Ādir (Penderita Udrah) dalam Fikih: Definisi, Cacat pada Laki-Laki dan Perempuan, serta Pengaruhnya terhadap Fasakh Nikah dan Khiyār al-‘Aib dalam Jual Beli

آدَرُ

Ādir

التَّعْرِيفُ:

Definisi:

١ - الآْدَرُ: مَنْ بِهِ أُدْرَةٌ. وَالأُْدْرَةُ بِوَزْنِ غُرْفَةٍ: انْتِفَاخُ الْخُصْيَةِ، يُقَال: أَدِرَ يَأْدَرُ، مِنْ بَابِ تَعِبَ، فَهُوَ آدَرُ، وَالْجَمْعُ: أُدْرٌ، مِثْل أَحْمَرَ وَحُمْرٌ.

1 — Ādir adalah orang yang mengalami udrah. Udrah — dengan pola kata seperti ghurfah — berarti pembengkakan pada buah zakar. Dikatakan: adira ya’daru, mengikuti pola ta‘iba, sehingga pelakunya disebut ādir. Bentuk jamaknya adalah udr, seperti aḥmar dan ḥumr.

وَلاَ يَخْرُجُ اسْتِعْمَال الْفُقَهَاءِ لِهَذَا اللَّفْظِ عَنِ الْمَعْنَى اللُّغَوِيِّ، فَهُوَ عِنْدَهُمْ وَصْفٌ لِلرَّجُل عِنْدَ انْتِفَاخِ الْخُصْيَتَيْنِ أَوْ إِحْدَاهُمَا.

Penggunaan istilah ini oleh para fuqaha tidak keluar dari makna bahasanya. Menurut mereka, istilah tersebut merupakan sifat bagi seorang laki-laki yang mengalami pembengkakan pada kedua buah zakarnya atau salah satunya.

وَيُقَابِلُهُ فِي الْمَرْأَةِ الْعَفَلَةُ، وَهِيَ وَرَمٌ يَنْبُتُ فِي قُبُل الْمَرْأَةِ. وَقِيل: هِيَ لَحْمٌ فِيهِ.

Adapun padanan istilah ini pada perempuan adalah ‘aflah (‘aflah), yaitu benjolan atau pembengkakan yang tumbuh pada kemaluan perempuan. Ada pula yang mengatakan bahwa ‘aflah adalah daging yang terdapat pada bagian tersebut.

الْحُكْمُ الإِجْمَالِيُّ وَمَوَاطِنُ الْبَحْثِ:

Hukum Secara Umum dan Pokok-Pokok Pembahasan:

٢ - لَمَّا كَانَتِ الأُْدْرَةُ نَوْعًا مِنَ الْخَلَل فِي بِنْيَةِ الإِْنْسَانِ تُوجِبُ شَيْئًا مِنَ النُّفْرَةِ مِنْهُ، وَتَعُوقُهُ عَنْ بَعْضِ التَّصَرُّفَاتِ فِي شُئُونِهِ وَأَعْمَالِهِ، اعْتَبَرَهَا بَعْضُ الْفُقَهَاءِ عَيْبًا. وَاخْتَلَفُوا أَهِيَ مِنَ الْعُيُوبِ الَّتِي يَثْبُتُ بِهَا الْخِيَارُ فِي الْبَيْعِ وَفِي النِّكَاحِ أَمْ لاَ.

2 — Karena udrah merupakan salah satu bentuk kelainan pada struktur tubuh manusia yang dapat menimbulkan rasa jijik terhadap penderitanya serta menghalanginya dari sebagian aktivitas dan urusan kehidupannya, sebagian fuqaha menganggapnya sebagai cacat (‘aib).

Para fuqaha kemudian berbeda pendapat: apakah udrah termasuk cacat yang menyebabkan adanya hak khiyār (hak memilih untuk meneruskan atau membatalkan akad) dalam jual beli dan pernikahan, atau tidak.

هَذَا وَتَفْصِيل أَحْكَامِ الأُْدْرَةِ عِنْدَ الْفُقَهَاءِ فِي فَسْخِ النِّكَاحِ، وَالْخِيَارِ فِيهِ، وَفِي خِيَارِ الْعَيْبِ فِي الْبُيُوعِ. (١)

Adapun perincian hukum udrah menurut para fuqaha dibahas dalam perkara fasakh nikah dan hak khiyār dalam pernikahan, serta dalam pembahasan khiyār karena cacat dalam transaksi jual beli.

Wallahu A’lam...

Baca juga:

Air Ājin dalam Fikih: Definisi,Perubahan Sifat karena Lama Tergenang, Perbedaannya dengan Air Āsin, sertaHukum Kesucian dan Penggunaannya untuk Bersuci

Ājur (Batu Bata Bakar) dalamFikih: Definisi, Perbedaan dengan Batu dan Bahan Sejenis, Hukum Tayamum danIstinja, Kesucian, Jual Beli, Pemakaman, Akad Salam, serta Ghasab

Ādamī (Manusia) dalam FikihIslam: Pengertian, Kemuliaan dan Kehormatan Manusia, Ahliyyah, Kesucian,Perlindungan Jiwa, Harta dan Kehormatan, serta Hukum Jenazah

آدَرُ

Ādir

التَّعْرِيفُ:

Definisi:

١ - الآْدَرُ: مَنْ بِهِ أُدْرَةٌ. وَالأُْدْرَةُ بِوَزْنِ غُرْفَةٍ: انْتِفَاخُ الْخُصْيَةِ، يُقَال: أَدِرَ يَأْدَرُ، مِنْ بَابِ تَعِبَ، فَهُوَ آدَرُ، وَالْجَمْعُ: أُدْرٌ، مِثْل أَحْمَرَ وَحُمْرٌ.

1 — Ādir adalah orang yang mengalami udrah. Udrah — dengan pola kata seperti ghurfah — berarti pembengkakan pada buah zakar. Dikatakan: adira ya’daru, mengikuti pola ta‘iba, sehingga pelakunya disebut ādir. Bentuk jamaknya adalah udr, seperti aḥmar dan ḥumr.

وَلاَ يَخْرُجُ اسْتِعْمَال الْفُقَهَاءِ لِهَذَا اللَّفْظِ عَنِ الْمَعْنَى اللُّغَوِيِّ، فَهُوَ عِنْدَهُمْ وَصْفٌ لِلرَّجُل عِنْدَ انْتِفَاخِ الْخُصْيَتَيْنِ أَوْ إِحْدَاهُمَا.

Penggunaan istilah ini oleh para fuqaha tidak keluar dari makna bahasanya. Menurut mereka, istilah tersebut merupakan sifat bagi seorang laki-laki yang mengalami pembengkakan pada kedua buah zakarnya atau salah satunya.

وَيُقَابِلُهُ فِي الْمَرْأَةِ الْعَفَلَةُ، وَهِيَ وَرَمٌ يَنْبُتُ فِي قُبُل الْمَرْأَةِ. وَقِيل: هِيَ لَحْمٌ فِيهِ.

Adapun padanan istilah ini pada perempuan adalah ‘aflah (‘aflah), yaitu benjolan atau pembengkakan yang tumbuh pada kemaluan perempuan. Ada pula yang mengatakan bahwa ‘aflah adalah daging yang terdapat pada bagian tersebut.

الْحُكْمُ الإِجْمَالِيُّ وَمَوَاطِنُ الْبَحْثِ:

Hukum Secara Umum dan Pokok-Pokok Pembahasan:

٢ - لَمَّا كَانَتِ الأُْدْرَةُ نَوْعًا مِنَ الْخَلَل فِي بِنْيَةِ الإِْنْسَانِ تُوجِبُ شَيْئًا مِنَ النُّفْرَةِ مِنْهُ، وَتَعُوقُهُ عَنْ بَعْضِ التَّصَرُّفَاتِ فِي شُئُونِهِ وَأَعْمَالِهِ، اعْتَبَرَهَا بَعْضُ الْفُقَهَاءِ عَيْبًا. وَاخْتَلَفُوا أَهِيَ مِنَ الْعُيُوبِ الَّتِي يَثْبُتُ بِهَا الْخِيَارُ فِي الْبَيْعِ وَفِي النِّكَاحِ أَمْ لاَ.

2 — Karena udrah merupakan salah satu bentuk kelainan pada struktur tubuh manusia yang dapat menimbulkan rasa jijik terhadap penderitanya serta menghalanginya dari sebagian aktivitas dan urusan kehidupannya, sebagian fuqaha menganggapnya sebagai cacat (‘aib).

Para fuqaha kemudian berbeda pendapat: apakah udrah termasuk cacat yang menyebabkan adanya hak khiyār (hak memilih untuk meneruskan atau membatalkan akad) dalam jual beli dan pernikahan, atau tidak.

هَذَا وَتَفْصِيل أَحْكَامِ الأُْدْرَةِ عِنْدَ الْفُقَهَاءِ فِي فَسْخِ النِّكَاحِ، وَالْخِيَارِ فِيهِ، وَفِي خِيَارِ الْعَيْبِ فِي الْبُيُوعِ. (١)

Adapun perincian hukum udrah menurut para fuqaha dibahas dalam perkara fasakh nikah dan hak khiyār dalam pernikahan, serta dalam pembahasan khiyār karena cacat dalam transaksi jual beli.

Wallahu A’lam...

Baca juga:

Air Ājin dalam Fikih: Definisi,Perubahan Sifat karena Lama Tergenang, Perbedaannya dengan Air Āsin, sertaHukum Kesucian dan Penggunaannya untuk Bersuci

Ājur (Batu Bata Bakar) dalamFikih: Definisi, Perbedaan dengan Batu dan Bahan Sejenis, Hukum Tayamum danIstinja, Kesucian, Jual Beli, Pemakaman, Akad Salam, serta Ghasab

Ādamī (Manusia) dalam FikihIslam: Pengertian, Kemuliaan dan Kehormatan Manusia, Ahliyyah, Kesucian,Perlindungan Jiwa, Harta dan Kehormatan, serta Hukum Jenazah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Harta Haram yang Bercampur dengan Harta Halal: Cara Mengeluarkan Harta Haram Menurut Imam Al-Ghazali

Pendahuluan Ketika seseorang mengetahui bahwa sebagian hartanya haram tetapi tidak mengetahui secara pasti bagian mana yang haram, muncu...