الآية : 2 {ذلك الكتاب
لا ريب فيه هدى للمتقين}
QS. al-Baqarah ayat: 2:
ذلك
الكتاب لا ريب فيه هدى للمتقين
“Kitab (Al-Qur’an) ini
tidak ada keraguan di dalamnya; menjadi petunjuk bagi orang-orang yang
bertakwa.”
قوله تعالى : {ذَلِكَ الْكِتَابُ} قيل : المعنى
هذا الكتاب.
و"ذلك" قد تستعمل في الإشارة إلى حاضر
، وإن كان موضوعا للإشارة إلى غائب ، كما قال تعالى في الإخبار عن نفسه جل وعز : {ذَلِكَ
عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ} [السجدة : 6] ، ومنه قول
خُفاف بن نُدبة :
أقول له والرمح يأطر متنه
# تأمل خفافا إنني أنا ذلكا
أي أنا هذا.
Firman Allah: “ذَٰلِكَ الْكِتَابُ” —
dikatakan maknanya adalah: هذا الكتاب
“kitab ini”.
Dan kata “ذلك” terkadang digunakan untuk menunjuk
sesuatu yang hadir (dekat), meskipun asalnya digunakan untuk
sesuatu yang jauh.
Sebagaimana firman Allah: “ذَٰلِكَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ” (As-Sajdah: 6), yakni menunjuk kepada diri-Nya
sendiri (yang tentu tidak jauh).
Dan termasuk contohnya adalah perkataan Khufaf
bin Nudbah:
Aku berkata kepadanya sementara
tombak membengkokkan punggungnya:
Perhatikanlah, wahai Khufaf, sesungguhnya aku adalah ‘itu’
Maksudnya: aku adalah ini (orang ini).
فـ "ذلك" إشارة إلى القرآن ، موضوع
موضع هذا ، تلخيصه : الم هذا الكتاب لا ريب فيه. وهذا قول أبي عبيدة وعكرمة وغيرهما
، ومنه قوله تعالى : {وَتِلْكَ حُجَّتُنَا آتَيْنَاهَا إِبْرَاهِيمَ} [الأنعام :
83] {تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ} [البقرة : 252] أي هذه
، لكنها لما انقضت صارت كأنها بعدت فقيل تلك.
Maka kata “ذلك” adalah isyarat kepada Al-Qur’an, ditempatkan pada posisi “هذا” (ini).
Ringkasnya: الم
هذا الكتاب لا ريب فيه
“Alif Lam Mim,
ini adalah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya.”
Ini adalah pendapat Abu Ubaidah,
Ikrimah, dan lainnya.
Dan termasuk contohnya firman Allah:
{وَتِلْكَ حُجَّتُنَا آتَيْنَاهَا إِبْرَاهِيمَ}
“Dan itulah hujjah Kami yang Kami
berikan kepada Ibrahim”
(Al-An‘am: 83)
{تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ}
“Itulah ayat-ayat Allah yang Kami
bacakan kepadamu dengan benar”
(Al-Baqarah: 252)
Artinya: “ini”, tetapi karena
telah berlalu, maka seakan-akan menjadi jauh, sehingga digunakan kata “ذلك / تلك”.
وفي البخاري "وقال معمر ذلك الكتاب هذا
القرآن". {هُدىً لِلْمُتَّقِينَ} بيان ودلالة ، كقوله : {ذَلِكُمْ حُكْمُ اللَّهِ
يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ} [الممتحنة : 10] هذا حكم الله.
Dalam Shahih al-Bukhari disebutkan bahwa Ma'mar bin Rashid berkata:
“ذلك الكتاب maksudnya adalah: ini
Al-Qur’an.”
Dan firman-Nya: “هُدًى لِلْمُتَّقِينَ” artinya
petunjuk dan penjelasan.
Sebagaimana firman Allah:
{ذَلِكُمْ
حُكْمُ اللَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ}
“Demikianlah (itulah) hukum Allah; Dia menetapkan hukum di antara kalian.”
(Al-Mumtahanah: 10),
Artinya: “Ini adalah hukum Allah.”
قلت : وقد جاء "هذا" بمعنى "ذلك"
، ومنه قوله عليه السلام في حديث أم حرام : "يركبون ثبج هذا البحر" أي ذلك
البحر ، والله أعلم.
وقيل : هو على بابه إشارة إلى غائب.
Aku (penulis) berkata:
Dan sungguh telah datang penggunaan kata “هذا”
dengan makna “ذلك” (ini dengan
makna itu).
Di antaranya sabda Nabi ﷺ dalam hadis Ummu
Haram:
"يركبون
ثبج هذا البحر"
“Mereka akan mengarungi bagian tengah laut ini,”
Maksudnya: laut itu.
والله
أعلم.
Dan ada yang berpendapat: bahwa
kata itu tetap pada makna asalnya, yaitu isyarat kepada sesuatu yang
tidak hadir (gaib/jauh).
واختلف في ذلك الغائب على أقوال عشرة ، فقيل
: "ذلك الكتاب" أي الكتاب الذي كتبتُ على الخلائق بالسعادة والشقاوة والأجل
والرزق لا ريب فيه ، أي لا مبدل له.
وقيل : ذلك الكتاب ، أي الذي كتبتُ على نفسي
في الأزل "أن رحمتي سبقت غضبي" .
Dan terjadi perbedaan pendapat
tentang “yang gaib” (yang ditunjuk oleh ذلك) dalam sepuluh pendapat.
Maka dikatakan: “ذلك الكتاب” maksudnya adalah kitab (catatan)
yang telah Aku tuliskan atas makhluk tentang kebahagiaan dan kesengsaraan, ajal
(umur), dan rezeki—tidak ada keraguan di dalamnya, yakni tidak
ada yang dapat mengubahnya.
Dan dikatakan: ‘ذلك الكتاب’ maksudnya adalah kitab
(ketetapan) yang telah Aku tuliskan atas diri-Ku sejak azali:
"أن رحمتي
سبقت غضبي"
“Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului kemurkaan-Ku.”
وفي صحيح مسلم عن أبي هريرة قال قال رسول الله
صلى الله عليه وسلم : "لما قضى الله الخلق كتب في كتابه على نفسه فهو موضوع عنده
أن رحمتي تغلب غضبي" في رواية : "سبقت".
Dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ
bersabda:
“Ketika Allah telah menetapkan
penciptaan makhluk, Dia menulis dalam sebuah kitab di sisi-Nya:
‘Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemurkaan-Ku.’”
Dalam riwayat lain:
“(rahmat-Ku) mendahului kemurkaan-Ku.”
وقيل : إن الله تعالى قد كان وعد نبيه عليه السلام
أن ينزل عليه كتابا لا يمحوه الماء ، فأشار إلى ذلك الوعد كما في صحيح مسلم من حديث
عياض بن حِمار المجاشعي أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : "إن الله نظر إلى
أهل الأرض فمقتهم عربهم وعجمهم إلا بقايا من أهل الكتاب وقال إنما بعثتك لأبتليك وأبتلي
بك وأنزلت عليك كتابا لا يغسله الماء تقرؤه نائما ويقظان" الحديث.
Dan dikatakan: Sesungguhnya Allah
Ta‘ala telah menjanjikan kepada Nabi ﷺ bahwa Dia akan menurunkan
kepadanya sebuah kitab yang tidak dapat dihapus oleh air, maka
isyarat “ذلك الكتاب” merujuk kepada janji tersebut.
Sebagaimana dalam Shahih Muslim dari hadis Iyadh bin Himar al-Mujashi'i, bahwa Rasulullah ﷺ
bersabda:
“Sesungguhnya Allah melihat
penduduk bumi, lalu Dia murka kepada mereka, baik Arab maupun non-Arab, kecuali
sisa-sisa dari Ahli Kitab.
Dan Dia berfirman: :Sesungguhnya
Aku mengutusmu untuk mengujimu dan menguji (manusia) denganmu.
Dan Aku menurunkan kepadamu sebuah kitab yang tidak dapat dihapus oleh air;
engkau membacanya dalam keadaan tidur maupun terjaga.” (Hadis selengkapnya…)
وقيل : الإشارة إلى ما قد نزل من القرآن بمكة.
Dan dikatakan: isyarat (dalam ‘ذلك الكتاب’) adalah kepada apa yang telah diturunkan dari
Al-Qur’an di Makkah.”
وقيل : إن الله تبارك وتعالى لما أنزل على نبيه
صلى الله عليه وسلم بمكة : {إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلاً ثَقِيلاً} [المزمل
: 5] لم يزل رسول الله صلى الله عليه وسلم مستشرفا "وفي النسخة : مستسرفا"
لإنجاز هذا الوعد من ربه عز وجل ، فلما أنزل عليه بالمدينة : {الم. ذَلِكَ الْكِتَابُ
لا رَيْبَ فِيهِ} [البقرة : 1 - 2] كان فيه معنى هذا القرآن الذي أنزلته عليك بالمدينة
، ذلك الكتاب الذي وعدتك أن أوحيه إليك بمكة.
Dan dikatakan: sesungguhnya Allah
Tabaraka wa Ta‘ala ketika menurunkan kepada Nabi ﷺ di
Makkah firman-Nya:
{إِنَّا
سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلاً ثَقِيلاً}
“Sesungguhnya Kami akan
menurunkan kepadamu perkataan yang berat” (Al-Muzzammil: 5), maka Rasulullah ﷺ
senantiasa menanti-nantikan terpenuhinya janji tersebut dari Tuhannya.
Maka ketika Allah menurunkan kepadanya di Madinah:
{الم.
ذَلِكَ الْكِتَابُ لا رَيْبَ فِيهِ}
‘Alif Lam Mim. Itulah Kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya’
(Al-Baqarah: 1–2), maka di dalamnya terdapat makna:
“Inilah Al-Qur’an
yang Aku turunkan kepadamu di Madinah, yaitu Kitab yang telah Aku janjikan
kepadamu untuk diwahyukan di Makkah.”
وقيل : إن "ذلك" إشارة إلى ما في التوراة
والإنجيل. و {الم} اسم للقرآن ، والتقدير هذا القرآن ذلك الكتاب المفسر في التوراة
والإنجيل ، يعني أن التوراة والإنجيل يشهدان بصحته ويستغرق ما فيهما ويزيد عليهما ما
ليس فيهما.
Dan dikatakan: sesungguhnya ‘ذلك’ adalah isyarat kepada apa yang ada dalam
Taurat dan Injil.
Dan ‘الم’ adalah nama bagi Al-Qur’an.
Maka perkiraannya: ‘Al-Qur’an ini adalah kitab itu (yang telah
dijelaskan dalam Taurat dan Injil)’,
Yakni bahwa Taurat dan Injil memberikan kesaksian atas kebenarannya,
dan Al-Qur’an mencakup apa yang ada dalam keduanya serta menambahkan apa yang tidak
ada di dalamnya.
وقيل : إن "ذلك الكتاب" إشارة إلى
التوراة والإنجيل كليهما ، والمعنى : الم ذانك الكتابان أو مثل ذينك الكتابين ، أي
هذا القرآن جامع لما في ذينك الكتابين ، فعبر بـ "بذلك" عن الاثنين بشاهد
من القرآن ، قال الله تبارك وتعالى : {إِنَّهَا بَقَرَةٌ لا فَارِضٌ وَلا بِكْرٌ عَوَانٌ
بَيْنَ ذَلِكَ} [البقرة : 68] أي عوان بين تينك : الفارض والبكر ، وسيأتي.
Dan dikatakan: sesungguhnya ‘ذلك الكتاب’ adalah isyarat kepada Taurat dan
Injil keduanya.
Maknanya: الم ذانك الكتابان ‘Alif Lam Mim, (ini seperti) kedua kitab itu’ atau مثل ذينك الكتابين ‘seperti
dua kitab tersebut’.
Artinya: Al-Qur’an ini mencakup apa yang ada dalam kedua kitab itu.
Maka digunakan kata ‘ذلك’ untuk
menunjukkan dua hal, sebagaimana terdapat contohnya dalam Al-Qur’an.
Allah Ta‘ala berfirman:
{إِنَّهَا
بَقَرَةٌ لا فَارِضٌ وَلا بِكْرٌ عَوَانٌ بَيْنَ ذَلِكَ}
‘(sapi itu) tidak tua dan
tidak muda, pertengahan di antara ذلك’ (Al-Baqarah: 68),
Yaitu: pertengahan di
antara keduanya (yang tua dan yang muda). Dan penjelasannya akan
datang.
وقيل : إن "ذلك" إشارة إلى اللوح المحفوظ.
وقال الكسائي : "ذلك" إشارة إلى القرآن
الذي في السماء لم ينزل بعد.
وقيل : إن الله تعالى قد كان وعد أهل الكتاب
أن ينزل على محمد صلى الله عليه وسلم كتابا ، فالإشارة إلى ذلك الوعد.
Dan dikatakan: sesungguhnya ‘ذلك’ adalah isyarat kepada Lauh Mahfuz.
Dan berkata Al-Kisai:
‘ذلك’ adalah
isyarat kepada Al-Qur’an yang berada di langit yang belum diturunkan.
Dan dikatakan pula: sesungguhnya
Allah Ta‘ala telah menjanjikan kepada Ahli Kitab bahwa Dia akan menurunkan
kepada Nabi Muhammad ﷺ sebuah kitab, maka isyarat itu kembali kepada janji
tersebut.
قال المبرد : المعنى هذا القرآن ذلك الكتاب الذي
كنتم تستفتحون به على الذين كفروا.
Berkata Al-Mubarrad:
“Maknanya: ini adalah Al-Qur’an, yaitu kitab yang dahulu kalian
gunakan untuk meminta kemenangan atas orang-orang kafir.”
وقيل : إلى حروف المعجم في قول من قال :
"الم" الحروف التي تحديتكم بالنظم منها.
Dan dikatakan: (kata ‘ذلك’) adalah isyarat kepada huruf-huruf
hijaiyah (abjad) menurut pendapat yang mengatakan bahwa ‘الم’ adalah huruf-huruf yang
dengannya kalian ditantang untuk menyusun (menandingi) Al-Qur’an.
والكتاب مصدر من كتب يكتب إذا جمع ، ومنه قيل
: كتيبة ، لاجتماعها.
وتكتَّبت الخيل صارت كتائب.
وكتبتُ البغلة : إذا جمعت بين شُفْري رَحِمِها
بحلقة أو سير ، قال :
لا تأمنن فَزاريا حللت
به #
على
قَلوصك واكتبها بأسيار
والكتبة "بضم الكاف" : الخرزة ، والجمع
كتب.
والكتب : الخزر.
Dan kata ‘kitāb’ (كتاب)
adalah mashdar (kata dasar) dari kataba–yaktubu yang berarti mengumpulkan.
Dari makna ini pula dikatakan كتيبة ‘katībah’ (pasukan), karena berkumpulnya
orang-orang di dalamnya.
Dan تكتَّبت الخيل صارت كتائب (takattabat al-khayl)
artinya: kuda-kuda itu menjadi kelompok-kelompok (pasukan).
Dan كتبتُ البغلة (katabtu al-baghlah) artinya: aku mengumpulkan
(menyatukan) dua bagian kemaluannya dengan cincin atau tali.
Sebagaimana dalam syair:
Janganlah engkau merasa aman terhadap orang Fazari yang engkau singgahi …
atas untamu, dan ikatlah (kumpulkanlah) ia dengan tali-tali
Dan الكتبة al-kutbah (dengan dhammah pada kaf) artinya: manik-manik
kecil, jamaknya kutub.
Dan الكتب (al-kutub) juga
berarti: lubang-lubang kecil (tempat benang/manik).”
قال ذو الرمة :
وفراء غرفية أثأى خوارزها
# مُشَلشِل ضيَّعتْه بينها الكتبُ
Berkata Dhu ar-Rummah:
(Ia memakai) pakaian dari kulit yang
lembut, yang tepi-tepinya telah usang,
yang berderit (bersuara), yang di antara bagian-bagiannya telah diabaikan oleh al-kutub
Yang dimaksud “al-kutub” di sini adalah: lubang-lubang
kecil (tempat jahitan/manik) atau bagian-bagian yang saling terikat.
والكتاب : هو خط الكاتب حروف المعجم مجموعة أو
متفرقة ، وسمي كتابا وإن كان مكتوبا ، كما قال الشاعر :
تؤمِّل رجعة مني وفيها
# كتاب مثل ما لصق الغراء
Dan الكتاب (kitāb) adalah tulisan seorang penulis
berupa huruf-huruf abjad, baik terkumpul maupun terpisah.
Dan disebut kitāb meskipun ia adalah sesuatu yang sudah ditulis.
Sebagaimana perkataan seorang penyair:
Engkau berharap aku kembali, padahal
di dalamnya ada sebuah tulisan (surat) yang melekat seperti lem
والكتاب : الفرض والحكم والقدر ، قال الجَعدِي
:
يا ابنة عمي كتاب الله
أخرجني # عنكم وهل أمنعنَّ الله ما فعلا
Dan الكتاب kitāb
juga berarti: kewajiban (fardhu), hukum, dan takdir.
Sebagaimana perkataan Al-Ja'di:
Wahai putri pamanku, ketetapan
Allah (kitābullah) telah mengeluarkanku dari kalian,
dan apakah mungkin aku dapat menolak apa yang telah Allah lakukan?
Baca selengkapnya:
Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 1 Tentang
Perbedaan Pendapat I’rob Dan Tata Bahasa Ayat {الم}
Tafsir Surat al-Baqarah
Ayat: 2, Tentang Tata Bahasa, qira’ah, Arti Serta Maksud Lafadz لا رَيْبَ Dan التقوى
الآية : 2 {ذلك الكتاب
لا ريب فيه هدى للمتقين}
QS. al-Baqarah ayat: 2:
ذلك
الكتاب لا ريب فيه هدى للمتقين
“Kitab (Al-Qur’an) ini
tidak ada keraguan di dalamnya; menjadi petunjuk bagi orang-orang yang
bertakwa.”
