الشَّخْصِيِّ، وَالتَّقْنِينَاتِ) وَإِنْ كَانَ النَّوْعَانِ
الأَْوَّلاَنِ يُذْكَرَانِ فِي الْمَرَاجِعِ الْفِقْهِيَّةِ، وَالأَْخِيرُ
تَتَعَرَّضُ لَهُ بَعْضُ الْكُتُبِ الْفِقْهِيَّةِ الْحَدِيثَةِ. وَذَلِكَ
لِلأَْسْبَابِ التَّالِيَةِ:
Secara khusus, ensiklopedia ini tidak mencakup perdebatan
antarmazhab, tarjih pribadi, dan kodifikasi hukum (taqnīn), meskipun
dua jenis yang pertama dibahas dalam berbagai referensi fikih, sedangkan jenis
yang terakhir dibahas oleh sebagian kitab fikih modern.
Hal tersebut didasarkan pada alasan-alasan berikut:
أ - التَّقْنِينَاتُ:
a.
Kodifikasi hukum (fikih)
٥٣ - وَضْعِيَّةً كَانَتْ
أَوْ شَرْعِيَّةً، أَمَّا الْوَضْعِيَّةُ فَلِعَدَمِ اعْتِبَارِهَا فِقْهًا
إِسْلاَمِيًّا، وَأَمَّا الشَّرْعِيَّةُ فَلاِعْتِمَادِهَا غَالِبًا عَلَى
اجْتِهَادٍ حَدِيثٍ أَوْ تَخْرِيجَاتٍ مُعَاصِرَةٍ، وَهِيَ بِهَذَا ذَاتُ مَصَادِرَ
خَارِجَةٍ عَنْ الإِْطَارِ الزَّمَنِيِّ لِلْمَوْسُوعَةِ الأَْسَاسِيَّةِ، فَضْلاً
عَنْ اخْتِلاَفِ التَّقْنِينَاتِ بِحَسَبِ الْبِلاَدِ الإِْسْلاَمِيَّةِ،
وَتَعَرُّضِهَا لِلتَّعْدِيلاَتِ الْكَثِيرَةِ بِحَيْثُ يَغْدُو الْقَدِيمُ
مِنْهَا قَلِيل الأَْهَمِّيَّةِ بَعْدَ زَوَال أَهَمِّ مَا يَمْتَازُ بِهِ وَهِيَ
صِفَةُ الإِْلْزَامِ النَّاشِئَةُ مِنْ تَخْصِيصِهِ لِلْحُكْمِ بِهِ.
53
– Baik yang bersifat buatan manusia (wad‘ī) maupun
yang bersifat syar‘i. Adapun yang bersifat wad‘ī, karena tidak
dianggap sebagai fikih Islam. Sedangkan yang bersifat syar‘i, karena pada
umumnya bersandar pada ijtihad yang baru atau hasil-hasil istinbat kontemporer.
Dengan demikian, sumber-sumbernya berada di luar batas waktu yang ditetapkan
bagi ensiklopedia fikih utama.
Selain itu, peraturan-peraturan tersebut berbeda-beda sesuai dengan
negara-negara Islam, dan mengalami banyak perubahan, sehingga peraturan yang
lama menjadi kurang penting setelah hilangnya keistimewaan utamanya, yaitu
sifat mengikat, yang timbul karena adanya penetapan aturan
tersebut secara khusus sebagai hukum yang harus diberlakukan.
وَلاَ يَنْطَبِقُ هَذَا عَلَى
الإِْشَارَةِ إِلَى بَعْضِ الْمُصْطَلَحَاتِ الْقَانُونِيَّةِ الَّتِي اشْتُهِرَتْ
بِحَيْثُ يُفِيدُ بَيَانُهَا فِي تَمْيِيزِ الْمُصْطَلَحِ الْفِقْهِيِّ (الْمُوَافِقِ
لَهَا فِي اللَّفْظِ) عَنْ الْمَعَانِي الْقَانُونِيَّةِ أَوِ الْعُرْفِيَّةِ
غَيْرِ الْمُرَادَةِ لِلْفُقَهَاءِ.
Hal ini tidak berlaku terhadap penyebutan sebagian istilah-istilah
hukum yang telah dikenal luas, karena penjelasan mengenai
istilah-istilah tersebut dapat membantu membedakan istilah fikih
yang memiliki kesamaan lafaz dengannya dari makna-makna hukum atau makna-makna
yang berlaku secara umum (secara kebiasaan), yang tidak dimaksudkan oleh para
fuqaha.
ب - التَّرْجِيحُ
الشَّخْصِيُّ:
b. Tarjih pribadi
(pemilihan pendapat berdasarkan penilaian pribadi)
٥٤ - يُقْصَدُ
بِهَذَا التَّرْجِيحِ الْخَارِجِ عَنْ شُمُول الْمَوْسُوعَةِ كُل مَا لَمْ يُنْقَل
عَنْ فُقَهَاءِ الْمَذَاهِبِ خِلاَل الْقُرُونِ الثَّلاَثَةَ عَشَرَ
الْهِجْرِيَّةِ، وَمَحَل ذَلِكَ مُلْحَقُ الْمَسَائِل الْمُسْتَحْدَثَةِ.
