Apa Itu Āmmah dalam Fikih? Pengertian Luka Kepala, Jenis-Jenisnya, Hukum Diyat Sepertiga, dan Pengaruhnya terhadap Puasa

آمَّة

Āmmah (الْآمَّة)

التَّعْرِيفُ:

Definisi:

١ - الآْمَّةُ لُغَةً: شَجَّةٌ تَبْلُغُ أُمَّ الرَّأْسِ، (١) وَهِيَ جِلْدَةٌ تَجْمَعُ الدِّمَاغَ. وَشَجَّةٌ آمَّةٌ وَمَأْمُومَةٌ، بِمَعْنًى وَاحِدٍ. وَاسْتَعْمَل الْفُقَهَاءُ اللَّفْظَيْنِ بِنَفْسِ الْمَعْنَى اللُّغَوِيِّ. (٢)

1. Āmmah (الْآمَّةُ) secara bahasa adalah luka pada kepala yang mencapai Ummu ar-Ra’s (أُمُّ الرَّأْسِ), yaitu selaput atau kulit yang membungkus dan menghimpun otak.

Dikatakan pula syajjah āmmāh (شَجَّةٌ آمَّةٌ) dan ma’mūmah (مَأْمُومَةٌ), keduanya memiliki makna yang sama.

Para fuqaha juga menggunakan kedua istilah tersebut dengan makna yang sama seperti makna kebahasaannya.

الأَلْفَاظُ ذَاتُ الصِّلَةِ:

Lafaz-Lafaz yang Berkaitan

٢ - هُنَاكَ أَلْفَاظٌ وَرَدَتْ فِي شَجِّ الرَّأْسِ، كَالْمُوضِحَةِ وَالْهَاشِمَةِ وَالْمُنَقِّلَةِ وَالدَّامِغَةِ إِلاَّ أَنَّ لِكُلٍّ مِنْهَا حُكْمَهَا الْخَاصَّ. وَتَفْصِيل ذَلِكَ عِنْدَ الْفُقَهَاءِ فِي الْقِصَاصِ وَالدِّيَاتِ.

2. Terdapat beberapa istilah yang digunakan berkaitan dengan luka pada kepala, seperti al-Mūḍiḥah (الْمُوضِحَةُ), al-Hāsyimah (الْهَاشِمَةُ), al-Munaqqilah (الْمُنَقِّلَةُ), dan ad-Dāmighah (الدَّامِغَةُ). Akan tetapi, masing-masing istilah tersebut memiliki hukum tersendiri.

Penjelasan secara terperinci mengenai hal tersebut dibahas oleh para fuqaha dalam pembahasan qiṣāṣ dan diyat.

الْحُكْمُ الإِجْمَالِيُّ:

Hukum Secara Umum

٣ - أَجْمَعَ الْفُقَهَاءُ عَلَى أَنَّ فِي الآْمَّةِ ثُلُثَ الدِّيَةِ. (٣)

3. Para fuqaha telah bersepakat bahwa pada luka āmmāh (الْآمَّةُ) wajib dikenakan diyat sebesar sepertiga dari diyat penuh.

مَوَاطِنُ الْبَحْثِ:

Tempat-Tempat Pembahasan

٤ - يُفَصِّل الْفُقَهَاءُ أَحْكَامَ الآْمَّةِ فِي مَبَاحِثِ الْجِنَايَةِ عَلَى مَا دُونَ النَّفْسِ، وَفِي مَبَاحِثِ الدِّيَاتِ. كَمَا فَصَّلُوا فِي مَبَاحِثِ الصَّوْمِ مَسْأَلَةَ الْفِطْرِ بِوُصُول شَيْءٍ إِلَى الآْمَّةِ.

4. Para fuqaha menjelaskan secara terperinci hukum-hukum mengenai āmmāh (الْآمَّةُ) dalam pembahasan tindak pidana atau penganiayaan terhadap anggota tubuh selain jiwa (الْجِنَايَةُ عَلَى مَا دُونَ النَّفْسِ) serta dalam pembahasan diyat.

Selain itu, mereka juga menjelaskan secara terperinci dalam pembahasan puasa mengenai masalah batalnya puasa karena masuknya sesuatu hingga mencapai āmmāh (selaput yang membungkus otak).

Wallahu A’lam...

Baca juga:

Apa Itu Ālat dalam Fikih Islam? Pengertian, Hukum Penggunaan, Alat Hiburan, Penyembelihan dan Perburuan, Jihad, Qisas, Hudud, Ta'zir, Zakat Alat Kerja, serta Pengaruh Alat dalam Tindak Pidana

Hukum Ahlul Bait dalam Islam: Shalawat, Imamah, Larangan Mencaci, dan Hukum Mengaku Keturunan Nabi

Bacaan Āmīn dalam FikihIslam: Pengertian, Hukum, Tata Cara Mengucapkan, dan Pembahasannya dalam Salat,Qunut, Khutbah, Istisqā’, serta Doa Setelah Salat

آمَّة

Āmmah (الْآمَّة)

التَّعْرِيفُ:

Definisi:

١ - الآْمَّةُ لُغَةً: شَجَّةٌ تَبْلُغُ أُمَّ الرَّأْسِ، (١) وَهِيَ جِلْدَةٌ تَجْمَعُ الدِّمَاغَ. وَشَجَّةٌ آمَّةٌ وَمَأْمُومَةٌ، بِمَعْنًى وَاحِدٍ. وَاسْتَعْمَل الْفُقَهَاءُ اللَّفْظَيْنِ بِنَفْسِ الْمَعْنَى اللُّغَوِيِّ. (٢)

1. Āmmah (الْآمَّةُ) secara bahasa adalah luka pada kepala yang mencapai Ummu ar-Ra’s (أُمُّ الرَّأْسِ), yaitu selaput atau kulit yang membungkus dan menghimpun otak.