قوله تعالى : {ذَلِكَ الْكِتَابُ} قيل : المعنى
هذا الكتاب.
و"ذلك" قد تستعمل في الإشارة إلى حاضر
، وإن كان موضوعا للإشارة إلى غائب ، كما قال تعالى في الإخبار عن نفسه جل وعز : {ذَلِكَ
عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ} [السجدة : 6] ، ومنه قول
خُفاف بن نُدبة :
أقول له والرمح يأطر متنه
# تأمل خفافا إنني أنا ذلكا
أي أنا هذا.
Firman Allah: “ذَٰلِكَ الْكِتَابُ” —
dikatakan maknanya adalah: هذا الكتاب
“kitab ini”.
Dan kata “ذلك” terkadang digunakan untuk menunjuk
sesuatu yang hadir (dekat), meskipun asalnya digunakan untuk
sesuatu yang jauh.
Sebagaimana firman Allah: “ذَٰلِكَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ” (As-Sajdah: 6), yakni menunjuk kepada diri-Nya
sendiri (yang tentu tidak jauh).
Dan termasuk contohnya adalah perkataan Khufaf
bin Nudbah:
Aku berkata kepadanya sementara
tombak membengkokkan punggungnya:
Perhatikanlah, wahai Khufaf, sesungguhnya aku adalah ‘itu’
Maksudnya: aku adalah ini (orang ini).
فـ "ذلك" إشارة إلى القرآن ، موضوع
موضع هذا ، تلخيصه : الم هذا الكتاب لا ريب فيه. وهذا قول أبي عبيدة وعكرمة وغيرهما
، ومنه قوله تعالى : {وَتِلْكَ حُجَّتُنَا آتَيْنَاهَا إِبْرَاهِيمَ} [الأنعام :
83] {تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ} [البقرة : 252] أي هذه
، لكنها لما انقضت صارت كأنها بعدت فقيل تلك.
Maka kata “ذلك” adalah isyarat kepada Al-Qur’an, ditempatkan pada posisi “هذا” (ini).
Ringkasnya: الم
هذا الكتاب لا ريب فيه
“Alif Lam Mim,
ini adalah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya.”
Ini adalah pendapat Abu Ubaidah,
Ikrimah, dan lainnya.
Dan termasuk contohnya firman Allah:
{وَتِلْكَ حُجَّتُنَا آتَيْنَاهَا إِبْرَاهِيمَ}
“Dan itulah hujjah Kami yang Kami
berikan kepada Ibrahim”
(Al-An‘am: 83)
{تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ}
“Itulah ayat-ayat Allah yang Kami
bacakan kepadamu dengan benar”
(Al-Baqarah: 252)
Artinya: “ini”, tetapi karena
telah berlalu, maka seakan-akan menjadi jauh, sehingga digunakan kata “ذلك / تلك”.
وفي البخاري "وقال معمر ذلك الكتاب هذا
القرآن". {هُدىً لِلْمُتَّقِينَ} بيان ودلالة ، كقوله : {ذَلِكُمْ حُكْمُ اللَّهِ
يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ} [الممتحنة : 10] هذا حكم الله.
Dalam Shahih al-Bukhari disebutkan bahwa Ma'mar bin Rashid berkata:
“ذلك الكتاب maksudnya adalah: ini
Al-Qur’an.”
Dan firman-Nya: “هُدًى لِلْمُتَّقِينَ” artinya
petunjuk dan penjelasan.
Sebagaimana firman Allah:
{ذَلِكُمْ
حُكْمُ اللَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ}
“Demikianlah (itulah) hukum Allah; Dia menetapkan hukum di antara kalian.”
(Al-Mumtahanah: 10),
Artinya: “Ini adalah hukum Allah.”
قلت : وقد جاء "هذا" بمعنى "ذلك"
، ومنه قوله عليه السلام في حديث أم حرام : "يركبون ثبج هذا البحر" أي ذلك
البحر ، والله أعلم.
وقيل : هو على بابه إشارة إلى غائب.
Aku (penulis) berkata:
Dan sungguh telah datang penggunaan kata “هذا”
dengan makna “ذلك” (ini dengan
makna itu).