وَيَدْخُل فِي الْمَنْعِ بِالأَْوْلَوِيَّةِ رَأْيُ الْكَاتِبِ الشَّخْصِيِّ فَلاَ
يُثْبِتُ مِنْهُ شَيْئًا إِلاَّ حِينَ تَمَسُّ الْحَاجَةُ لإِِبْدَاءِ مَا
فَهِمَهُ مِنْ الْمَنْقُول حَسَبَ أُصُول الْمَذَاهِبِ، وَبِعِبَارَةٍ تُشْعِرُ
بِذَلِكَ.
54
– Yang dimaksud dengan tarjih yang berada di luar cakupan
ensiklopedia ini adalah setiap pendapat yang tidak dinukil dari para
fuqaha mazhab selama tiga belas abad Hijriah. Tempat pembahasannya adalah lampiran
mengenai masalah-masalah kontemporer yang baru muncul.
Pendapat pribadi penulis lebih utama lagi untuk tidak dimasukkan. Oleh
karena itu, pendapat pribadi tidak dicantumkan, kecuali apabila terdapat
kebutuhan untuk mengemukakan apa yang dipahami penulis dari pendapat-pendapat
yang dinukil, berdasarkan prinsip-prinsip mazhab. Dalam hal demikian, pendapat
tersebut harus disampaikan dengan ungkapan yang menunjukkan bahwa itu
merupakan hasil pemahaman penulis, bukan pendapat yang dinukil secara
langsung dari para fuqaha.
وَهُنَاكَ بَدِيلٌ عَنْ
التَّرْجِيحِ الَّذِي يَرْكَنُ إِلَيْهِ الْبَعْضُ فِي مَوَاطِنِ الْخِلاَفِ هُوَ
الاِتِّجَاهُ الْمُوَافِقُ لِلْجُمْهُورِ، وَالْمُقَدَّمُ غَالِبًا عَلَى غَيْرِهِ
عِنْدَ عَرْضِ الاِتِّجَاهَاتِ.
Sebagai alternatif dari tarjih yang cenderung dipilih oleh
sebagian ulama dalam masalah-masalah yang diperselisihkan, adalah pendapat
yang sejalan dengan mayoritas ulama (jumhur), yang pada umumnya
didahulukan daripada pendapat lainnya ketika berbagai pandangan disajikan.
ج - الْمُنَاقَشَاتُ
الْمَذْهَبِيَّةُ:
C. Perdebatan
atau diskusi antarmazhab
٥٥ - يُقْتَصَرُ فِي
الاِسْتِدْلاَل لِكُل اتِّجَاهٍ بِمَذَاهِبِهِ عَلَى مَا يَحْتَجُّ بِهِ
أَصْحَابُهُ مِنْ أَدِلَّةِ الْمَنْقُول وَالْمَعْقُول إِذَا جَاءَ بِطَرِيقِ
الدَّلاَلَةِ الْمُبَاشِرَةِ، أَمَّا الاِسْتِدْلاَل الْقَائِمُ عَلَى مُنَاقَشَةِ
أَدِلَّةِ الآْخَرِينَ وَالإِْيرَادِ عَلَيْهَا عَلَى طَرِيقَةِ (النَّقَائِضِ
الْمَذْهَبِيَّةِ) فَمَوْطِنُهُ الشُّرُوحُ وَكُتُبُ اخْتِلاَفِ الْفُقَهَاءِ
وَمَا يُكْتَبُ مِنْ دِرَاسَاتٍ حَدِيثَةٍ مُخَصَّصَةٍ لِذَلِكَ. وَلاَ شَأْنَ لِلْمَوْسُوعَةِ
بِهَذَا لِصِلَتِهِ بِالتَّرْجِيحِ الشَّخْصِيِّ وَلأَِنَّهُ لَيْسَ لَهُ فِي
الْغَالِبِ حَدٌّ يَنْتَهِي إِلَيْهِ.
٥٥ – Dalam
menyajikan dalil bagi setiap pendapat mazhab, cukup dikemukakan dalil-dalil
yang digunakan oleh para pendukungnya, baik berupa dalil naqli maupun
dalil aqli, apabila penyampaiannya dilakukan secara langsung dan
menunjukkan pendapat tersebut.
Adapun metode argumentasi yang didasarkan pada pembahasan dan
sanggahan terhadap dalil-dalil pihak lain, dengan cara yang dikenal
sebagai naqā’iḍ madhhabiyyah (sanggahan-sanggahan antarmahzab),
tempatnya adalah dalam kitab-kitab syarah, karya-karya tentang perbedaan
pendapat para fuqaha, serta kajian-kajian modern yang secara khusus membahas
persoalan tersebut.
Ensiklopedia tidak membahas hal semacam ini karena berkaitan erat dengan tarjih
pribadi, dan karena pembahasan semacam itu pada umumnya tidak memiliki
batas akhir yang jelas.
Baca juga :
Sejarah Ensiklopedia Fikih : Rekomendasi Konferensi Pekan Fikih Islam di Paris tahun1370 H (1951 M)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar