Lafadz “الشَّرْع”
(Syari’at):
٦ - أَمَّا
لَفْظُ شَرْعٍ فَهُوَ مَصْدَرُ شَرَعَ لِلنَّاسِ كَذَا؛ أَيْ سَنَّ لَهُمْ كَذَا،
ثُمَّ اسْتُعْمِل هَذَا اللَّفْظُ فِي الْمَشْرُوعِ، فَيُقَال: هَذَا شَرْعُ
اللَّهِ؛ أَيْ مَا شَرَعَهُ اللَّهُ وَسَنَّهُ لِعِبَادِهِ. وَمِنْهُ قَوْله
تَعَالَى: {شَرَعَ لَكُمْ مِنْ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي
أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ} (٣) وَالشَّرْعُ فِي اصْطِلاَحِ عُلَمَاءِ الإِْسْلاَمِ:
هُوَ مَا سَنَّهُ اللَّهُ لِعِبَادِهِ مِنْ أَحْكَامٍ عَقَائِدِيَّةٍ أَوْ
عَمَلِيَّةٍ أَوْ خُلُقِيَّةٍ. وَبِهَذَا يَتَبَيَّنُ لَنَا أَنَّ لَفْظَ "
شَرْعٍ " مُرَادِفٌ لِلَفْظَيْ الدِّينِ وَالْفِقْهِ بِالاِعْتِبَارِ
السَّابِقِ، وَإِنْ كَانَ لَفْظُ " شَرْعٍ وَدِينٍ " يُعْتَبَرَانِ
لَفْظَيْنِ عَامَّيْنِ بِالنِّسْبَةِ لِلْمَعْنَى الَّذِي اسْتَقَرَّ عَلَيْهِ
رَأْيُ الْمُتَأَخِّرِينَ مِنْ الأُْصُولِيِّينَ وَالْفُقَهَاءِ.
6. Adapun lafaz syar‘ (الشَّرْع) merupakan bentuk masdar dari ungkapan شَرَعَ لِلنَّاسِ كَذَا, yang berarti: “menetapkan
atau mensyariatkan sesuatu bagi mereka.”
Kemudian lafaz ini digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang telah
disyariatkan (المشروع). Maka
dikatakan:
هَذَا شَرْعُ اللهِ
“Ini adalah syariat Allah,”
yakni apa yang telah Allah syariatkan dan tetapkan bagi
hamba-hamba-Nya.
Di antaranya adalah firman Allah Ta‘ala:
شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ
نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ
“Dia telah mensyariatkan bagi kalian agama yang telah Dia wasiatkan kepada Nuh
dan yang telah Kami wahyukan kepadamu.”
Adapun syar‘ menurut istilah para ulama Islam adalah:
Apa yang telah Allah tetapkan bagi hamba-hamba-Nya berupa
hukum-hukum yang berkaitan dengan akidah, amaliah, maupun akhlak.
Dengan demikian, dapat dipahami bahwa lafaz “syar‘ (الشَّرْع)” merupakan sinonim dari lafaz “dīn
(الدِّين)” dan “fikih (الفقه)” berdasarkan pengertian yang
telah dijelaskan sebelumnya.
Namun, lafaz “syar‘” dan “dīn” dapat
dianggap sebagai dua lafaz yang lebih umum jika dibandingkan
dengan makna fikih yang kemudian menjadi istilah baku menurut para ahli usul
fikih dan fuqaha generasi belakangan.
Baca
juga:
Lafadz-Lafadz
yang Berkaitan dengan Lafadz “Fikih”: Lafadz “الدِّين”
Definisi Fikih Menurut ParaFuqaha
Lafadz-Lafadz
yang Berkaitan dengan Lafadz : فقه : 3-Lafadz الشَّرِيعَة dan الشِّرْعَة
Lafadz “الشَّرْع”
(Syari’at):
٦ - أَمَّا
لَفْظُ شَرْعٍ فَهُوَ مَصْدَرُ شَرَعَ لِلنَّاسِ كَذَا؛ أَيْ سَنَّ لَهُمْ كَذَا،
ثُمَّ اسْتُعْمِل هَذَا اللَّفْظُ فِي الْمَشْرُوعِ، فَيُقَال: هَذَا شَرْعُ
اللَّهِ؛ أَيْ مَا شَرَعَهُ اللَّهُ وَسَنَّهُ لِعِبَادِهِ. وَمِنْهُ قَوْله
تَعَالَى: {شَرَعَ لَكُمْ مِنْ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي
أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ} (٣) وَالشَّرْعُ فِي اصْطِلاَحِ عُلَمَاءِ الإِْسْلاَمِ:
هُوَ مَا سَنَّهُ اللَّهُ لِعِبَادِهِ مِنْ أَحْكَامٍ عَقَائِدِيَّةٍ أَوْ
عَمَلِيَّةٍ أَوْ خُلُقِيَّةٍ. وَبِهَذَا يَتَبَيَّنُ لَنَا أَنَّ لَفْظَ "
شَرْعٍ " مُرَادِفٌ لِلَفْظَيْ الدِّينِ وَالْفِقْهِ بِالاِعْتِبَارِ
السَّابِقِ، وَإِنْ كَانَ لَفْظُ " شَرْعٍ وَدِينٍ " يُعْتَبَرَانِ
لَفْظَيْنِ عَامَّيْنِ بِالنِّسْبَةِ لِلْمَعْنَى الَّذِي اسْتَقَرَّ عَلَيْهِ
رَأْيُ الْمُتَأَخِّرِينَ مِنْ الأُْصُولِيِّينَ وَالْفُقَهَاءِ.
6. Adapun lafaz syar‘ (الشَّرْع) merupakan bentuk masdar dari ungkapan شَرَعَ لِلنَّاسِ كَذَا, yang berarti: “menetapkan
atau mensyariatkan sesuatu bagi mereka.”
Kemudian lafaz ini digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang telah
disyariatkan (المشروع). Maka
dikatakan:
هَذَا شَرْعُ اللهِ
“Ini adalah syariat Allah,”
yakni apa yang telah Allah syariatkan dan tetapkan bagi
hamba-hamba-Nya.
Di antaranya adalah firman Allah Ta‘ala:
شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ
نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ
“Dia telah mensyariatkan bagi kalian agama yang telah Dia wasiatkan kepada Nuh
dan yang telah Kami wahyukan kepadamu.”
Adapun syar‘ menurut istilah para ulama Islam adalah:
Apa yang telah Allah tetapkan bagi hamba-hamba-Nya berupa
hukum-hukum yang berkaitan dengan akidah, amaliah, maupun akhlak.
Dengan demikian, dapat dipahami bahwa lafaz “syar‘ (الشَّرْع)” merupakan sinonim dari lafaz “dīn
(الدِّين)” dan “fikih (الفقه)” berdasarkan pengertian yang
telah dijelaskan sebelumnya.
Namun, lafaz “syar‘” dan “dīn” dapat
dianggap sebagai dua lafaz yang lebih umum jika dibandingkan
dengan makna fikih yang kemudian menjadi istilah baku menurut para ahli usul
fikih dan fuqaha generasi belakangan.
Baca
juga:
Lafadz-Lafadz
yang Berkaitan dengan Lafadz “Fikih”: Lafadz “الدِّين”
Definisi Fikih Menurut ParaFuqaha
Lafadz-Lafadz
yang Berkaitan dengan Lafadz : فقه : 3-Lafadz الشَّرِيعَة dan الشِّرْعَة

Tidak ada komentar:
Posting Komentar