Di antaranya sabda Nabi ﷺ dalam hadis Ummu
Haram:
"يركبون
ثبج هذا البحر"
“Mereka akan mengarungi bagian tengah laut ini,”
Maksudnya: laut itu.
والله
أعلم.
Dan ada yang berpendapat: bahwa
kata itu tetap pada makna asalnya, yaitu isyarat kepada sesuatu yang
tidak hadir (gaib/jauh).
واختلف في ذلك الغائب على أقوال عشرة ، فقيل
: "ذلك الكتاب" أي الكتاب الذي كتبتُ على الخلائق بالسعادة والشقاوة والأجل
والرزق لا ريب فيه ، أي لا مبدل له.
وقيل : ذلك الكتاب ، أي الذي كتبتُ على نفسي
في الأزل "أن رحمتي سبقت غضبي" .
Dan terjadi perbedaan pendapat
tentang “yang gaib” (yang ditunjuk oleh ذلك) dalam sepuluh pendapat.
Maka dikatakan: “ذلك الكتاب” maksudnya adalah kitab (catatan)
yang telah Aku tuliskan atas makhluk tentang kebahagiaan dan kesengsaraan, ajal
(umur), dan rezeki—tidak ada keraguan di dalamnya, yakni tidak
ada yang dapat mengubahnya.
Dan dikatakan: ‘ذلك الكتاب’ maksudnya adalah kitab
(ketetapan) yang telah Aku tuliskan atas diri-Ku sejak azali:
"أن رحمتي
سبقت غضبي"
“Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului kemurkaan-Ku.”
وفي صحيح مسلم عن أبي هريرة قال قال رسول الله
صلى الله عليه وسلم : "لما قضى الله الخلق كتب في كتابه على نفسه فهو موضوع عنده
أن رحمتي تغلب غضبي" في رواية : "سبقت".
Dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ
bersabda:
“Ketika Allah telah menetapkan
penciptaan makhluk, Dia menulis dalam sebuah kitab di sisi-Nya:
‘Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemurkaan-Ku.’”
Dalam riwayat lain:
“(rahmat-Ku) mendahului kemurkaan-Ku.”
وقيل : إن الله تعالى قد كان وعد نبيه عليه السلام
أن ينزل عليه كتابا لا يمحوه الماء ، فأشار إلى ذلك الوعد كما في صحيح مسلم من حديث
عياض بن حِمار المجاشعي أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : "إن الله نظر إلى
أهل الأرض فمقتهم عربهم وعجمهم إلا بقايا من أهل الكتاب وقال إنما بعثتك لأبتليك وأبتلي
بك وأنزلت عليك كتابا لا يغسله الماء تقرؤه نائما ويقظان" الحديث.
Dan dikatakan: Sesungguhnya Allah
Ta‘ala telah menjanjikan kepada Nabi ﷺ bahwa Dia akan menurunkan
kepadanya sebuah kitab yang tidak dapat dihapus oleh air, maka
isyarat “ذلك الكتاب” merujuk kepada janji tersebut.
Sebagaimana dalam Shahih Muslim dari hadis Iyadh bin Himar al-Mujashi'i, bahwa Rasulullah ﷺ
bersabda:
“Sesungguhnya Allah melihat
penduduk bumi, lalu Dia murka kepada mereka, baik Arab maupun non-Arab, kecuali
sisa-sisa dari Ahli Kitab.
Dan Dia berfirman: :Sesungguhnya
Aku mengutusmu untuk mengujimu dan menguji (manusia) denganmu.
Dan Aku menurunkan kepadamu sebuah kitab yang tidak dapat dihapus oleh air;
engkau membacanya dalam keadaan tidur maupun terjaga.” (Hadis selengkapnya…)
وقيل : الإشارة إلى ما قد نزل من القرآن بمكة.
Dan dikatakan: isyarat (dalam ‘ذلك الكتاب’) adalah kepada apa yang telah diturunkan dari
Al-Qur’an di Makkah.”
وقيل : إن الله تبارك وتعالى لما أنزل على نبيه
صلى الله عليه وسلم بمكة : {إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلاً ثَقِيلاً} [المزمل
: 5] لم يزل رسول الله صلى الله عليه وسلم مستشرفا "وفي النسخة : مستسرفا"
لإنجاز هذا الوعد من ربه عز وجل ، فلما أنزل عليه بالمدينة : {الم. ذَلِكَ الْكِتَابُ
لا رَيْبَ فِيهِ} [البقرة : 1 - 2] كان فيه معنى هذا القرآن الذي أنزلته عليك بالمدينة
، ذلك الكتاب الذي وعدتك أن أوحيه إليك بمكة.