Dikatakan pula syajjah āmmāh (شَجَّةٌ آمَّةٌ) dan ma’mūmah (مَأْمُومَةٌ), keduanya memiliki makna yang sama.

Para fuqaha juga menggunakan kedua istilah tersebut dengan makna yang sama seperti makna kebahasaannya.

الأَلْفَاظُ ذَاتُ الصِّلَةِ:

Lafaz-Lafaz yang Berkaitan

٢ - هُنَاكَ أَلْفَاظٌ وَرَدَتْ فِي شَجِّ الرَّأْسِ، كَالْمُوضِحَةِ وَالْهَاشِمَةِ وَالْمُنَقِّلَةِ وَالدَّامِغَةِ إِلاَّ أَنَّ لِكُلٍّ مِنْهَا حُكْمَهَا الْخَاصَّ. وَتَفْصِيل ذَلِكَ عِنْدَ الْفُقَهَاءِ فِي الْقِصَاصِ وَالدِّيَاتِ.

2. Terdapat beberapa istilah yang digunakan berkaitan dengan luka pada kepala, seperti al-Mūḍiḥah (الْمُوضِحَةُ), al-Hāsyimah (الْهَاشِمَةُ), al-Munaqqilah (الْمُنَقِّلَةُ), dan ad-Dāmighah (الدَّامِغَةُ). Akan tetapi, masing-masing istilah tersebut memiliki hukum tersendiri.

Penjelasan secara terperinci mengenai hal tersebut dibahas oleh para fuqaha dalam pembahasan qiṣāṣ dan diyat.

الْحُكْمُ الإِجْمَالِيُّ:

Hukum Secara Umum

٣ - أَجْمَعَ الْفُقَهَاءُ عَلَى أَنَّ فِي الآْمَّةِ ثُلُثَ الدِّيَةِ. (٣)

3. Para fuqaha telah bersepakat bahwa pada luka āmmāh (الْآمَّةُ) wajib dikenakan diyat sebesar sepertiga dari diyat penuh.

مَوَاطِنُ الْبَحْثِ:

Tempat-Tempat Pembahasan

٤ - يُفَصِّل الْفُقَهَاءُ أَحْكَامَ الآْمَّةِ فِي مَبَاحِثِ الْجِنَايَةِ عَلَى مَا دُونَ النَّفْسِ، وَفِي مَبَاحِثِ الدِّيَاتِ. كَمَا فَصَّلُوا فِي مَبَاحِثِ الصَّوْمِ مَسْأَلَةَ الْفِطْرِ بِوُصُول شَيْءٍ إِلَى الآْمَّةِ.

4. Para fuqaha menjelaskan secara terperinci hukum-hukum mengenai āmmāh (الْآمَّةُ) dalam pembahasan tindak pidana atau penganiayaan terhadap anggota tubuh selain jiwa (الْجِنَايَةُ عَلَى مَا دُونَ النَّفْسِ) serta dalam pembahasan diyat.

Selain itu, mereka juga menjelaskan secara terperinci dalam pembahasan puasa mengenai masalah batalnya puasa karena masuknya sesuatu hingga mencapai āmmāh (selaput yang membungkus otak).

Wallahu A’lam...

Baca juga:

Apa Itu Ālat dalam Fikih Islam? Pengertian, Hukum Penggunaan, Alat Hiburan, Penyembelihan dan Perburuan, Jihad, Qisas, Hudud, Ta'zir, Zakat Alat Kerja, serta Pengaruh Alat dalam Tindak Pidana

Hukum Ahlul Bait dalam Islam: Shalawat, Imamah, Larangan Mencaci, dan Hukum Mengaku Keturunan Nabi

Bacaan Āmīn dalam FikihIslam: Pengertian, Hukum, Tata Cara Mengucapkan, dan Pembahasannya dalam Salat,Qunut, Khutbah, Istisqā’, serta Doa Setelah Salat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Bacaan Āmīn dalam Fikih Islam: Pengertian, Hukum, Tata Cara Mengucapkan, dan Pembahasannya dalam Salat, Qunut, Khutbah, Istisqā’, serta Doa Setelah Salat

آمِينَ Āmīn مَعْنَاهُ، وَاللُّغَاتُ الَّتِي وَرَدَتْ فِيهِ : Makna dan Ragam Pengucapannya ١ - جُمْهُورُ أَهْل اللُّغَةِ عَلَى أ...