Dan dikatakan: sesungguhnya Allah
Tabaraka wa Ta‘ala ketika menurunkan kepada Nabi ﷺ di
Makkah firman-Nya:
{إِنَّا
سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلاً ثَقِيلاً}
“Sesungguhnya Kami akan
menurunkan kepadamu perkataan yang berat” (Al-Muzzammil: 5), maka Rasulullah ﷺ
senantiasa menanti-nantikan terpenuhinya janji tersebut dari Tuhannya.
Maka ketika Allah menurunkan kepadanya di Madinah:
{الم.
ذَلِكَ الْكِتَابُ لا رَيْبَ فِيهِ}
‘Alif Lam Mim. Itulah Kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya’
(Al-Baqarah: 1–2), maka di dalamnya terdapat makna:
“Inilah Al-Qur’an
yang Aku turunkan kepadamu di Madinah, yaitu Kitab yang telah Aku janjikan
kepadamu untuk diwahyukan di Makkah.”
وقيل : إن "ذلك" إشارة إلى ما في التوراة
والإنجيل. و {الم} اسم للقرآن ، والتقدير هذا القرآن ذلك الكتاب المفسر في التوراة
والإنجيل ، يعني أن التوراة والإنجيل يشهدان بصحته ويستغرق ما فيهما ويزيد عليهما ما
ليس فيهما.
Dan dikatakan: sesungguhnya ‘ذلك’ adalah isyarat kepada apa yang ada dalam
Taurat dan Injil.
Dan ‘الم’ adalah nama bagi Al-Qur’an.
Maka perkiraannya: ‘Al-Qur’an ini adalah kitab itu (yang telah
dijelaskan dalam Taurat dan Injil)’,
Yakni bahwa Taurat dan Injil memberikan kesaksian atas kebenarannya,
dan Al-Qur’an mencakup apa yang ada dalam keduanya serta menambahkan apa yang tidak
ada di dalamnya.
وقيل : إن "ذلك الكتاب" إشارة إلى
التوراة والإنجيل كليهما ، والمعنى : الم ذانك الكتابان أو مثل ذينك الكتابين ، أي
هذا القرآن جامع لما في ذينك الكتابين ، فعبر بـ "بذلك" عن الاثنين بشاهد
من القرآن ، قال الله تبارك وتعالى : {إِنَّهَا بَقَرَةٌ لا فَارِضٌ وَلا بِكْرٌ عَوَانٌ
بَيْنَ ذَلِكَ} [البقرة : 68] أي عوان بين تينك : الفارض والبكر ، وسيأتي.
Dan dikatakan: sesungguhnya ‘ذلك الكتاب’ adalah isyarat kepada Taurat dan
Injil keduanya.
Maknanya: الم ذانك الكتابان ‘Alif Lam Mim, (ini seperti) kedua kitab itu’ atau مثل ذينك الكتابين ‘seperti
dua kitab tersebut’.
Artinya: Al-Qur’an ini mencakup apa yang ada dalam kedua kitab itu.
Maka digunakan kata ‘ذلك’ untuk
menunjukkan dua hal, sebagaimana terdapat contohnya dalam Al-Qur’an.
Allah Ta‘ala berfirman:
{إِنَّهَا
بَقَرَةٌ لا فَارِضٌ وَلا بِكْرٌ عَوَانٌ بَيْنَ ذَلِكَ}
‘(sapi itu) tidak tua dan
tidak muda, pertengahan di antara ذلك’ (Al-Baqarah: 68),
Yaitu: pertengahan di
antara keduanya (yang tua dan yang muda). Dan penjelasannya akan
datang.
وقيل : إن "ذلك" إشارة إلى اللوح المحفوظ.
وقال الكسائي : "ذلك" إشارة إلى القرآن
الذي في السماء لم ينزل بعد.
وقيل : إن الله تعالى قد كان وعد أهل الكتاب
أن ينزل على محمد صلى الله عليه وسلم كتابا ، فالإشارة إلى ذلك الوعد.
Dan dikatakan: sesungguhnya ‘ذلك’ adalah isyarat kepada Lauh Mahfuz.
Dan berkata Al-Kisai:
‘ذلك’ adalah
isyarat kepada Al-Qur’an yang berada di langit yang belum diturunkan.
Dan dikatakan pula: sesungguhnya
Allah Ta‘ala telah menjanjikan kepada Ahli Kitab bahwa Dia akan menurunkan
kepada Nabi Muhammad ﷺ sebuah kitab, maka isyarat itu kembali kepada janji
tersebut.
قال المبرد : المعنى هذا القرآن ذلك الكتاب الذي
كنتم تستفتحون به على الذين كفروا.
Berkata Al-Mubarrad:
“Maknanya: ini adalah Al-Qur’an, yaitu kitab yang dahulu kalian
gunakan untuk meminta kemenangan atas orang-orang kafir.”
وقيل : إلى حروف المعجم في قول من قال :
"الم" الحروف التي تحديتكم بالنظم منها.
Dan dikatakan: (kata ‘ذلك’) adalah isyarat kepada huruf-huruf
hijaiyah (abjad) menurut pendapat yang mengatakan bahwa ‘الم’ adalah huruf-huruf yang
dengannya kalian ditantang untuk menyusun (menandingi) Al-Qur’an.
والكتاب مصدر من كتب يكتب إذا جمع ، ومنه قيل
: كتيبة ، لاجتماعها.
وتكتَّبت الخيل صارت كتائب.
وكتبتُ البغلة : إذا جمعت بين شُفْري رَحِمِها
بحلقة أو سير ، قال :
لا تأمنن فَزاريا حللت
به #
على
قَلوصك واكتبها بأسيار
والكتبة "بضم الكاف" : الخرزة ، والجمع
كتب.
والكتب : الخزر.
Dan kata ‘kitāb’ (كتاب)
adalah mashdar (kata dasar) dari kataba–yaktubu yang berarti mengumpulkan.
Dari makna ini pula dikatakan كتيبة ‘katībah’ (pasukan), karena berkumpulnya
orang-orang di dalamnya.
Dan تكتَّبت الخيل صارت كتائب (takattabat al-khayl)
artinya: kuda-kuda itu menjadi kelompok-kelompok (pasukan).
Dan كتبتُ البغلة (katabtu al-baghlah) artinya: aku mengumpulkan
(menyatukan) dua bagian kemaluannya dengan cincin atau tali.
Sebagaimana dalam syair:
Janganlah engkau merasa aman terhadap orang Fazari yang engkau singgahi …
atas untamu, dan ikatlah (kumpulkanlah) ia dengan tali-tali
Dan الكتبة al-kutbah (dengan dhammah pada kaf) artinya: manik-manik
kecil, jamaknya kutub.
Dan الكتب (al-kutub) juga
berarti: lubang-lubang kecil (tempat benang/manik).”
قال ذو الرمة :
وفراء غرفية أثأى خوارزها
# مُشَلشِل ضيَّعتْه بينها الكتبُ
Berkata Dhu ar-Rummah:
(Ia memakai) pakaian dari kulit yang
lembut, yang tepi-tepinya telah usang,
yang berderit (bersuara), yang di antara bagian-bagiannya telah diabaikan oleh al-kutub
Yang dimaksud “al-kutub” di sini adalah: lubang-lubang
kecil (tempat jahitan/manik) atau bagian-bagian yang saling terikat.
والكتاب : هو خط الكاتب حروف المعجم مجموعة أو
متفرقة ، وسمي كتابا وإن كان مكتوبا ، كما قال الشاعر :
تؤمِّل رجعة مني وفيها
# كتاب مثل ما لصق الغراء
Dan الكتاب (kitāb) adalah tulisan seorang penulis
berupa huruf-huruf abjad, baik terkumpul maupun terpisah.
Dan disebut kitāb meskipun ia adalah sesuatu yang sudah ditulis.
Sebagaimana perkataan seorang penyair:
Engkau berharap aku kembali, padahal
di dalamnya ada sebuah tulisan (surat) yang melekat seperti lem
والكتاب : الفرض والحكم والقدر ، قال الجَعدِي
:
يا ابنة عمي كتاب الله
أخرجني # عنكم وهل أمنعنَّ الله ما فعلا
Dan الكتاب kitāb
juga berarti: kewajiban (fardhu), hukum, dan takdir.
Sebagaimana perkataan Al-Ja'di:
Wahai putri pamanku, ketetapan
Allah (kitābullah) telah mengeluarkanku dari kalian,
dan apakah mungkin aku dapat menolak apa yang telah Allah lakukan?
Baca selengkapnya:
Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 1 Tentang
Perbedaan Pendapat I’rob Dan Tata Bahasa Ayat {الم}
Tafsir Surat al-Baqarah
Ayat: 2, Tentang Tata Bahasa, qira’ah, Arti Serta Maksud Lafadz لا رَيْبَ Dan التقوى

Tidak ada komentar:
Posting Komentar